Minggu, 30 September 2012

Menetralkan Energi Negatif Rumah Hunian


Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, permasalahan yang kami alami dimulai dari ketika kami melakukan pindahan rumah, setelah sebelumnya kontrak kami habis di salah satu perumahan dikota Semarang. Dirumah baru ternyata kami banyak mendapatkan keanehan. Mulai dari selalu mendengar suara yang aneh-aneh sampai anak saya yang paling kecil selalu melihat penampakan berupa bayangan orang yang sangat besar.
            Tidak hanya gangguan saja yang kami rasakan, anak-anak kami selalu sakit-sakitan. Padahal sebelumnya mereka jarang bahkan tidak pernah sakit. Apalagi anak saya yang paling bungsu, hampir setiap minggu dirawat inap di rumah sakit. Lebih parah lagi, usaha kios di depan rumah yang sengaja kami bangun  tidak ada perkembangan. Para pelanggan seakan segan untuk membeli di kios kami.
            Usut punya usut, ternyata rumah kami mempunyai sejarah panjang tentang para penunggunya. Ditempat tersebut pernah terjadi bunuh diri. Bahkan beberapa penghuni sebelum kami sampai ada yang stres dan ingin melakukan bunuh diri. Pertanyaan saya, apakah memang benar yang kami lihat adalah hantu-hantu yang selama ini hanya sebagai mitos. Bagaimana solusinya. Salam.
                                                                        `                                   Zakriadi, Pemalang


Wassalamu’alikum, Wr Wb.
            Pada dasarnya hantu-hantu yang bapak lihat bukan sebagaimana dalam mitos. Mitos yang beredar bahwa orang yang sudah meninggal dapat menampakan diri dengan wujud yang menyeramkan sangatlah tidak rasional. Ruh orang yang sudah meninggal telah menjadi urusan Allah Swt.
            Maka, yang selama ini keluarga bapak lihat adalah dari kalangan jin yang ingin mengagangu manusia, jin sendiri pada dasrnya bisa dilihat sebagaimana dalam Hadist Nabi SAW yang diriwayatkan Al Bukhori berbunyi: ”Setan memperlihatkan wujud (diri)nya ketika aku sholat. Namun atas pertolongan Allah, aku dapat mencekiknya sehingga kurasakan air liurnya di tanganku. Kalau bukan karena adanya doa saudaraku Nabi Sulaiman, pasti kubunuh dia”.
            Wujud yang biasanya berupa orang yang sudah meninggal, tentunya hanya kesempatan yang dipakai oleh syaitan dan jin untuk mengganggu dan menyesatkan manusia. Bagi orang yang masih memiliki tanggungan di dunia akan menjadi jalan jin dan syaitan menggunakannya sebagai alasan tersebut.
            Jin-jin kafir yang sebagaimana syaitan akan selalu mengganggu manusia, sebagaimana dalam surat Annas, ”Katakanlah: ”Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari (golongan) jin dan manusia”.
            Untuk mengatasi hal tersebut dalam Islam telah diajarkan rukyah, dalam kasus bapak memang harus dilaksanakan rukyah tempat. Dengan rukyah diharapkan akan terhindar dari gangguan jin dan syaitan serta hal-hal ghaib lainnya. Rukyah sendiri berisi doa-doa yang diajarkan rosul untuk mengusir dan mengobati seseorang dari gangguan mahluk ghaib.
            Meskipun begitu, rukyah tidak hanya untuk mengatasi gangguan mahluk ghaib. Lebih dari itu, berbagai cara pengobatan dalam Islam yang mengandalkan doa sesuai syari’ah dan pengobatan ala Nabawi biasa disebut rukyah. Segala macam persoalan yang Bapak alami tentunya ada jalan keluar dengan cara syar’i. Yang paling penting, Bapak janganlah takut terhadap hal-hal ghaib, sebagai kholifah di dunia, kita yang mempunyai hak untuk mengatur dan mengadakan perbaikan di dunia. Salam.
           

