Rabu, 23 Juli 2014

Terasing Akibat Iri Hati


            Sungguh malang nasib Harianto, dengan hanya ditemani sang Istri dirinya terkucilkan dari pergaulan masyarakat. Kecelakaan yang menimpanya merupakan balasan dari apa yang telah dilakukan kepada saudaranya sendiri. Bagaikan sampah, Harianto menjadi terasing di kampung halaman sendiri.

            Harianto adalah pengusaha sukses di salah satu daerah perumahan di Jakarta, dirinya menjadi tokoh masyarakat yang disegani. Hampir setiap kegiatan didesanya selalu memberikan sumbangan yang cukup besar. ”wah kalau melihat Pak Harianto kayaknya layak menjadi kepala desa dalam pemilihan mendatang” celoteh warga saat kerja bakti desa.
          Sampai suatu saat datang penduduk baru yang tiada lain adalah saudaranya sendiri. ”Hamdani selamat datang di desa kami, sambut Pak Harianto”. Awal pertemuan mereka sangat diselimuti keakraban. Tidak beberapa lama Hamdani menghadap pamannya, ”Paman saya berniat untuk membuka cabang usaha disini apakah paman tidak keberatan dengan niat saya itu?” tanpa beban Hamdan mengajukan permohonan kepada Harianto. ”oh tidak apa-apa” tukasnya, meski sebenarnya Harianto merasa kuatir akan tersaingi.
          Dalam beberapa bulan cabang usaha Hamdani di daerah tersebut semakin berkembang dan maju pesat. ”Bagaimana toh pak, kok diam saja, semenjak kedatangan saudaramu itu usaha kita jadi agak sedikit menurun” gerutu istri Harianto. Mendengar ucapan istrinya Harianto mulai gusar.
          Disamping usaha, kepopuleran Pak Harianto pun ikut tergeser, karena Hamdani lebih pandai bergaul dan lebih dermawan kepada masyarakat sekitarnya terlebih dalam memberikan bantuan kepada warga yang kurang mampu. Puncaknya ketika pelaksanaan pemilihan kepala desa. ”Ibu gak rela kalau bapak hanya diam saja dengan keadaan seperti ini, bapaklah yang lebih berhak dan pantas dicalonkan menjadi kepala desa ketimbang hamdani”. ”Tapi dia saudara bapak” kilah Pak Harianto. ”Pokoknya ibu gak mau tahu, masa kita harus kalah sama anak kemaren soreucapnya berusaha mengompori suaminya.

Niat Buruk

          Merasa selalu terpojok dan tidak menemukan jalan keluar dari keterpurukannya, terlintas niat buruk dalam hati Harianto. ”Terpaksa kamu harus saya singkirkan Ham” gumamnya dalam hati. Hariantopun memutuskan untuk mendatangi seorang dukun langganannya untuk membuat Hamdani tidak betah di daerah tersebut.
          Singkat cerita, tidak begitu lama, Hamdani merasakan kelainan dengan kesehatannya, beberapa kali diperiksa dokter tetapi tidak membuahkan hasil malah semakin memburuk bahkan hampir tak bisa bangun dari tempat tidur. Disamping itu beberapa usaha yang selama ini di gelutinya tiba-tiba menurun drastis, para pelanggan menjadi enggan berbelanja ke toko Hamdani dengan berbagai alasan diantaranya karena banyak yang rusak atau busuk.
          Karena tak ingin semaikin terpuruk maka setelah mendapat saran dari tetanga akhirnya Hamdani dan keluarga menemui seorang ahli rukyah di Semarang yang dahulu juga pernah menolongnya. Iapun menceritakan seluruh permasalahannya kepada ustadz massar. Akhirnya Hamdan dan keluarga segera mengikuti terapi rukyah yang disarankan oleh ustadz Massar. ”Ustadz tolong tunjukan siapa orangnya yang tega melakukan semua ini kepada kami sekeluarga” tanya Hamdani. ”Nanti kamu kan tahu sendiri” jawab ustadz. ”Yang terpenting kamu harus sabar dan tawakal dan jangan biarkan api dendam bersemayan dalam jiwamu” tambahnya.
          Setelah beberapa kali menjalani terapi rukyah Hamdani dan keluarga mendapat kesehatan kembali dan usahanya mulai normal seperti sedia kala. Sebaliknya, Harianto justru mengalami kecelakaan, kompor di rumahnya tiba-tiba saja meledak saat istrinya sedang memasak di dapur, akibatnya sebagian rumah terbakar. Dari sana akhirnya terungkaplah bahwa selama ini Harianto dan istrinya sering melakukan perbuatan yang berbau syirik, terbukti dari banyaknya benda aneh dan ghaib di rumahnya. Seluruh warga pun jadi mengetahui kalau Hariantolah dalang dari penyakit dan juga terpuruknya bisnis Hamdani. Hingga akhirnya keluarga Harianto di jauhi oleh masyarakat karena tidak menyukai akan perbuatannya.




