Senin, 30 Juli 2012

Tangan Buntung Akibat Korupsi



            Radian Seorang pengusaha kaya yang bekerja disalah satu perusahaan BUMN. Dengan keuletannya Radian dipercaya menjadi manajer. Dari tampilan yang perlente dan selalu mengumbar senyum, tidak ada yang mengetahui ternyata dian menyimpan banyak misteri dalam kehidupan pekerjaan dan keluarganya.
            ”Pokoknya saya minta cerai” teriak Maemunah. ”Kurang apa aku? selama ini aku selalu memberikan yang terbaik buatmu”, balas Radian. ”Kamu pikir aku tidak tahu, selama ini kamu selalu melakukan penggelapan uang  dibelakangku” isak sang istri. Dengan gayanya yang ramah kepada setiap orang, tidak ada yang menyangka bahwa sifatnya selicik Ular. ”Buat apa harta berlimpah kalau itu haram semua” ungkap sang istri.
           Kebiasaan korupsi Radian terungkap ketika ada sebuah proyek besar yang ditangani perusahaannya. Setelah selesai proyek Radian tiba-tiba dapat membangun tiga rumah mewah. Alih-alih sang istri curiga dan akhirnya mengetahui kebenarannya.”Kalau Mas belum bisa mengembalikan uang yang mas curi, aku belum mau berkumpul dengan mas” ancam sang istri.
            Tidak hanya melipat uang, Radian juga terkenal suka menerima suap. Kebiasaan mencuri dengan cara licik sudah mendarah daging sejak kecil. Radian sering mencuri dan menggelapkan uang orang tuanya apabila diamanati membayar SPP sekolah. Tidak jarang orang tua Radian kerepotan karena kebiasaan buruknya.

Prediksi salah kaprah
            ”Hidup itu hanya sekali, maka hiduplah yang berarti, itu moto hidupku” uangkapnya kepada sang istri. Yang dia maksud berarti, yaitu menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya. Radian tidak pernah sadar akan kebiasaan buruknya. Sampai akhirnya dia ditegur oleh sebuah peristiwa yang tidak disangkanya.
            Setelah menerima suap dari salah satu klien, Radian merasa curiga terhadap mobil yang mengikutinya dari belakang. Merasa dibuntuti Radian memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Tidak konsentrasi, Radian kehilangan kontrol dan mobilnya menabrak sebuah pohon. Dalam kecelakaan tersebut Radian harus rela kehilangan salah satu tangannya karena terjepit pintu.
             ”Apa yang harus saya lakukan, selama ini saya tidak tahu apa yang harus saya perbuat. Kebiasaan buruk seakan telah menjadi kebiasaan lumrah bagi diri saya” rintih Radian ketika masih dirawat di rumah sakit. Merasa taubat yang mau dilakukan radian tidak main-main, keluarga akhirnya memanggil seorang ahli rukyah dari Semarang untuk memberikan motifasi dalam membimbing taubat Radian.
            Selama proses taubat, radian menjalani rukyah sebanyak tiga kali. Selanjutnya radian rutin mendatangi pengajian yang dilaksanakan di yayasan sang ustadz. Setelah beberapa bulan Radian mulai berubah, perangai buruk yang selama ini terlihat ketika bergaul dengan sang istri sudah tidak terlihat. Bahkan radian berani mengembalikan harta yang pernah di korupsinya kepada perusahaan.
            Kebiasaan buruk Radian sudah tidak terlihat selama tiga tahun terakhir. Dikira akan menjadi miskin karena mengembalikan harta yang telah banyak dikorupsi, Justru sebaliknya. Radian selalu mendapat rizki yang dia sendiri tidak tahu asalnya. Tangan yang telah teramputasi seakan menjadi saksi bagi dirinya untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak terpuji kembali.  

Minggu, 29 Juli 2012

Bangkit Usaha Dengan Ruqyah



Siapa yang tidak mengenal Ibu Mardiyah(nama samaran), sebagai salah satu pemilik butik di Kota Surabaya, dirinya sukses mengembangkan bisnis tersebut sampai ke mancanegara. Para pelaku  bisnis mengakui istri Bapak Deddy (almarhum) tidak hanya sebagai pengusaha sukses, lebih dari itu sebagai single parent yang bejuang keras membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang dan perhatian.
“Sam, hati-hati kalau berangkat pake motor, jangan kencang-kencang” nasehat Ibu Deddy kepada putra tertuanya. “Iya mam” jawab Samsul(bukan nama sebenarnya), singkat. Samsul merupakan anak kesayangan ibu Deddy, disamping paling besar dia juga menjadi tumpuan (tulang punggung) keluarga  (yang dituakan) apabila ada permasalahan.
Tanpa dinyana, pagi itu merupakan pertemuan terakhir antara ibu dan anak. “Mohon maaf, dengan ibu Mardiyah”? Tanya seorang berseragam. “Ada apa ya?” Mardiyah heran. Dengan sikap canggung dan ragu pak polisi berkata “Kami mendapatkan putra ibu kecelakaan, sekarang jasadnya di rumah sakit”. Tanpa sempat  menjawab, Mardiyah terlebih dahulu pingsan. Akhirnya pihak keluarga lah yang mengurusi keperluan jenazah sampai selesai.
“Sabar ya bu” tutur kerabat. Setelah ditinggal kan Samsul, Ibu Mardiyah mulai merasa bahwa hidupnya hampa, banyak melamun dan berhayal. Akibatnya banyak pekerjaan yang terbengkalai, bahkan para karyawan melihat bahwa usaha Ibu Mardiyah mulai mengalami goncangan. Kedaan tersebut ternyata membuka kesempatan bagi para pesaing untuk berbuat buruk terhadapnya.
Ibarat luka belum kering, Ibu Mardiyah harus menelan pahitnya kembali cobaan hidup. Kali ini kedua adik Samsul harus masuk rumah sakit karena menderita penyakit yang langka dan tidak diketahui penyebabnya.
“Ya Allah, cobaan apakah yang Engkau berikan kepada kami, mohon ampunanMu ya Allah” riintih Ibu Deddy. Cobaan-cobaan tersebut datang silih berganti, sampai puncaknya yaitu terbakarnya butik Ibu Mardiyah yang selama ini menjadi tumpuan biaya keluarga. Dalam renungannya, Ibu Mardiyah merasa adanya kejanggalan dari rentetan musibah yang menimpanya, akan tetapi dia tidak merasa yakin dengan perasaannya. Menurutnya, bagaikan pohon kelapa, semakin tinggi maka semakin kuat juga angin yang menghempasnya.
Dalam ketidaktentuan hidup, Ibu Mardiyah hampir-hampir berputus asa dan berniat melakukan tindakan di luar koridor agama. Sampai akhirnya, salah seorang kerabat memberikan nasihat. “Bu saya masih yakin kalau Ibu termasuk orang yang sabar dan kuat mengahadpai cobaan” nasihatnya. “Janganlah berputus asa, cobalah lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt, kebetulan saya mempunyai kenalan seorang ustadz yang dapat membantu Ibu” tambahnya.
Tanpa berfikir panjang, keduanya mendatangi Ustadz Massar di Semarang. Setelah dilaksanakan rukyah diri dan tempat, juga tidak lupa melaksanakan amalan ibadah. Ibu Mardiyah langsung merasakan perubahan yang signifikan, disamping semangatnya kembali muncul, lebih dari itu tempat usaha yang dirintisnya dari awal mulai mengalami perkembangan yang pesat. Sampai saat ini usahanya semakin sukses dan berkembang.       