Jumat, 28 September 2012

Menghilangkan Kehidupan Hedonis


Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang pengusaha dengan kekayaan bisa dibilang lebih dari cukup. Disamping sebagai pengusaha, saya pejabat di kantor milik negara (PNS). Dengan kegiatan dan kesibukan yang padat, saya sangat jauh dengan  agama. Hampir seharian tugas menumpuk dan tidak bisa memikirkan kegiatan yang bersifat religius.
            Pada kenyataannya ketika saya mengalami stress atau depresi, saya lebih terbiasa dengan berangkat ke tempat hiburan untuk sekedar minum atau  bermain dengan perempuan. Hal-hal yang bersifat glamour dan kesenangan dunia menjadi proritas utama. Tidak mengherankan jika berdampak kepada pekerjaan yaitu lebih mementingkan keuntungan daripada ikhlas dalam bekerja. Sebagai contoh korupsi secara sistematis telah menjadi kebiasaan dan hal yang dapat dimaklumi.
            Saya terkadang menyadari bahwa apa yang menjadi kebiasaan saya adalah salah. Saya harus kembali ke jalan yang benar. Akan tetapi, ketika saya mencoba untuk sekedar menjalankan sholat, saya masih tetap merasa malas. Paling tahan saya melaksanakan kewajiban tersebut hanya satu hari. Terus terang saya tidak merasa tentram dengan kedaan seperti saat ini. Yang saya tanyakan, bagaimanakah langkah-langkah supaya saya dapat bertaubat dan meninggalkan perbuatan tercela secara langsung. Lantas apakah saya perlu dirukyah untuk membuang sifat-sifat jelek saya?
                                                                                                Jefri P , Pekalongan
Wassalamu’alaikum, Wr Wb.
            Bapak Jefri yang terhormat, pada dasarnya apa yang dialami bapak sekarang adalah penyakit hati, diantara ciri-cirinya yaitu keras hati sebagaimana bapak alami yaitu dimana seseorang merasakan bahwa hatinya telah berubah menjadi batu keras. Di mana tidak ada sesuatupun yang dapat merembes kepadanya ataupun mempengaruhinya. Ungkapan ini tidaklah berlebihan, bukankah Al-Qur’an telah menerangkan bahwa hati dapat mengeras sekeras batu. Allah berfirman, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi”. (Q.S. Al-Baqarah: 74).
            Selain itu kesukaan bapak dalam memenuhi syahwat. Perasaan bapak bahwa kehidupan dunia lebih utama dan merasa tentram bila sudah memperolehnya. Apabila melihat orang lain memperoleh kenikmatan dunia seperti; harta, kedudukan, pangkat, rumah atau pakaian yang bagus, dia merasa tersiksa dan menganggap dirinya gagal. Lebih tersiksa lagi apabila yang mendapatkan kenikmatan duniawi itu adalah saudaranya sendiri atau sahabatnya. Terkadang timbul pada dirinya penyakit hasad atau dengki di mana dia tidak ingin kenikmatan itu tetap ada pada saudaranya.
            Untuk solusinya sebenarnya terdapat pada diri bapak sendiri, yaitu bagaimana mendisiplinkan diri dengan banyak melaksanakan ritual agama. Meskipun pada awalnya sangat berat, akan tetapi yakinlah bahwa dengan kesabaran dan kesadaran yang tinggi bapak akan merasakan hasilnya.
            Terkait dengan rukyah dapat menghilangkan sifat buruk dalam diri bapak, hal tersebut sangat relatif. Karena dalam pengobatan islami, pengobatan rukyah digunakan untuk mengusir atau menjauhkan seseorang dari gangguan jin atau syetan dan sejenisnya. Terkait dengan hal tersebut, apabila perubahan sifat bapak bersal dari pengaruh sebagaimana diatas insya Allah bisa disembuhkan dengan rukyah. Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi kami.

