Senin, 27 Januari 2014

Terpaksa Aku Terima Dipoligami





Karena diguna-guna sekretaris barunya, akhirnya suami Rita (36) berpaling. Untuk menjaga keutuhan rumah tangganya, dengan sangat terpaksa dia menerima keadaan. Berikut curhatnya kepada Kisah Hikmah.
Namaku Rita, aku dilahirkan di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Meski demikian aku masih berdarah Jawa karena ayahku berasal dari Karang Anyar dan ibuku  dari Malang Jawa Timur. Pada saat saya kuliah di UI jurusan ekonomi, aku berpacaran dengan mas Yusri, putra dari pengusaha besar di Jakarta. Kami saling mencintai dan berencana melanjutkan hubungan ini ke jenjang pernikahan. Akhirnya setelah lulus dan berhasil meraih gelar sarjana ekonomi kami menikah dengan pesta pernikahan yang sangat meriah disebuah hotel berbintang di Jakarta. Oleh ayahnya, mas yusri kemudian diserahi tanggung jawab mengelola salah satu perusahaan milik ayahnya.
Sekretaris baru.
Selama 7 tahun, pernikahan kami berjalan penuh keharmonisan dan kebahagiaan ditambah lahirnya buah cinta kami berdua di tahun kedua pernikahan. Namun setelah hadirnya sekretaris baru dikantor mas Yusri, dalam pernikahan kami mulai sering terjadi percekcokan. Evi nama sekretaris baru tersebut memang berwajah cantik ditopang dengan bodynya yang aduhai dan seksi. Semenjak sekretaris baru itu bekerja di kantor, mas yusri jadi sering pulang larut malam.
Setelah tiga bulan perilaku mas yusri makin aneh-aneh saja. Selama 1 minggu dia tidak pulang ke rumah. Ketika aku tanyakan, katanya ada kerja sama dengan perusahaan lain di luar kota yang mengharuskan dirinya menginap. Untuk sementara aku percaya dengan mas yusri tetapi selang 1 tahun apa yang disembunyikan mas yusri mulai terkuak, tanpa disadarinya saat tidur dia mengigau menyebut nama Evi beberapa kali.
Sejak malam itu aku mulai curiga dan mulai menyelidiki kegiatan mas Yusri di kantor setiap harinya melalui karyawannya yang sengaja aku tugasi memata-matai. Ternyata dia sudah menikahi evi ( sekretarisnya) sejak 1 tahun yang lalu. Pantas saja sejak saat itu sikap mas Yusri terhadapku dan anak semata wayang kami mulai berubah dan kurang memperhatikan kami berdua bahkan hubungan suami istripun juga kian hambar.
Kena Guna-Guna
Bagaimanapun juga sebagai wanita normal keanehan sikap mas Yusri yang lain dari biasanya sangat mengganggu kehidupanku. Untuk itu aku disarankan seorang teman untuk berkonsultasi kepada Ustad Massar seorang pakar ruqyah di semarang. Ternyata selama ini suamiku terkena guna-guna dari serkretarisnya. Alhamdulillah setelah suamiku diruqyah, dia mulai menyadari kesalahannya dan berbicara jujur kepadaku bahwa dia sudah menikah lagi dan mengakui kalau Evi adalah istri mudanya. Walau dengah hati berat Aku harus bisa menerima kenyataan pahit ini. Karena sebagai seorang wanita muslim yang taat pada suami, harus bisa menerima poligami ini sebagai hal yang tidak dilarang agama. Awalnya aku kurang bisa menerima kehadiran evi sebagai orang ketiga dalam perkawinan kami. Keadaan ini aku rasakan hampir setengah tahun, Namun setelah mas Yusri dan Evi mau berterus terang atas semuanya dan suami berjanji akan bersikap adil, maka berangsur-angsur aku mulai bisa menerimanya. Akhirnya aku,Evi dan suamiku bisa hidup harmonis tanpa ada perpecahan keluarga.