Sabtu, 28 Juli 2012

Berkah Rukyah Menyembuhkan Stroke



            Saya seorang bisnismen dengan omzet perbulan mencapai ratusan juta rupiah. Usaha yang saya rintis dari nol akhirnya menuai hasil karena kerja keras dan ibadah yang saya lakukan. Akan tetapi karena semakin hari perusahaan semakin besar, saya mulai banyak pekerjaan dan sering meninggalkan ibadah.
            Semakin sibuk dengan urusan duniawi, saya merasa ada kekosongan batin. Akhirnya saya merasa stress dengan pekerjaan. Dalam kebingungan, tanpa diduga saya diserang struk secara tiba-tiba. Alangkah tertekannya saya. Selama ini yang mampu mengelola bisnis tersebut hanya saya seorang diri.
            Karena gejala yang mendera secara tiba-tiba, saya merasa curiga bahwa saya diguna-guna oleh saingan bisnis saya. Akhirnya istrri saya mendatangi seorang ahli rukyah asal Semarang. ketika menceritakan gejala yang saya derita, sang ustadz langsung mengerti.
            Tanpa tunggu lama, saya dirukyah. Sebelumnya ustadz Massar menyuruh saya untuk mengadakan selamatan dan mengundang para tetangga dengan tujuan mendoakan diri saya. Setelah beberapa kali dirukyah, perubahan mulai terjadi. Kebiasan sakit kepala yang saya derita menjadi hilang, bahkan yang tadinya saya susah bicara sudah kembali seperti semula. Saya semakin rileks dalam menghadai problem dalam berbisnis.
Mengambil pelajaran dari sebelumnya, saya sering melakukan rukyah untuk menjaga diri dari iri dengki orang lain dan merefresh dari stress. Meskipun pada dasarnya saya hanya membaca doa-doa sederhana arahan ustadz Massar. Terima kasih ustadz.
                                                                                                            Kusmanto. Bekasi

Jumat, 27 Juli 2012

Ruqyah Menangkal Pelet



                Novita Handayani (45), seorang ibu rumah tangga telah lama tidak merasakan hubungan harmonis dengan suaminya Sudarmanto (55). Setiap hari biduk rumah tangga Novita selalu dihiasai dengan pertikaian dan percekcokan, akhirnya tidak jarang orang tua ikut mendamaikan bahkan para tetangga. Puncaknya Novita menggungat suami ke pengadilan.
           Bermula dari berubahnya sikap dan perangai Sudarmanto yang seakan tidak memperdulikan keluarga, selalu pergi pagi pulang malam, bahkan kerap tidak pulang ke rumah untuk beberapa hari. Berbagai alasan dia berikan, akan tetapi sebagai Istri yang telah menemaninya selama 20 tahun, Novita merasa ada sesuatu yang mengganjal.
               “Akhir-akhir ini papa tidak seperti biasanya, apakah ada perempuan lain” Tanya Novita nekat. “Apa sih ma, papa ini sudah tidak muda lagi, sudah tidak kuat, mana mungkin papa akan berbuat begitu” tankisnya. Meskipun begitu, Novita yakin bahwa suaminya telah mempunyai wanita simpanan lain (WIL). “Pasti ada sesuatu yang tidak beres” gumamnya.
               Serapi apapun menutupi bangkai, akhirnya tercium juga. Tanpa sengaja Novita  membuka Hp suaminya dan menemukan sms mesra dari sebuah nomer tanpa identitas. “Sayang, kapan kita pergi bareng lagi” tulisnya.  Dari bukti awal tersebut akhirnya Novita merasa yakin bahwa suaminya telah berselingkuh. Tidak kuat menghadapi kenyataan, Novita mengeluh kepada orang tuanya “Saya harus bagaimana bu, kalau bercerai saya sangat kuatir dengan nasib anak-anak”rintihnya. “Tapi aku sudah tidak kuat” tambahnya.
             “Sekarang terserah papa, pilih keluarga atau selingkuhan papa” tantang Novita. Bagaikan tersambar petir, dengan tanpa beban Sudarmanto memilih selingkuhannya. “Kalau papa milih dia, tapi tidak mau ninggalin kamu” jawabnya dengan santai. Setelah percakapan tersebut Novita dan Sudarmanto sudah tidak tidur seranjang kembali. Novita lebih memilih tinggal bersama kedua anaknya bersama orang tua Novita.
                Selidik punya selidik, ternyata wanita simpanannya adalah sekertaris Sudarmanto sendiri. “Hei wanita jalang, berani-beraninya kamu rebut suami orang” labrak Novita. “Lho suami kamu itu lho yang kegatelan” jawabnya. Saat itu terjadi perkelahian hebat, sampai akhirnya ada seseorang yang melerai.
                Sesampainya di rumah, Novita berfikir bahwa ada keanehan dengan ketertarikannya Sudarmanto terhadap Lisa. “Kenapa papa tertarik dengan janda beranak tiga, padahal wajah dan bodynya tidak menarik” gumamnya. “Bu ada sesuatu yang tidak beres dengan Mas  Manto” keluh Novita kepada ibunya. “Apa mungkin dia terkena pelet ?, untuk memastikannya coba kamu pergi ke pak ustadz ahli rukyah di Semarang”, saran ibunya.
                Tanpa menunggu waktu lama, Novita langsung menemui ustadz tersebut. “Tolong ceritakan kronolgi kejadiannya” pinta ustadz.  Setelah panjang lebar menceritakan kisahnya, akhirnya ustadz memberikan nasihat dan bacaan rukyah untuk menangkal pelet. “tolong ibu laksanakan apa yang telah saya berikan” pinta ustadz.
                Tanpa disangka, setelah beberapa hari Sudarmanto datang dengan menangis sejadi jadinya. “mohon maaf ma, papa khilaf”rintihnya. Ternyata Sudarmanto diberi kesadaran dan dibukan hatinya atas izin Allah Swt. “ya mama maafkan, mama tahu itu semua bukan kesalahan papa” terima Novita. Setelah itu Novita tetap selalu berdzikir dengan bacaan yang telah diajarkan ustadz.