Kamis, 27 September 2012

Kegiatan Yoga dan Ruqyah


Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat. Selama ini saya adalah seorang penggiat olahraga yoga. Disamping sebagai olah raga, ternyata yoga mempunyai efek penyembuhan secara alami dengan menggunakan energi positif tubuh. Dengan mediasi dan relaksasi yoga seakan menjadi jalan alternatif untuk kesembuhan berbagai penyakit yang secara medis sulit disembuhkan. Disamping kebugaran jasmani, secara batin yoga juga dapat menghadirkan ketenangan jiwa.
            Pertanyaan saya, apakah olah raga yoga bisa menjadi wasilah pengobatan rukyah dalam Islam karena mempunyai kesamaan metode yaitu perbaikan jiwa?. Beberapa pihak ada yang mengharamkan yoga karena ada unsur syirik kepada Allah Swt maksudnya bagaimana?mohon penjelasan. Salam.
                                                                                                            Muhaimin, Jakarta
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
            Untuk menjawab pertanyaan Bapak, yang pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian yoga dan rukyah untuk memperjelas permasalahan. Pengertian dari Rukyah adalah metode pengobatan  yang dilakukan rosulullah yaitu dengan cara berdoa meminta pertolongan kepada Allah Swt, hal tersebut tentunya sesuai dengan tuntutan al Quran yang bisa dijadikan sebagai obat bagi ummat Islam. Sebagaimana dalam al Quran surat al Mu’min ayat 44 yang berbunyi ”Dan jika Kami jadikan Al Qur'an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?". Apakah (patut Al Qur'an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh". Bisa diambil kesimpulan bahwa rukyah adalah pengobatan sesuai dengan syari’ah Islam.
            Adapun yoga, bentuk olah raga jasmani dengan memadukan meditasi dan relaksasi jiwa sehingga menggerakan energi positif dalam tubuh. Jika melihat yoga sebagai olah raga murni untuk kesehatan dan tidak bertentangan dengan al Quran dan sunnah maka bisa digunakan sebagai wasilah dalam rukyah Islami. Akan tetapi perlu diingat bahwa esensi dari rukyah adalah doa.
            Terkait dengan keharaman yoga, hal tersebut tergantung kepada model yoga yang dilakukan. Secara historis yoga berasal dari India, terkait dengan hal tersebut ada indikasi ada bentuk ritual yang menyekutukan Allah Swt. Seperti bentuk-bentuk sujud kepada matahari atau penggunaan mantra-mantra yang mengandung kesyirikan. Apabila kenyataannya seperti itu maka olahraga yoga diharamkan.
            Sebagai muslim tentunya lebih baik mendekati yang pasti dan tidak mendekati yang subhat. Pada dasarnya dalam Islam sudah diajarkan secara substansial perpaduan relaksasi jiwa dan gerakan jasmani sebagai contoh sholat. Tidak lepas dari hal tersebut para peneliti menemukan beberapa bentuk penyembuhan yang memadukan antara gerakan jasmani dan doa dalam rangka mencapai kesehatan yang diinginkan. Untuk informasi selanjutnya dan pengobatan yang dibutuhkan bisa menghubungi kami. Salam.
              

Rabu, 26 September 2012

Melindungi diri dari santet



            Sudah Lima tahun Marno warga Desa Suka Maju Kab. Sumedang tergeletak di atas ranjang. Jasadnya tingal kulit dan tulang. Dengan keadaan tersebut semua orang mengira bahwa umurnya tidak akan panjang. Tanpa disangka, setelah melaksanakan terapi rukyah kesehatannya mulai membaik, bahkan sekarang lebih energik. ”Dalam keputus asaan alhamdulillah Allah memberikan secercah harapan” ungkapnya ketika ditanya perihal pengalaman pahitnya disantet orang.
           
