Dalam mencapai
kebahagiaan, manusia mesti berusaha secara maksimal. Begitu pula dalam mencari
pendamping hidup. Menemukan jodoh yang cocok memang tidak mudah. Namun bukan
berarti sulit. Kisah berikut sebagaimana dituturkan oleh Lela, seorang
perempuan asal Bantul,Yoyakarta.
Sebut saja Lela ( 31) (bukan nama
sebenarnya ), dia selalu merasakan paranoid yang mendalam. Bagaimana tidak,
target menikahnya diusia 26 sudah terlampaui jauh sedangkan hingga kini tak
satupun seorang pria dekat dengannya.
Dia sudah berusaha membuka diri dari pergaulan dan relasi kerjanya seperti
nasehat Riri sahabat terdekatnya.
" sampai kapan kamu akan seperti ini terus
La…? live must go on" ucap
Riri.
" kamu emang bener Ri, tapi
aku masih gak percaya dengan semuanya, dengan mudahnya Soni memutuskan hubungan
yang sudah kami bina selama 6 tahun.” Ucap Lela dengan berlinang air mata
menahan rasa sakit dihatinya.
“Lela, dengar ya, masih ada kesempatan
untuk membenahi semuanya. Kamu sudah mapan, cantik lagi. Ya,, mungkin dia
memang bukan jodoh buat mu ”.ujar Riri
“ Sudah jangan melamun terus, aku
tahu kamu masih sedih, tapi di dunia ini, masalah tidak akan selesai jika hanya
dipikirkan. Kesedihan yang berlarut justru semakin menyurukkanmu ke dalam
jurang yang bernama putus asa.” Tambah Riri.
Ucapan Riri akhirnya mengena di hati Lela,
semenjak itupun perubahan drastis terlihat.
Lela yang biasanya murung dikantor
tiba-tiba menjadi sosok yang
kembali periang dengan semangat baru. Hari libur kantor benar-benar ia manfaatkan
untuk bergaul dan beraktifitas yang dapat mempertemukanya dengan orang-orang
baru. Dari situlah Lela akhirnya bertemu
dengan Tio. Pria ganteng dengan karier cemerlang dibidang otomotif, benar-benar
gambaran calon suami yang ia idam-idamkan selama ini.
" will you marry me?,"
ucap Tio saat candle light dinner bersama Lela. Lela yang tak menyangka akan
lamaran Tio hanya bisa menganggukkan kepala. Esoknya, Tio menemui orang tua
Lela untuk mengutarakan keinginanya meminang anak gadisnya. Gayungpun bersambut,
pernikahan mereka akan dilaksanakan 2 bulan kemudian. Segala
persiapan pernikahan telah dipersiapkan
hingga 90 persen. Namun, rencana
pernikahan yang semestinya mencerminkan perhelatan sakral mendadak ternodai
oleh sebuah kabar buruk sekaligus memilukan. Tio telah mempunyai istri dan
seorang anak yang menetap di Luar Negeri. Mendengar kabar itu telinga lela
bagai disambar petir, dia tak menyangka Tio tega membohonginya.
“maafkan aku la, aku memang telah
beristri” ucap Tio dengan wajah tertunduk, “tapi aku benar-benar mencintaimu”
ucap Tio menyakinkan Lela. “ Kita batalkan pernikahan ini, aku tak ingin
menjadi perebut suami orang” ucap lela perih menahan amarah dan juga luka
dihatinya.
Lela benar-benar terpukul atas
kejadian itu, dia merasa menjadi manusia paling malang karena harus menelan pil
pahit untuk kesekian kalinya. Merasa kasihan melihat penderitaan yang dialami,
Tante Vera mengajak Lela ke Semarang menemui Seorang Ustadz ahli ruqyah, Ustadz
Massar. “ Siapa tahu Beliau bisa membantu masalahmu dengan Ruqyah, dulu teman
tante juga begitu dan sekarang malah sudah mempunyai 2 anak “ ucap tante Vera
meyakinkan Lela. Lela hanya bisa menuruti saran tantenya , berharap mendapat
solusi dari semua masalahnya selama ini.
Dengan bimbingan Ustadz Massar, Lela menjalani terapi Ruqyah diri.
Beberapa amalan dan wejangan juga Beliau berikan guna menghilangkan Aura
negative yang selama ini menyelimuti kehidupannya.
Satu bulan pasca menjalani
terapi, Allah SWT telah mengirimkan jodoh untuknya melalui teman lama Ayahnya.
Dialah Budiman ( bukan nama sebenarnya ) seorang PNS golongan 2C anak teman
lama Ayahnya yang kini telah menjadi Suami Lela. Dalam hati Lela bersyukur
kepada Allah SWT karena telah mengirimkan pendamping hidup yang baik dan setia
dan rasa terima kasih kepada Ustadz
Massar yang telah membantunya menemukan
Jodoh.