Kamis, 26 Juli 2012

Buta Akibat Inkar Janji



            Sebagai bisnismen kelas nasional, eksistensi untuk mendapatkan keuntungan yang selalu bertambah menjadi mutlak harus dicapai. Tidak mengherankan banyak para pengusaha yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Tidak hanya dalam bisnis termasuk memanfaatkan keuasaan politik sebagai sarana mengumpulkan keuntungan sebanyak-banyaknya.
            Syafi’i yang selama ini dekat dengan pemerintahan sangat mengetahui benar bagaimana berhubungan dengan penguasa. ”Pak mohon proyek ini bisa dilancarkan! untuk hitungannya bapak tinggal minta berapa” salah satu usaha Syafi’i dalam meloloskan usahanya membebaskan tanah di daerah Kalimantan.
            Dengan kemahiran melobi dan iming-iming keuntungan, Syafi’i selalu berhasil mengelabui targetnya. Sampai suatu saat syafi’i tidak bisa mengatasi permasalahan lewat penguasa, secara langsung harus melobi langsung penduduk adat yang tinggal di pedalaman kalimantan. ”Bapak kepala suku yang saya hormati saya bermaksud membeli tanah disini untuk kepentingan bisnis, saya akan beli dengan harta tinggi” bujuknya dengan menggunakan bahasa khas daerah kepada kepala suku. ”saya coba musyawarahkan terlebih dahulu dengan warga di sini” jawab kepala suku.
            Melihat iming- iming yang besar, warga setempat merelakan sebagian besar tanahnya dibeli. ”Setiap meter saya hargai satu juta, untuk pembayarannya saya akan mengangsur bayaran menjadi tiga kali” bujuk Syafi’i. ”Baiklah kami setuju” jawab mereka serempak. Karena warga setempat memiliki  tarap pendidikan yang sangat rendah, dengan mudah mereka menyetujui perjanjian tersebut.

Pembodohan Yang Berakibat Fatal
            Untuk angsuran yang pertama Syafi’i menepati janji, akan tetapi untuk angsuran selanjutnya tidak kunjung dibayar. Padahal gedung-gedung pabrik telah megah dan selesai dibangun.”Kita harus mengambil hak kita kembali” ajak kepala suku. Akan tetapi unjuk rasa yang dilakukan warga setempat harus berhadapan petugas keamanan yang menggunakan tangan besi untuk mengusir mereka.
            ”Ini sudah keterlaluan, kita harus memberi mereka pelajaran” ungkap kepala suku. Tidak beberapa lama setelah rencana dilaksanakan, syafi’i menemukan sebuah bungkusan di atas atap pintu rumah. Tanpa sengaja bungkusan tersebut jatuh tepat diatas kepala dan serbuknya mengenai matanya ”Auuukh, mataku” jeritnya. Tidak beberapa lama mata Syafi’i tidak bisa melihat. Ketika berobat, dokter tidak menemukan zat yang berbahaya dalam serbuk tesebut, kejadian tersebut sangatlah ganjil.
            Dalam prasangka bahwa ini adalah guna-guna, Syafi’i pergi ke tempat ustadz ahli rukyah asal Semarang. Tanpa ragu Syafi’i menceritakan seluruh kejadiannya dari awal sampai akhir. ”Pak Ustadz, saya seorang pengusaha sedang menjalankan bisnis di Kalimantan, tiba-tiba mata saya terkena serbuk dan mengalami kehilangn penglihatan sampai sekarang”. Akhirnya sang ustadz memutuskan untuk merukyah Syafi’i.
            Sebelum merukyah, sang ustadz menyarankan untuk memberikan hak-hak yang harus diterima penduduk di Kalimantan. Banyaknya pikiran, tanggung jawab serta banyaknya dosa akan berpengaruh terhadap suksesnya merukyah. Setelah beberapa kali dilakukan rukyah, akhirnya penglihatan Syafi’i kembali pulih. Dalam proses pemulihan Syafi’i tersadarkan akan pentingnya selalu jujur dan menepati janji.
            Tidak sampai disana, Syafi’i mulai mempelajari berbisnis yang berlandaskan Islam. ”Tiada hal yang memberikan ketenangan batin kecuali dengat dengan Sang Pencipta” nasihatnya kepada sang istri yang ternyata salah satu gadis pedalaman yang disuntingnnya.