Persaingan Bisnis
            Marno terkenal dengan juragan beras dan mempunyai beberapa gudang di pusat pasar kota Sumedang. Tidak mengherankan jika Marno menjadi orang terkaya di desanya. ”Yang penting kita ulet dan tanggung jawab terhadap pekerjaan, pasti kita meraih kesuksesan” tuturnya. Meskipun begitu Marno belum mendapatkan posisi di hati masyarakat karena terkenal agak pelit. ”Padahal saya hanya memberikan contoh dalam berbisnis lho” ungkapnya.
            Di Desanya sendiri sebenarnya sudah ada beberapa juragan beras, akan tetapi tidak seberuntung Marno. ”Apapun anggapan masyarakat  yang terpenting adalah bukti siapa yang paling sukses dalam berbisnis” tutur bapak lima orang anak ini. ”Kita harus seperti orang china apabila ingin sukses dalam usaha” tambahnya.  
            Dengan model usaha Marno yang terkesan licik membuat para saingan membencinya. Banyak yang protes dan mendatangi rumahnya. ”Atas dukungan keluarga, saya mulai membuka hati dan mencoba merangkul pengusaha-pengusaha saingan saya” ungkapnya. Sebenarnya Marno sendiri merasa tidak enak dengan banyak orang yang membicarakannya.

Terlanjur Iri Hati
            ”Sudah resiko dalam berbisnis, tetap saja ada yang tidak suka terhadap saya”ungkapnya. Meskipun telah banyak berbuat baik terhadap pesaingnya, kesan buruk yang mendalam dari salah seorang saingan tidak dapat hilang. Tanpa diketahui penyebabnya tiba-tiba Marno diserang sakit di sekujur persendiannya. Ketika diperiksa dokter tidak terdapat gangguan kesehatan. ” Sebenarnya saya sudah tahu siapa orang yang berbuat seperti itu” jujurnya.
            Dalam kepasrahannya, penyakit Marno tidak kunjung sembuh. ”Saya merasa antara hidup dan mati, sudah beberapa kali saya mendatangi pengobatan alternatif akan tetapi tidak berhasil, terus terang saya merasa terdzolimi”. Katanya dengan bercucuran air mata.
            Selama lima tahun Marno tidak berdaya di Ranjangnya. Banyak kerabat yang menjenguk dan merasa kuatir dengan keadaan Marno. Sampai akhirnya salah satu penjenguk menganjurkannya untuk melakukan rukyah. ”Awalnya saya tidak mengerti apa itu rukyah, terus terang saya bukan orang yang terlalu dekat dengan agama” katanya.
            Akhirnya keluarga memutuskan untuk membawanya ke tempat ustadz ahli rukyah dan pakar agama di Semarang. ”Setelah beberapa kali dilakukan rukyah, perubahan mulai terasa. Sakit yang saya rasakan mulai berkurang dari ujung kepala sampai ujung kaki, meskipun untuk sembuh secara total lumayan membutuhkan waktu cukup lama”.
            Ustadz sendiri telah memberi tahu orang yang melakukan perbuatan nista tersebut. ”ustadz menyarankan saya untuk memafkan pelaku yang ternyata sesuai dengan prediksi saya”. Pengalaman pahit ini memberikan hikmah yang besar dalam mengarungi kehidupan Marno selanjutnya. 
           
           
            

Minggu, 23 September 2012

Batik laris dengan doa


Saya seorang pengusaha butik di Kota Pekalongan. Meskipun persaingan usaha yang ketat, bisnis kami sempat maju, akan tetapi tepatnya pada tahun 2008, tiba-tiba bisnis kami menjadi sepi pengunjung dan bangkrut. Saya sendiri tidak mengetahui penyebabnya, karena secara teknis, usaha saya tidak ada masalah.
Akhirnya setelah mendapatkan petunjuk dari sesama rekan bisnis yang juga pernah ditangani oleh beliau,saya mengunjungi ustadz Massar, seorang ahli ruqyah asal Semarang. Setelah panjang lebar menjelaskan permaslahan yang menimpa usaha saya, akhirya Ustadz Massar memberitahu kami bahwa penyebabnya adalah gangguan dari orang-orang yang tidak senang dengan kesuksesan usaha kami.
Tanpa mempertimbangkan hal lainnya, sebagai usaha meminta pertolongan Allah Swt, maka dilaksanakanlah ruqyah diri dan tempat usaha. Atas izinNya, ternyata tidak berselang lama usaha saya mulai kembali laris bahkan melebihi sebelumnya. Akhirnya sebagai wujud terima kasih, saya memutuskan untuk membantu Yayasan Kasih Kita Nusantara dalam pembangunan rumah ruqyah dengan menjadi donator tetap.  