Jumat, 11 Juli 2014

Keluarga Harmonis dengan Ruqyah




Sempat di goda wanita lain, akhirnya David kembali pada istrinya. Keluarganya kembali harmonis usai di ruqyah oleh ustad massar.
Adalah David( bukan nama sebenarnya )  seorang direktur salah satu perusahaan swasta, harus rela menerima kenyataan keretakan rumah tangganya bersama Evi. Permasalahan bermula dari perilaku David yang tak seperti biasanya. Sering pulang larut malam dengan kemeja kumal dan penampilan acak-acakan. Sang Istri mulai curiga, namun masih memendam kecurigaan itu karena belum menemukan saksi dan bukti kuat. Memang, setelah David menerima sekretaris baru yang cantik bernama Vika, perhatian terhadap istrinya mulai berkurang.
Mulai Curiga
“ kalau tidak keberatan, boleh saya mengajak bu Vika makan malam? ” rayu David pada suatu kesempatan.
“ Boleh-boleh saja Pak, yang penting jangan bertiga,” balas Vika yang berpostur tinggi semampai dengan genit.
Kecurigaan Evi istri David berawal dari pernyataan salah seorang karyawannya.
“ Apakah ibu tidak tahu perilaku Suami ibu selama ini?. Dia berselingkuh dengan sekretaris barunya,  kami sering memergoki mereka saat sedang bermesraan dalam ruang kerja,” ujar karyawan itu.
Mendengar penjelasan tersebut, barulah evi sadar dan mulai mencari kebenaran cerita tersebut. Pada suatu sore, sesaat setelah David pulang kerja dan sedang berada di dalam kamar mandi, Evi sengaja mengambil handphone David untuk melihat isi pesan didalamnya. Tiba-tiba wajah Evi berubah kecut ketika membaca isi pesan di kotak masuk, “ Sayang, pulang kerja nanti kita makan malam di tempat biasanya, setelah itu kita bersenang-senang seperti kemarin.”
Evipun tak bisa menahan kecewa dan perasaannya hingga tak terasa  butiran air matanya menetes membasahi pipi.
“ Astaghfirullah,Kenapa papa tega mengkhianatiku, ” kata Evi i terisak sambil memegang HP Suaminya.
 Plak..! tangan David menampar keras pipi istrinya “ Mama lancang ya, membuka HP papa tanpa izin! ” teriak David dengan keras.
Evi tak menyangka kalau suaminya sanggup menamparnya “ Mas tega, lebih baik Evi pulang saja  kerumah orang tua,” kata Evi sambil berlalu pergi masih dengan air mata yang berurai.
Usai kepergian istrinya, perselingkuhan David dengan Vika kian menjadi-jadi dan berani terang-terangan.
Terbebas karena Ruqyah
Karena ingin menyelamatkan biduk rumah tangganya, Evipun Akhirnya bertekad mencari solusi permasalahan dalam rumah tangganya. Atas saran dari salah satu kerabatnya, Evi akhirnya meminta bantuan kepada Ustadz Massar, seorang ahli ruqyah asal Semarang.  Setelah Evi menceritakan semua yang telah terjadi, Ustadz Massarpun segera melakukan terapi ruqyah atas diri David melalui Ruqyah Jarak jauh.  Ternyata selama ini David telah terkena guna-guna dari Vika melalui makanan dan minuman yang diberikan Vika kepada David setiap paginya dikantor.
Satu bulan pasca terapi ruqyah, perlahan-lahan sikap dan perilaku David mulai berubah. Perhatian dan juga kesabaran Evi disertai doa yang senantiasa ia panjatkan kepada Allah Swt,akhirnya berbuah manis.  David dapat lepas dari pengaruh guna-guna tersebut dan mulai melupakan Vika. Iapun Akhirnya memecat Vika dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya dan akan lebih mencintai keluarganya serta lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Selasa, 01 Juli 2014