Rabu, 25 Juli 2012

Rukyah Sembuhkan Gila



Saya mempunyai saudara yang kaya raya, dengan harta yang berlimpah semua keinginannya dapat diraih dengan mudah. Bagi orang yang pas pasan seperti saya, kehidupan saudara saya menjadi impian yang tidak mungkin kami capai. Akan tetapi dibalik gemerlapnya harta, saudara saya banyak menyimpan masalah disamping banyak saingan dan banyak orang yang tidak menyukainya.
  Disangka karena stress, saudara saya menjadi sering melamun dan merenung. Pada akhirnya saudara saya sering berbicara sendiri dan mulai lepas kontrol. Keluarganya menjadi panik dan langsung membawanya ke rumah sakit, Namun dokter menyarankan untuk ke psikiater, setelah diobati ternyata tidak sembuh bahkan lebih parah.
Saya mempunyai firasat bahwa ini bukan penyakit medis, akhirnya saya membawanya ke ustadz Massar seorang ahli rukyah di Semarang. Setelah dideteksi ternyata memang benar bahwa saudara saya kerasukan jin karena banyak faktor. Setelah beberapa kali dilakukan rukyah, penyakit gila saudara saya beransung sembuh. Dari pengalamannya, saudara saya semakin taat beribadah dan lebih memperhatikan keluarga dari pada bisnisnya, terimakasih ustadz.
                                                                                    Zulkifli, Surabaya

Diuji Karena Tidak Pandai Bersyukur



            Sukardi seorang pengusaha kaya dengan berbagai cabang perusahaan. Segala usaha bisnis yang digelutinya selalu menuai kesuksesan. Milyader yang satu ini sangat memegang prinsip. ”Bagiku manusia semuanya sama, mereka bisa sukses kenapa kita tidak” ungkapnya dengan penuh kebanggan.
            Berasal dari keluarga yang pas-pasan Sukardi tetap semangat untuk mengikuti saudara-saudaranya berbisnis, meskipun hanya sekedar berjualan baso atau menjadi pedagang pakaian. Dengan semangat dan usaha yang tidak kenal lelah Sukardi mampu mengetahui kiat-kiat sukses dalam berbisnis. ”hanya orang malas saja yang tidak bisa sukses dalam bebisnis” tuturnya.
            Akan tetapi sangat disayangkan, dengan kesuksesannya yang diraih Sukardi tidak bisa cara bersyukur. ”Aku dapatkan harta ini dengan keringatku sendiri, kenapa aku harus berbagi dengan yang lain”. Jawaban tersebut mengalir begitu saja ketika sang istri memperingatkan untuk mensedekahkan sebagian hartanya.
            ”Bapak ini sangat keterlaluan, hampir setiap orang yang meminta sumbangan bapak tolak, mau bapak apakan harta sebanyak ini” ungkap sang istri. ”hidup hanya sekali, sudah seharusnya kita menikmati hasil jerih payah kita sendiri, orang yang meminta-minta itu pastinya mereka malas untuk berusaha”.  
            Tidak hanya pelit dalam harta, Sukardi kaya tidak mengindahkan perintah-perintah agama. Sukardi jarang mengerjakan sholat lima waktu, bahkan Dengan harta yang berlimpah Sukardi mempunyai lima istri simpanan di tempat yang berbeda. Banyak orang yang merasa sakit hati karena perbuatannya.

Peringatan Tuhan
            Dari berbagai kedzoliman yang diperbuat, akhirnya Sukardi diberi cobaan oleh Allah Swt. Sukardi tiba-tiba jatuh sakit, tubuhnya mengalami demam tinggi selama satu minggu. Sampai akhirnya Sukardi tidak bisa menggerakan anggota tubuhnya. ”Apa yang terjadi dengan tubuhku ini” Sukardi merintih.
            Telah dicoba berobat keberbagai rumah sakit terkemuka, penyakit Sukardi belum dapat disembuhkan. Diagnosa dokter, Sukardi mengalami kelumpuhan karena kurangnya cairan sumsum tulang belakang. Segala macam usaha medis diusahakan akan tetapi kesembuhan belum kunjung datang.  
Dalam renungannya Sukardi menyesali seluruh perbuatannya. ”Ya Allah mohon ampunan-Mu, hamba tidak kuat menahan cobaan ini” rintihnya. Sukardi menyadari dalam keadaannya sekarang, harta yang berlimpah menjadi tidak berharga ketika nyawa sudah di depan mata.
Akhirnya salah satu keluarganya menyarankan untuk mendatangi seorang ahli rukyah di Semarang. Saran sang ustadz sangatlah ringkas, ustadz menyarankan agar seluruh harta Sukardi dizakati. Disamping itu menyarankan untuk memperbanyak sedekah.
Selama satu bulan Sukardi tinggal bersama ustadz untuk dilakukan terapi, pengobatan yang digunakan berupa penggabungan antara rukyah dan tib nabawi. Tidak lama setalah pengobatan terapi, semakin hari Sukardi semakin membaik. Mulai dari bisa menggerakan tangan sampai akhirnya seluruh tubuhnya kembali seperti semula.
Mulai dari pengalaman pahitnya, Sukardi berubah 180 derajat. Kebanyakan orang tidak mengira bahwa Sukardi akan mendapatkan kesembuhan. Akan tetapi segala sesuatu tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah Swt.