Jumat, 21 September 2012

Rukyah merubah perangai suami



Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang ibu rumah tangga, dengan suami seorang direktur disalah satu perusahaan swasta. Kami telah berkeluarga selama 15 tahun, dari pernikahan tersebut kami dikaruniai 5 orang putra putri. Selama ini kami jarang bertengkar, suami saya sangat pengertian  kepada saya.
Akan tetapi kahir-akhir ini perangai suami saya berubah. Dia mulai sering memarahi saya karena hal-hal kecil yang selama ini tidak biasa dia lakukan. Saya merasa heran dan mulai menyelidiki terkait sebab perubahan sikap suami saya.
Setelah saya selidiki, ternyata suami saya mulai tergoda oleh salah seorang pekerjanya di kantor. Kemungkinan besar suami saya diguna-guna. Dari perubahan secara drastis, saya semakin curiga. Sekarang suami saya menjadi ringan tangan. Saya sering di tampar dan diancam. Terkadang saya merasa kuatir dengan anak-anak. Mereka mulai berontak dan membela saya. Pernah terlintas saya untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib. Akan tetapi saya masih ragu akan penyebab perubahan sikapnya. Mohon solusi.

                                                                                                Siti Ambarwati, Tangerang  
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
            Ibu Ambarwati yang terhormat, permasalahan yang Ibu hadapi harus dihadapi dengan tenang dan tidak emosi.  Pada dasarnya perubahan sikap suami Ibu bisa diakibatkan oleh beberapa faktor. Biasa karena penyebab dari luar atau dari dalam. Dari luar diantaranya perubahan lingkungan dan suasana yang tidak nyaman termasuk mungkin penampilan Ibu. Adapun dari dalam bisa berupa stress ataupun memang benar diguna-guna. Karena pada dasarnya guna-guna tidak hanya berupa santet atau menyakiti seseorang secara ghaib. Lebih dari itu bisa berbentuk rasa tidak nyaman dan gelisah pada diri seseorang.
            Apapun itu permasalahannya, seharusnya suami Ibu tidak sampai membuat ibu merasa tertekan. Karena hal tersebut sangat bertentangan dengan ajaran agama, peringatkanlah secara halus dengan mempertimbangkan keutuhan keluarga. Sebagaimana dalam al Quran disebutkan “Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”.
            Kedua penyebab perubahan pada diri suami Ibu bisa diatas. Cobalah untuk introspeksi diri, perbaikilah seluruh kekurangan yang Ibu anggap mempengaruhi kecintaan suami terhadap Ibu. Kemudian, kalau memang perubahan yang terjadi disebabkan ada WIL (Wanita Idaman Lain), diskusikan permasalahan tersebut dengan terbuka dan saling memahami.
            Hal tersebut akan lain jika memang suami Ibu diguna-guna. Perubahan pada perangainya harus diatasi dengan dilakukan rukyah. Dengan rukyah tersebut diharap dapat meniadakan pengaruh sihir yang mempengaruhi perangai suami Ibu. Segera menghubungi kami. Salam.

   

