Sabtu, 21 September 2013

Gelisah Menunggu Jodoh




Dalam mencapai kebahagiaan, manusia mesti berusaha secara maksimal. Begitu pula dalam mencari pendamping hidup. Menemukan jodoh yang cocok memang tidak mudah. Namun bukan berarti sulit. Kisah berikut sebagaimana dituturkan oleh Lela, seorang perempuan asal Bantul,Yoyakarta.

Sebut saja Lela ( 31) (bukan nama sebenarnya ), dia selalu merasakan paranoid yang mendalam. Bagaimana tidak, target menikahnya diusia 26 sudah terlampaui jauh sedangkan hingga kini tak satupun  seorang pria dekat dengannya. Dia sudah berusaha membuka diri dari pergaulan dan relasi kerjanya seperti nasehat Riri sahabat terdekatnya.
 " sampai kapan kamu akan seperti ini  terus  La…? live must go on"  ucap Riri.
" kamu emang bener Ri, tapi aku masih gak percaya dengan semuanya, dengan mudahnya Soni memutuskan hubungan yang sudah kami bina selama 6 tahun.” Ucap Lela dengan berlinang air mata menahan rasa sakit dihatinya.
“Lela, dengar ya, masih ada kesempatan untuk membenahi semuanya. Kamu sudah mapan, cantik lagi. Ya,, mungkin dia memang bukan jodoh buat mu ”.ujar Riri
“ Sudah jangan melamun terus, aku tahu kamu masih sedih, tapi di dunia ini, masalah tidak akan selesai jika hanya dipikirkan. Kesedihan yang berlarut justru semakin menyurukkanmu ke dalam jurang yang bernama putus asa.” Tambah Riri.
 Ucapan Riri akhirnya mengena di hati Lela, semenjak itupun perubahan drastis terlihat.  Lela yang biasanya murung dikantor  tiba-tiba  menjadi sosok yang kembali periang dengan semangat baru. Hari libur kantor benar-benar ia manfaatkan untuk bergaul dan beraktifitas yang dapat mempertemukanya dengan orang-orang baru.  Dari situlah Lela akhirnya bertemu dengan Tio. Pria ganteng dengan karier cemerlang dibidang otomotif, benar-benar gambaran calon suami yang ia idam-idamkan selama ini.
" will you marry me?," ucap Tio saat candle light dinner bersama Lela. Lela yang tak menyangka akan lamaran Tio hanya bisa menganggukkan kepala. Esoknya, Tio menemui orang tua Lela untuk mengutarakan keinginanya  meminang anak gadisnya. Gayungpun bersambut, pernikahan mereka akan dilaksanakan 2 bulan kemudian.  Segala  persiapan  pernikahan telah dipersiapkan hingga 90 persen. Namun,  rencana pernikahan yang semestinya mencerminkan perhelatan sakral mendadak ternodai oleh sebuah kabar buruk sekaligus memilukan. Tio telah mempunyai istri dan seorang anak yang menetap di Luar Negeri. Mendengar kabar itu telinga lela bagai disambar petir, dia tak menyangka Tio tega membohonginya.
“maafkan aku la, aku memang telah beristri” ucap Tio dengan wajah tertunduk, “tapi aku benar-benar mencintaimu” ucap Tio menyakinkan Lela. “ Kita batalkan pernikahan ini, aku tak ingin menjadi perebut suami orang” ucap lela perih menahan amarah dan juga luka dihatinya.
Lela benar-benar terpukul atas kejadian itu, dia merasa menjadi manusia paling malang karena harus menelan pil pahit untuk kesekian kalinya. Merasa kasihan melihat penderitaan yang dialami, Tante Vera mengajak Lela ke Semarang menemui Seorang Ustadz ahli ruqyah, Ustadz Massar. “ Siapa tahu Beliau bisa membantu masalahmu dengan Ruqyah, dulu teman tante juga begitu dan sekarang malah sudah mempunyai 2 anak “ ucap tante Vera meyakinkan Lela. Lela hanya bisa menuruti saran tantenya , berharap mendapat solusi dari semua masalahnya selama ini.  Dengan bimbingan Ustadz Massar, Lela menjalani terapi Ruqyah diri. Beberapa amalan dan wejangan juga Beliau berikan guna menghilangkan Aura negative yang selama ini menyelimuti kehidupannya.
Satu bulan pasca menjalani terapi, Allah SWT telah mengirimkan jodoh untuknya melalui teman lama Ayahnya. Dialah Budiman ( bukan nama sebenarnya ) seorang PNS golongan 2C anak teman lama Ayahnya yang kini telah menjadi Suami Lela. Dalam hati Lela bersyukur kepada Allah SWT karena telah mengirimkan pendamping hidup yang baik dan setia dan  rasa terima kasih kepada Ustadz Massar  yang telah membantunya menemukan Jodoh.