Selasa, 24 Juli 2012

HARMONIS KELUARGA DENGAN RUQYAH



Dilihat dari perhiasan yang menghiasi tubuhnya, tidak ada seorangpun menyangkal bahwa ibu satu anak itu berasal dari keluarga menengah ke atas. Memiliki suami seorang pengusaha kaya, Rizka(bukan nama sebenarnya) dapat dengan mudah mewujudkan semua keinginannya. Akan tetapi, dibalik harta yang berlimpah dan serba berkecukupan, ternyata Rizka tidak merasa bahagia.
“Mah, papah akan keluar kota untuk mengurusi bisnis di Singapura” pamit Priambodo( bukan nama sebenarnya). “Tolong mamah jaga anak-anak, karena papah pergi lumayan lama” tambahnya. Dengan senyum yang dipaksakan Rizka mengiyakan. “Papah juga hati-hati ya” timpal Rizka dengan malas. Dalam lubuk hati yang paling dalam Rizka menjerit, sudah 3 tahun terakhir dirirnya tidak mendapatkan kepuasan batin, sang suami terlalu sibuk dengan bisnis dan urusannya sendiri.
Sementara waktu Rizka dapat menutupi kebosanan dengan mengurus anak semata wayangnya, sampai akhirnya Rizka bertemu Suryanto mantan pacarnya waktu SMA di sebuah pusat perbelanjaan. “Wah kebetulan sekali kita bertemu” sapa Yanto. “perasaan baru kemarin kita bersama” tambahnya. “kamu sudah menikah To?” tanya Rizka. “Belum nih, aku masih belum bisa melupakanmu, jadi lebih baik ku tunggu jandamu” kelekar Yanto. “hus, aku udah punya anak lho” timpal Rizka.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Keakraban yang diperlihatkan Yanto, telah mempengaruhi Rizka. Dari pertemuan itu, Rizka akhirnya sering berkomunikasi bahkan bertemu dan menjalin hubungan. “Sayang sedang apa nih?” rayu yanto. “Rindu kamu”jawab Rizka manja. “lagi butuh uang nih, bisa bantu?. “Apapun pasti kulakukan untukmu sayang”  tanpa ragu Rizka mengiyakan. Merasa nyaman dengan hubungannya, Rizka seakan terhipnotis untuk terus memenuhi keinginan Yanto.
Tiga bulan berlalu, akhirnya Priambodo datang dari Singapura. “Hai mah, nih aku bawakan oleh oleh khusus untuk istri papah tercinta” suprisenya. Kedatangan Priambodo menyadarkan Rizka bahwa dirinya telah berkeluarga. Rizka merasa bingung, disatu sisi dirinya cinta kepada Yanto, akan tetapi di sisi lain Rizka tidak dapat meinggalkan keluarga dan anak yang masih menyayanginya. Dalam kegalaunnya Rizka berbagi cerita dengan Liza sepupunya.
“Gimana Liz, sekarang aku seperti makan buah simalakama ni” adu Rizka. “Terus terang aku merasa berdosa dengan Mas Priambodo, bagaimanapun  juga dia masih tetap sayang keluarga dan tidak macam-macam” tambahnya. “kamu harus secepatnya sadar Riz, kamu sudah melakukan kesalahan fatal” jawab Liza. “ tapi aku nggak bisa melupakan Yanto Liz” ungkapnya. “Kalau begitu, memang jiwa kamu sedang terganggu”tutur Liza. “Ya sudah kalau begitu kita pergi ke seorang Ustadz ahli rukyah asal semarang saja, semoga  beliau bisa mengobati hatimu yang sedang kacau” ajak Liza.
Tanpa menunggu waktu lama Rizka dan Liza pergi menemui Ustadz Massar. Setelah menceritakan kronologi kejadian, Ustadz Massar memberikan wejangan yang diteruskan dengan melaksanakan rukyah diri. “Mbak Liza, pada dasarnya apa yang terjadi kepada mbak Rizka merupakan cobaan, yaitu gangguan dalam rumah tangga akibat adanya orang ke tiga. Saat ini, kondisi  mbak Rizka dalam pengaruh pelet Yanto, sehingga harus dilaksanakan rukyah diri” saran ustadz.
Setelah beberapa kali dilaksanakan rukyah, akhirnya Rizka dapat melupakan Yanto sama sekali. “Perlu Mbak Rizka ketahui, bahwa hanya mendekatkan diri kepada Allah, diri kita dapat terjaga dari hal-hal negatif, oleh karenanya jagalah sholat lima waktu dan perbanyaklah ibadah” saran terakhir Ustadz Massar. Tidak lama dari keputusan Rizka meninggalkan Yanto, keburukan demi keburukan mulai terkuak, diantaranya kepalsuan cinta Yanto kepadanya. Selama berhubungan, ternyata Yanto hanya memanfaatkan harta Rizka untuk memenuhi kebutuhannya. 

Senin, 23 Juli 2012

Sembuh Kanker dengan Rukyah


            Saya seorang Ibu rumah tangga, tidak tahu pastinya mulai kapan saya selalu merasakan sakit kepala. Sakit yang saya rasakan bertahap, mulai dari sakit biasa yang dapat disembuhkan dengan obat warung. Sampai dalam kurun waktu setahun sakit kepala saya menjadi parah dan tidak tertahankan. Begitu parahnya saya sering pingsan apabila sakit kepala tersebut kambuh.
            Awalnya ketika periksa ke puskesmas saya didiagnosa sakit kepala biasa dan dapat diobati dengan parasetamol. Akan tetapi karena penyakit saya yang tidak kunjung sembuh, akhirnya saya periksakan diri ke rumah sakit. Saya divonis kanker otak. Alangkah terkejutnya saya karena tidak menyangka penyakit saya separah itu.
            Dengan segala keterbatasan saya mencoba terapi obat tradisional, akan tetapi perubahan yang saya rasakan sangat sedikit. Saya hanya mendapatkan kesegaran tubuh tanpa hilangnya sakit kepala. Mendapat petunjuk dari seorang kerabat tentang perpaduan pengobatan tib nabawi dan rukyah, tanpa ragu saya mendatangi ustadz Massar di Yayasan Kaish Kita Nusantara Semarang. Setelah beberapa kali mengikuti terapi, perubahan secara signifikan mulai terasa, saya sudah tidak merasakan sakit kepala lagi. Ketika saya ceck up lagi ke dokter, alangkah senangnya hati saya ketika mendengar berita dari dokter bahwa kanker saya telah sembuh.   Terima kasih ustadz.

                                                                                    Maemunah,Banyuwangi

Minggu, 22 Juli 2012

Prahara Akibat Khianat



            Seorang pengusaha kaya yang rendah diri, dengan pakaian yang apa adanya tidak terlihat bahwa dia seorang millioner. Hidup bergelimang harta tidak membuatnya sombong. Dari kerutan wajahnya tidak diragukan bahwa dia telah menelan banyak pengalaman , tanpa terkecuali pengalaman pahit yang selalu membekas dalam ingatannya.
Salam seorang pejabat pemerintahan di salah satu  kabupaten di Sumatra. Dengan keuletan dan kerja keras Salam dapat mengalahkan rekan-rekannya dalam meniti karir. Dalam waktu singkat Salam dapat mendapatkan jabatan penting di pemerintahan kabupaten, berbeda dengan rekannya yang masih di kecamatan bahkan kelurahan.
            Akan tetapi sangat disayangkan, dalam keuletan dan kerja kerasnya Salam menyimpan ambisi pribadi, kerjanya selama ini bukan murni untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Baginya jabatan hanyalah batu loncatan untuk menumpuk kekayaan dan mencari kedudukan.