Rabu, 19 September 2012

Mengembalikan Kasih yang Hilang


Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang saya hormati, saya menikah dengan seorang laki-laki berkebangsaan Asing ( Belanda ) dan dari pernikahan tersebut kami dikaruniai 2 orang anak. Namun, sudah 1 tahun ini suami saya pulang ke negara asalnya dan hingga sekarang tidak pernah memberi kabar  juga nafkah untuk anak-anak.
Apa yang harus saya lakukan ustadz, agar suamiku tersebut kembali kepada kami karena anak-anak masih sangat membutuhkan figur seorang ayah.
                                                                                                                Maria, Jakarta
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
                Ibu maria yang baik, sebelumnya cobalah ibu cari info terkait suami ibu terlebih dahulu. Adapun pihak-pihak yang dapat dihubungi adalah mulai dari teman-teman dekat atau keluarganya dan kalau perlu carilah informasi kepada kantor pemerintah yang berkaitan dengan status orang luar negeri yang berada di Indonesia. Selanjutnya mintalah bantuan kepada Allah Swt dengan memperbanyak berdoa sebagai upaya mengembalikan orang yang telah pergi dari kita.
Adapun doa yang dapat diamalkan diantaranya sebagaimana telah diriwayatkan Abi Syaibah dan Ath-Thabrani dari Hadits Ibnu Umar “Yaa Hadii adh Dhalal wa Roodda adh Dhaalah Urdud ‘alayya Dhalatiy bi ‘Izzatika wa Sulthanika Fa Innaha min Athaaika wa Fadhlika. Artinya: Dengan nama Allah, Wahai Yang Menunjuki yang tersesat dan Yang Mengembalikan yang hilang (maka) kembalikanlah kepadaku (sesuatu) yang hilang (dari) ku dengan keagungan-Mu dan kekuasaan-Mu. Sesungguhnya ia (sesuatu) itu adalah pemberian-Mu dan karunia-Mu”.
Apabila telah diamalkan secara istiqamah, selanjutnya untuk membantu mengembalikan kembali kasih sayang yang telah menghilang dari suami ibu, maka ibu bisa melaksanakan ruqyah diri. Dalam hal ini sebagai upaya meminta pertolongan Allah Swt, untuk mengmbalikan kembali perasaan cinta dan sayang suami ibu. Yakinlah bahwa Allah Swt, sebagai dzat penguasa hati seseorang (membolak balik hati) akan mengabulkan doa yang kita panjatkan.
Selanjutnya apabila seluruh usaha telah ibu laksanakan, maka bertawakalah, dengan terus berdoa sebagaimana rasul saw mengajarkan doa apabila kita kehilangan sesuatu: "Allahumma ajirniy fii mushiibaty, wa akhlif Lii Khairan Minhaa" (Shahih Muslim), artinya Wahai Allah Berilah aku pahala dari kehilanganku ini dan gantikan aku dengan yang lebih baik darinya" 
                 

Selasa, 18 September 2012

Antara Usaha Halal dan Riba


        Assalamu’alaikum wr.wb. Ustadz, Saya mempunyai beberapa usaha Kredit Simpan Pinjam, dari usaha  tersebut saya dan keluarga dapat hidup berkecukupan dan mampu menyekolahkan anak sampai ke Luar negeri ( Amerika ) dan dalam tahun ini saya dan keluarga berencana ingin berangkat haji, Namun ada beberapa orang yang mengatakan bahwa usaha yang saya jalankan termasuk riba  karena pinjaman yang berbunga sehingga jika dibuat biaya naik haji tidak akan mendapatkan berkah. Apa yang harus saya lakukan Ustad agar saya bisa berangkat haji dan menjadi haji yang mabrur serta usaha mendapat berkah?
Sholihin Amri, Bagor

       Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Terkait dengan Kredit Simpan Pinjam, keharamannya tergantung kepada cara usaha yang bapak laksanakan, yaitu apabila usaha bapak didasarkan kepada keuntungan yang berlipat tanpa ada suatu akad yang jelas berdasarkan syari’at, maka dapat dikategorikan riba. Adapun riba sendiri berarti menetapkan bunga/kelebihan jumlah pinjam saat pengembalian berdasarkan presentasi tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang dibebankan kepada peminjam.
     Al Qur'an menjelaskan permasalahan riba dalam ayat “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (Q.S Al-baqarah 275). Selanjutnya dalam ayat “Hai orang- orang yang beriman bertaqwalah kepada allah dan lepaskanlah sisa – sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang – orang yang beriman. Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan rasulnya akan memerangi mu. Jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagi mu modal mu. Kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya.” (Q.S Al-baqarah : 278 – 279).
Sebagaimana ayat kedua di atas, apabila bapak merasa usaha bapak mengandung unsur riba, maka secepatnya bapak harus meninggalkan praktek tersebut dan bertaubat, yakinlah Allah akan selalu mengampuni doa hambanya, khususnya bapak yang tidak mengetahui sebelumnya mengenai riba, sebagai solusinya, bapak bisa belajar bisnis ala nabawi (Islami), sebagai upaya agar bapak mendapatkan keberkahan dalam berbisnis.
        Terkait dengan keinginan bapak untuk berhaji, maka untuk mendapatkan ketenangan dan kebarokahan, bapak bisa melaksanakannya setelah bapak membersihkan harta bapak, yaitu dengan menginfaqkan hasil usaha bapak sebelumnya (mengandung riba) kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan, sebagai contoh menyumbang yayasan dan lain sebagainya.
       Selanjutnya sebagai upaya menggapai ketenangan batin, bapak juga dapat melaksanakan ruqyah diri, yaitu metode pengobatan jiwa (membersihkan jiwa) dengan memperbanyak dzikir sebagaimana ajaran Rasulullah. Terkait hal tersebut bisa menghubungi kami. Salam.