Hidup Hancur karena Guna-guna




Karena kena guna-guna Munif (23), bukan nama sebenarnya, mengalami kehancuran. Semua hartanya habis bahkan akhirnya dia stres berat. Bagaimana kisahnya?

Munif adalah mahasiswa semester delapan di sebuah universitas negeri di kota Semarang yang sedang mengisi liburan bersama teman sekelasnya ke sebuah objek wisata di Yogyakarta dalam rangka mengisi liburan panjang. Kesempatan ini tidak di sia-siakan olehnya untuk mencari wanita idaman, karena sudah hampir tiga tahun Munif Menjomblo.
Sebenarnya, Munif menjomblo bukan karena tidak ada wanita yang  mau menjadi pacarnya, sudah banyak wanita yang ditolak dan menjadi korban ambisinya. Alasanya simple, “ aku lagi mencari wanita idaman yang  sempurna tanpa cacat , “ ujarnya kepada Sambi teman dekatnya.
“ Nif, Kamu jangan sombong, mentang-mentang ganteng, kamu tidak seharusnya mengecewakan banyak wanita. Hati-hati nanti banyak yang dendam atas apa yang kamu lakukan,” ujar Sambi yang sangat kesal dengan ulah temannya yang angkuh dan terkesan jual mahal.
Kena Pelet
Apa yang dikhawatirkan Sambi ternyata bukan hanya ungkapan bentuk kekesalan, Heni salah satu teman Munif yang pernah terkecewakan menyusun rencana untuk membalas sakit hatinya. Dengan segala upaya Heni berusaha untuk menggaet hati Munif, tetapi tidak pernah berhasil. Sampai akhirnya Heni mengambil jalan pintas dengan pergi ke orang pintar untuk meminta pengasihan semacam pelet agar Munif terpikat olehnya.
“ Tunggu pembalasanku nif, selama ini kamu telah menyia-nyiakan diriku gumam Heni dalam hati. Rencananya setelah mendapatkan Munif dia akan menguras hartanya dan kemudian mencampakkanya. Acara liburan ke Yogyakarta akhirnya menjadi kesempatan yang bagus untuk mencuri perhatian Munif. Dengan ilmu pemikat yang telah dipelajarinya, dengan mudah Munif dapat di taklukkan. Munif yang tadinya menolak Heni karana perangai buruknya, tiba-tiba terbalik 180 % ia menjadi tersihir dan takluk oleh rayuan dan senyuman Heni.
Stres Berat
Singkat cerita, Munifpun jatuh dalam pelukan Heni dan dengan mudah Heni melancarkan rencananya untuk memeras kekayaan Munif. Bagaikan kerbau yang dicocok hidungnya, Munif menuruti apa saja kemauan Heni tanpa bisa membantah sepatah katapun. Karena merasa targetnya sudah terpenuhi Henipun melakukan rencana akhirnya yaitu memutuskan hubungannya dengan Munif dan meninggalkannya begitu saja. Tidak bisa menerima realita dan kenyataan, akhirnya Munif mengalami stres berat hingga mengonsumsi narkoba. Munif bagaikan  orang lepas dari komitmen dan berjalan tanpa arah, hidupnya acak-acakaan dan selalu terlihat murung.
Pihak keluarga sudah berusaha semaksimal mungkin dengan membawanya ke psikolog maupun rumah sakit jiwa, tetapi tak juga mengalami perubahan. Sampai akhirnya ada petunjuk dari tetangga yang menyarankan untuk mendatangi ahli terapi ruqyah di Semarang yaitu Ustadz Massar. Dengan Terapi ruqyah inilah  sedikit demi sedikit Munif mengalami perubahan. Semoga usaha keluarganya mengembalikan kesadaran Munif segera berhasil, begitu doa dari beberapa kerabat dan juga teman yang prihatin dengan keadaan Munif