Awal Kecurangan
            Untuk melancarkan niatnya, Suratman mengangkat kroninya dalam jajaran pemerintahan, tentunya dengan cara nepotisme ”aku harus menyisihkan orang-orang yang bukan golonganku” gumamnya. ”Suratman tolong diterima sebagai wakil sekertaris,  mohon yang lain disisihkan! Ini ada uang untuk kamu” perintahnya kepada salah seorang penyeleksi pegawai negri.
            Meskipun pejabat baru Suratman sebagai antek Salam Dengan leluasa mulai mengotori pikiran para pejabat di kabupaten. ”Pak Samsul tolong nanti dukung Pak Salam, ini ada sedikit hadiah untuk bapak” rayu Suratman kepada salah satu pejabat. Satu demi demi satu para pejabat dapat diraih hatinya untuk mendukung Salam, kebetulan sebentar lagi ada pemilihan Bupati. ”Man bagaimana perkembangannya” tanya Salam, ”semua beres pak, tinggal beberapa orang saja yang masih mempertahankan idealitas”. ” tolong semuanya dibereskan!”pinta Salam.
             
Korupsi Berjama’ah
            Tidak butuh waktu lama, sebagian besar pejabat sudah termakan bujuk rayu Salam dan anteknya. Dalam kesempatan dibawah satu komando, Salam mencoba membuat proyek bayangan, tujuannya tiada lain mengambil keuntungan dari anggaran akhir tahun yang masih ada sisa untuk dana kampanye,” Bapak Bupati mohon bisa menyutujui proposal kegiatan bakti sosial dan pelayanan kesehatan untuk setiap desa yang ada di Kabupaten kita” pinta Salam.
            Awalnya Bupati meragukan program kerja tersebut, selama ini program tersebut sudah berapa kali dilaksanakan. Akan tetapi karena desakan Salam yang didukung antek-anteknya Bupati harus menyetujuinya. Menindak lanjuti rogram tersebut Salam melakukan konsolidasi dengan para pejabat yang ingin mendapatkan bagian uang. Tanpa disangka lebih dari dua puluh orang yang terlibat persekongkolan tersebut.
            ”Suratman tolong kamu menupulasi data, Samsul kamu mengadakan pengecekan kebeberapa lokasi sebagai semple, Ratri kamu faham apa yang harus kamu lakukan”. ”Sipa Pak” dengan serempak mereka menjawab. Bagaikan dicocok hidung para pejabat yang korup mematuhi Salam.
           
Akhir Yang Tragis
            Bagaimanpun menyembunyikan bangkai, baunya pasti tercium juga. Berawal dari kecurigaan Bupati ketika mengeluarkan biaya besar akan tetapi kegiatan dilapangan tidak semarak, ditunjang dengan laporan beberapa LSM yang mengetahui gelagat dari tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut. Akhirnya sepakat kasus ini dilaporkan ke KPK untuk diaudit.
            ”Saya ini pejabat yang bersih, tanya saja kepada yang lain” rengeknya, ketika KPK menyeretnya untuk diperiksa. Dalam pemeriksaan, ternyata Salam terbukti melakukan korupsi secara berjam’ah. Akhirnya pengadilan memutuskan untuk menjebloskannya ke dalam tahanan beserta antek-anteknya. Tidak berhenti disana, rumah Salam dibakar oleh masa yang mengetahuinya.
            Selama 15 tahun mendekam di penjara, Salam harus merelakan kehilangan anggota keluarga dan kehilangan seluruh harta kekayaan karena disita Negara. Kesadaran hadir ketika semuanya telah berakhir. Dengan sisa kekuatannya Salam akhirnya bertaubat dan meminta pertolongan kepada Allah Swt.
            Sampai akhirnya Salam bertemu seorang ustadz ahli rukyah dan usaha ala nabawi dari Semarang. Berguru kepada beliau beberapa tahun, Salam mulai meniti usaha dari nol dibawah bimbingannya. Dengan menggunakan relasinya yang banyak, dalam waktu singkat Salam bisa bersaing dalam usaha bisnis sampai menjadi seperti sekarang.

Sabtu, 21 Juli 2012

Didatangi Rezeki Karena Rukyah



            Saya terlahir dari keluarga yang pas pasan. Selama ini keluarga saya sangat jauh dari agama. Ayah seorang rentenir yang selalu terkena tipu sedangkan ibu berjualan di sebuah warung kecil dengan minuman keras selalu menghiasi lemarinya. Karena  lingkungan yang seperti itu, saya menjadi terbiasa mencari rizki dengan cara yang tidak halal menurut agama.
            Akhirnya kebiasaan tersebut terbawa ketika saya di Jakarta. Disamping karena kebiasaan, saya juga tidak tahu jalan yang benar dalam berbisnis. Dengan segala macam cara saya lakukan demi mendapat keuntungan. Meskipun begitu saya selalu gagal dalam berusaha, sampai suatu ketika saya terlilit hutang dan menjadi buronan. Dengan meminta bantuan orang tua, saya dapat terbebas dari hutang akan tetapi harus dibayar mahal yaitu kehilangan tanah satu-satunya harta keluarga saya.
            Dari kejadian tersebut, saya sadar dan ingin bertaubat. Akan tetapi saya tidak tahu harus kemana, sampai akhirnya saya mendapatkan kabar dari salah satu teman untuk mendatangi Ustadz Massar seorang ahli rukyah di semarang. Saya langsung mengungkapkan maksud saya. Dengan segera saya meminta untuk dirukyah dalam rangka membersihkan diri dari kotoran jiwa. Ustadz Massar memberi saya banyak doa dan harus saya amalkan.
            Dalam waktu yang tidak lama saya membuka usaha kembali. Meskipun kecil-kecilan saya merasa tenang karena dari uang halal. Akan tetapi sungguh di luar dugaan .Tanpa disangka usaha saya sekarang dengan berkembang pesat. Saya sudah mempunyai lima toko pakaian dan rental mobil. Terima kasih Ustadz.
                                                                                                Zaeni, Kendal