Jumat, 14 September 2012

Jerat Cinta Terlarang Sekertaris Cantik



Sebelumnya saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Massar yang telah membantu saya dalam menyelesaikan masalah rumah tangga, karena kalau tidak lewat bantuan ustadz, mungkin hidup saya telah hancur akibat guna-guna wanita selingkuhan suami.
Terus terang, pada awalnya saya tidak menyangka, bahwa suami yang saya percaya dan hormati ternyata menyimpan kebohongan. Selama bertahun-tahun dia menjalin hubungan dengan sekertarisnya di kantor. Parahnya, ternyata sekertaris tersebut menggunakan ilmu guna-guna untuk menaklukkan suami saya. Lebih dari itu, wanita itu berusaha memeras sumi saya sampai akhirnya saya mengetahuinya secara tak sengaja dari beberapa orang kepercayaan saya di kantor suami.
Dalam keadaan genting, akhirnya saya meminta bantuan ibu untuk ikut menyelesaikan permasalahan keluarga kami, tanpa menunggu waktu ibu mempertemukan saya dengan seorang Ustadz Ruqyah di Semarang yang sudah banyak menangani masalah serupa. Alhasil kini suami saya bisa terlepas dari jerat ilmu guna-guna sekertaris itu dan kembali kepada kami keluarganya. Terima kasih Ustadz Massar.