Jumat, 10 Januari 2014

Karier Semakin Meningkat





Kemudahan dan pertolongan Allah SWT akan diberikan kepada siapa saja yang senantiasa mendekatkan diri kepada – NYA. Tak terkecuali Faizal ( 32 )(bukan nama sebenarnya) asal Denpasar lulusan Universitas Undiksa jurusan ekonomi dan Bisnis.
Berawal dari seorang karyawan disebuah hotel yang cukup ternama sebagai office boy, Faisal harus merasakan pahit getirnya menjadi bawahan yang selalu bekerja dibawah tekanan atasannya. “Hei OB..tolong kamu perbaiki jendela kamar yang rusak, o iya tamu dari jogya yang tadi pagi kehilangan barang ingin bertemu kamu di lobi malam ini” perintah sang Manager. Demi menjalankan perintah atasan, sering kali Faizal harus pulang larut tanpa ada gaji tambahan.
“Kalau begini terus, kapan aku bisa menabung dan meningkatkan ekonomi keluarga, gaji gak seberapa tapi kerjanya berat banget” keluhnya kepada salah satu rekan. “Bro, kamu kan lulusan universitas, kenapa tidak cari pekerjaan lain saja yang lebih mapan?”saran rekan kerjanya.” Sebenarnya aku juga ingin keluar, tetapi aku tidak punya ijazah” tambahnya. Setelah lama berfikir, akhirnya Faizal memutuskan untuk resign dan mencoba peluang kerja dengan melamar pekerjaan lain sesuai ijazah yang di milikinya
Mencari pekerjaan di masa sekarang tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Mohon maaf dek, disini sudah tidak menerima karyawan lagi” tolak perusahaan. “Dengan nilai segini, mana mungkin kamu bisa bekerja di perusahaan kami”. Dengan nada melecehkan, salah satu direktur perusahaan lainnya menolak. Pulang dengan tubuh gontai Faizal terus merenungkan nasib sialnya.
Tak terhitung beberapa kali Faizal harus menelan pil pahit karena hinaan dan penolakan dari berbagai perusahaan, namun dengan penuh kesabaran dan tak kenal putus asa, dia terus mencoba. “ Aku harus mencari jalan lain. Aku harus mencari pekerjaan yang berpresfektif jelas” Gumamnya dalam hati. Akhirnya Faizal mencoba mengadu peruntungan dengan mendaftar sebagai CPNS .
“Alhamdullilah” syukur Faizal. Tanpa disangka, dirinya diterima sebagai CPNS dan ditempatkan di sebuah Departemen Keuangan di Bandung  meskipun masih dalam status honorer. “Aku harus terus bekerja keras, demi masa depan yang lebih cerah” dengan hati riang Faizal berbicara sendiri. Terbayang dalam benaknya, suatu saat akan menjadi PNS dan masa depan yang terjamin.
Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, tidak terasa sudah 5 tahun Faizal bekerja sebagai pegawai honorer, namun pengangkatan PNS belum juga turun. Merasa galau dengan keadaannya, Faizal berkeluh kesah kepada bundanya. “Zal, mungkin ada hal yang salah dalam dirimu, lebih baik kamu berkonsultasi  tentang kariermu dengan seorang Ustadz Ahli Ruqyah di Semarang, siapa tahu kamu cocok, banyak yang berobat atau berkonsultasi ke sana dan menemukan jalan keluar ” nasehat sang bunda
Dengan pesawat Garuda, Faizal terbang ke Semarang untuk menemui Ustadz Massar. Setelah sampai di tempat Beliau, Faizal mengungkapkan permasalahan kariernya yang seakan jalan di tempat. Dengan bimbingan Ustadz Massar, Faizal melaksanakan terapi ruqyah diri yang dilanjutkan dengan ruqyah pelancar rizki. Namun, Faizal yang tak bisa berlama-lama mengambil cuti, akhirnya melaksanakan ruqyah secara jarak jauh. Beliau juga berpesan agar Faizal senantiasa melaksanakan sholat lima waktu dan menyisihkan sebagian dari gajinya untuk orang yang membutuhkan. Satu bulan pasca melakukan ruqyah jarak jauh , surat pengangkatan dirinya sebagai PNS turun dan sekarang Faizal sedang di promosikan menduduki jabatan yang cukup penting di instansinya. Faizal sangat berterima kasih kepada Ustadz Massar atas bantunya dan dia berjanji akan melaksanakan apa yang telah disarankan Beliau untuk selalu menjalankan Amal Ibadah dan membantu sesama yang kurang beruntung.