Jumat, 20 Juli 2012

Bisu Akibat Ghibah



      Sudah menjadi tradisi bagi para istri pejabat dan eksekutif mengadakan perkumpulan untuk sekedar arisan atau ajang pamer kekayaan dan bisnis. Tentunya sebagai wanita tidak terlepas dari agenda sampingan yang justru lebih dominan yaitu ngrumpi. ”dunia terasa hampa tanpa ngerumpi” ujar Linda salah satu anggota perkumpulan tersebut.
      ”Jeng tahu gosip terbaru gak? Sekarang si Surminah tetangga kampung kita yang sok alim ternyata suaminya seorang penjahat lho”.Linda membuka pembicaraan.”masa iya jeng, yang saya tahu dia orang alim”. Sahabatnya menimpali. ”Tadinya saya juga gak menyangka begitu, pakaian muslim yang selalu dikenakan ternyata hanya dijadikan sebagai topeng belaka”. Dari perkumpulan tersebut Linda lah yang terkenal paling banyak bicara.
        Surminah dan suaminya memang keluarga baru di perumahan Argajalanri. dalam berpakian dan bergaul keluarga surminah sangat taat terhadap agama, sehingga dianggap aneh bagi warga perumahan Argajalanri yang penuh dengan kehidupan gelamor dan bermegah-megahan.

Ghibah Berakibat fitnah
          ”Mas yang sabar ya! Untuk menghadapi para tetangga yang menganggap kita aneh, ini ujian dari Allah dalam perjalanan dakwah kita”. Surminah mencoba menenangkan suaminya yang mulai emosi mendengar banyak dibicarakan para tetangga. ”Ini sudah melampaui batas bu, kita sudah di dzolimi”. Suaminya menyanggah. ”Mas harus ingat bahwa sesama muslim adalah saudara, kita tidak boleh membalas kejelekan dengan kejelan serupa”. ”terserah ibu lah!”suaminya menutup dialog.
           Ditempat lain para ibu-ibu yang sedang kumpul-kumpul semakin santer membicarakan prihal keluarga Surminah. ”Ibu-ibu harus tahu, ternyata Surminah memakai jilbab selama ini karena kepalanya penyakitan, ibu-ibu diharap jangan mendekat nanti ketularan”. Lagi-lagi Linda yang paling santer memojokkan keluarga Surminah. Usut-punya usut, ternyata Linda menyimpan dendam kepada keluarga tersebut akibat mendapatkan peringatan ketika membeli minuman keras disebuah toko untuk keperluan pesta.

Akibat Banyak Gibah
         Dari perkataan menjadi sebuah tindakan. Para ibu-ibu yang tidak tahu menahu permasalahan menjadi terhasut yang kemudian memojokkan keluarga Surminah. ”ih jauhi Surminah nanti ketularan penyakitnya”. Ejekan warga terhadap keluarga Surminah semakin menjadi-jadi. Bahkan ada yang langsung mendatangi kerumahnya ”hei mending kamu pergi saja dari sini, dari pada kita disangka menyembunyikan teroris, atau paling tidak kita tertular penyakit” yang mencaci ternyata Linda.
         ”Salah kami apa? Kami bukan teroris, lagi pula kepala saya tidak penyakitan, semua itu fitnah” rintih Surminah sambil bercucuran air mata. ”Terserah pokoknya penduduk disini tidak suka sama kalian, cepat pergi sebelum diusir” bentak Linda. Kebetulan suami Surminah tidak dirumah sehingga Linda dengan bebas mencaci Surminah.
         Dalam keterpurukannya, keluarga Surminah hampir putus asa. Surminah memikirkan untuk secepatnya mengungsi, akan tetapi banyak pertimbangan melihat tempat kerja suami dan keperluan lainnya. Sampai akhirnya Surminah membaca rubrik konsultasi Ustadz Massar disalah satu media cetak. Tanpa pikir panjang Surminah dan keluarga mendatangi alamatnya.
      ”Banyak-banyaklah berdoa, semoga Allah memberikan jalan keluar dan menyadarkan mereka dari kesesatan”. Nasehat sang Ustaadz, setelah itu beliau memberikan amalan-amalan doa yang bersumber dari al Quran. Dengan bekal tersebut keluarga Surminah merasa tenang.
        Setiap sholat Surminah merintih”Ya Allah semoga kami diberi kesabaran dan keselamatan, dan semoga terjauh dari fitnah yang keji”. Tanpa disangka, beberapa waktu kemudian Linda mengalami sakit karena pecahnya pita suara yang menyebabkan kebisuan. Dengan kebisuan Linda, dari hari ke hari gosip tentang keluarga Surminah semakin hilang sampai akhirnya hilang sama-sakali.