Jumat, 07 September 2012

Ruqyah menyelamatkan bisnis aksesoris



Modis, itulah ungkapan yang tepat bagi busana yang dipakai pengusaha muda Cindy. Dengan pengalaman pribadi sebagai model, Cindy dengan mudah mengembangkan bisnis Assesories yang dirintisnya. hal itu dibuktikannya dengan dibukanya 5 cabang toko  di kota-kota besar.
“Mbak, gimana nih caranya biar jadi sukses kaya mbak” tanya Sularti, salah satu sekretaris pribadi Cindy.”Yang penting kamu ulet bekerja” nasehat Cindy. Dengan umur yang masih relatif muda, Cindy memang bisa diandalkan untuk menjadi contoh generasi muda dalam meraih kesuksesan.
Semakin tinggi pohon semakin kencang juga anginnya, mungkin ungkapan itulah yang tepat bagi keadaan Cindy saat ini. Di tengah maraknya dunia hiburan dan mode, marak juga took-toko baru yang menjual aksesoris. “Mbak, di sini dibangun aksesoris baru, barang-barangnya export langsung dari Korea dan Amerika” lapor salah satu toko cabang di Surabaya, “Tepat di samping toko kita mbak” tambahnya.
Tidak hanya di Surabaya, ternyata  toko cabang yang di Bandung dan Semarang pun telah tersaingi oleh toko-toko baru yang menjual produk yang sama. “Mbak, gimana nih, toko-toko kita semakin lama semakin sepi pengunjung” lapor Sularti. “Tenang larti, kita coba lihat perkembangan terlebih dahulu” tanang Cindy.
Dalam perkembangannya ternyata perusahaan Cindy semakin tertinggal jauh, dalam keadaan terjepit seperti itu, Cindy membutuhkan dana segar, akhirnya Cindy berspekulasi untuk meminjam ke Bank. “Tolong uang ini digunakan sebaik-baiknya”pinta Cindy kepada Sularti. “Baik mbak, semoga dengan format kita yang baru dapat mendobrak penjualan” jawab Sularti.
Alih-alih dapat memajukan perusahaan, bisnis Cindy justru mengalami kepailitan, karena cicilan hutang bank dan penghasilan tidak seimbang. Dalam keterpurukan tersebut, hampir-hampir Cindy putus asa, sampai akhirnya Cindy bertemu Nia salah satu teman bisnisnya, yang pernah mengalami hal yang sama. “Cin coba deh kamu temui Ustadz Massar di Semarang, kayaknya ada masalah tuh dengan cara bisnismu” saran Nia. Tanpa berfikir panjang, akhirya Cindy menemui Ustadz Massar.
Setelah menjelaskan kronologi permasalahan, akhirnya Cindy mendapatkan wejangan dan bimbingan bisnis islami ala nabi, selanjutnya Cindy disarankan untuk membersihkan diri dan keluarga agar mudah mendapatkan kebarokahan. Lebih dari itu tempat usaha Cindy juga disarankan dilakukan ruqyah tempat, menurut sang ustadz hal tersebut sebagai upaya membersihkan tempat usaha dari aura-aura negatif sehingga memancarkan aura postif sehingga dapat mendatangkan kebarokahan berupa kelarisan dan banyak di kunjungi. 
Sebagaimana pengakuan Cindy kepada Tabloid Hikmah, “ Alhamdulillah setelah saya melaksanakan anjuran beliau, toko aksesoris yang semula di ambang kebancuran kini bangkit lagi dengan penataan managemen yang baru dan suasana baru, juga keuntungan yang baru (berlipat)”.tuturnya “Saat ini, sebagai rasa syukur,  dari seluruh penghasilan yang kami dapat, kami sisihkan sebagian untuk sodakoh di Yayasan Kasih Kita Nusantara, hal tersebut  sekaligus sebagai wujud rasa terima kasih kami sekeluarga kepada Ustadz Massar. 

Selasa, 04 September 2012

Rukyah Menyembuhkan Gigitan Ular



            Saya seorang ibu rumah tangga, kebetulan rumah saya berada di lereng gunung. Dengan keadaan seperti itu, sangat memungkinkan bagi binatang-binatang buas untuk turun gunung. Sudah banyak dari kami yang mengalami musibah, entah digigit monyet atau anjing dan hewan-hewan liar lainnya.
            Tidak terkecuali suami saya. Sudah menjadi rutinitasnya membawa kayu bakar di gunung. Tanpa disengaja suami saya menemukan ular dan membunuhnya. Ternyata setelah kepulangannya, tiba-tiba di depan rumah, suami saya menemukan ular yang persis seperti yang dibunuhnya. Dengan secepat kilat ular tersebut menggigit tangan suami saya.
            Dalam keadaan panik saya teriak dan meminta tolong. Seketika itu pula para tetangga datang dan langsung melarikan suami saya ke rumah sakit. Hampir menemui ajalnya, suami saya dapat tertolong. Akan tetapi sepulangnya dari rumah sakit, suami saya tidak mengalami kesembuhan secara total. Terkadang dia masih merasakan sakit tak tertahankan ditempat gigitan ular tersebut.
            Berbagai cara telah saya tempuh tapi tidak mendatangkan kesembuhan. Sampai akhirnya tangan suami saya semakin membusuk. Dalam keadaan terdesak, salah seorang saudara menyarankan untuk menemui ahli rukyah asal semarang yang ternyata bernama ustadz massar. Ternyata memang benar, dengan sederhana ustadz massar mendoakan tangan yang terkena gigitan dan meniupkannya. Ditambah beberapa ramuan Nabawi, Dalam beberapa hari tangan suami telah mendapatkan kesembuhan. Terima kasih ustadz massar.
                                                                                                Nur Jannah, Magelang