Kamis, 19 Juli 2012

Bangkit dari Keterpurukan



            Istri saya seorang pengusaha Restoran Padang di Bandung, selama ini sering mengalami kerugian. Padahal ketika saya pegang restoran tersebut satu tahun yang lalu, selalu mendapatkan laba yang lumayan besar.
            Ketika saya menelusuri penyebab kemunduran secara teori ekonomi, saya tidak mendapatkan jawaban. Tempat usaha istri saya cukup strategis, pelangganpun ketika saya tinggalkan sudah banyak. Kemampuan istri saya dalam mengelola restoran sudah tidak diragukan lagi. Istri saya sebelumnya sukses mengembangkan  usaha restoran padang di Magelang.
            Melihat keadaan yang janggal saya menjadi curiga, kemungkinan penyebabnya adalah hal ghaib. Ternyata dugaan saya tidak melesat, salah satu teman istri saya merasa iri atas kesuksesan istri saya. Kecurigaan saya semakin mantap ketika saya menemukan bungkusan hitam diatas pintu masuk restoran.
            Ketika itu saya merasa bingung kemana harus menyelesaikan urusan ghaib, saya takut syirik kalau harus pergi ke dukun atau ke paranormal. Akhirnya tetangga saya menyarankan untuk pergi ke Yayasan Kasih Kita Nusantara di Semarang yang diasuh oleh Ustadz Massar, Seorang Pakar rukyah.
            Setelah saya selesai berkonsultasi, ditetapkan bahwa jalan keluarnya adalah dengan merukyah restoran tersebut. Tanpa menunggu waktu lama saya melaksankannya dan Alhamdulillah setelah dilakukan beberapa tahapan rukyah perubahan demi perubahan mulai terasa.
            Tidak sampai disitu, Ustadz Massar juga memberikan masukan kepada saya dan istri saya untuk selalu berbisnis dengan cara yang baik dan islami, beliau memberikan penjelasan bisnis ala nabawi yaitu cara bisnis yang diridhoi untuk mendapatkan kesuksesan tidak hanya di dunia. Terima kasih Ustadz.  


                                                                                                            Indriawan, Bogor

Rabu, 18 Juli 2012

Rukyah Bukan Pengobatan Alternatif



            Saya seorang pengusaha kayu lapis, usaha saya menuai sukses ketika saya berumur 30 tahun. Dengan kekayaan yang melimpah, akhirnya kebiasaan yang buruk tidak dapat dihindari. Mulai dari sering mengkonsumsi minuman keras sampai kebiasaan merokok. Bisa dikatakan pola hidup saya tidak teratur.
            Akibat pola hidup yang tidak teratur akhirnya saya menderita sakit dipersendian. Selain itu saya selalu merasakan panas disekujur tubuh dan mudah lelah. Karena buta akan kesehatan dan tidak terbiasa berobat ke dokter, saya memutuskan pergi ke tempat rukyah. Karena penyakit yang saya derita agak sedikit ganjil, saya mengira bahwa saya diguna-guna.
            Setelah dilakukan rukyah ternyata penyakit saya dapat dideteksi,  Saya menderita asam urat. Pengobatan akhirnya diteruskan dengan menggunakan metode tib nabawi, dengan menggunakan bahan-bahan herbal dan wasilah doa atas izin Allah saya tidak merasakan lagi keluhan yang salama ini mengganggu kesehatan saya.
            Maka saya menyimpulkan bahwa rukyah dan tib nabawi bukanlah pengobatan alternatif. Pengobatan tersebut dapat dilakukan ketika kita merasakan sakit apapun. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ustadz Massar yang selama ini mengobati saya dengan metode rukyah dan tib nabawi.
                                                                                                           Zaki Mubarok, Kendal

Selasa, 17 Juli 2012

Akibat Keserakahan Manusia


Dengan tubuh yang hanya berbalut kulit dan tulang, semua orang tidak akan menyangka bahwa kakek tua renta yang tergeletak diranjang reot adalah seorang yang dulunya kaya raya dan gagah. Ditempat lain seseorang dengan gaya parlente berdasi duduk dikursi empuk berlimpah kekayaan adalah seorang pekerja kasar. Perubahan keduanya bermula dari sebuah peristiwa.
            Sebut saja Zaky, pemuda kaya raya dari kota ingin membebaskan sebuah tanah untuk keperluan pengembangan bisnis di Desa Pegandon Jawa Timur. Kebetulan yang mempunyai tanah adalah Royan seorang petani desa. ”bagaimana kalau aku beli tanah mu dengan harga dua kali lipat?”. tawar Zaky. ”mohon maaf den, bukan kami tidak mau menjual, tanah tersebut merupakan warisan yang harus dijaga secara turun temurun”. Tolak Royan dengan halus.
            Merasa diremehkan, Zaky mulai mencari cara untuk mendapatkan tanah tersebut. Dengan meminta bantuan dari perangkat desa dan aparat keamanan Zaky memaksakan kehendaknya. ”Mohon bapak lurah membantu saya membebasan tanah tersebut, ini sangat mendesak karena ada infestor asing yang akan menanam saham di perusahaan saya”. Rayu Zaki .
            Melihat tumpukan uang di depan mata, pak lurah ikut tergiur yang berujung pada  menipulasi akta tanah milik Royan. ”jangan rampas tanah kami pak, ini warisan leluhur” rengek Royan. ”Tanah milik kamu ini tidak berkata, maka tanah tersebut dianggap tidak bertuan, kecuali sudah mematuhi ketentuan yang berlaku” kilah pak lurah.
            Merasa orang kecil dan tidak mengerti apakah sebuah tanah butuh akta dan bukti lainnya, Royan hanya bisa pasrah. Sebaliknya Zaky dengan sombong ”akhirnya aku dapat menguasai juga tanah ini, semoga mister Ronal senang dan dapat diajak kerja sama”tuturnya.

Titik Balik
Sampai peristiwa tersebut dilupakan keduanya, Zaky masih berbisnis dengan Mister Ronal. Berbeda dengan Royan, dia bekerja banting tulang untuk mencapai cita-citanya sebagai bisnismen. ”saya harus menjadi orang besar tetapi tidak seperti orang yang pernah merampas tanah leluhurku, mereka besar dengan harta tidak dengan ilmu dan iman” gumamnya.
Tanpa disangka, terjadi perubahan yang signifikan. Zaky yang selama ini hidup mewah dalam sekejap menjadi miskin karena menanggung hutang milyaran rupiah akibat penipuan yang dilakukan rekan bisnisnya sendiri yaitu mister Ronal. Dengan segala keterlanjuran Zaky menyesali seluruh perbuatannya. ”kenapa aku melakukan segala cara untuk mencapai ambisi, kalau akhirnya akan seperti ini” sesalnya.
Berbeda dengan Royan, setelah berusaha keras dan banting tulang. Royan mendatangi guru spiritual untuk mengaji dan menuntunnya dalam berbisnis ala nabawi. ”saya butuh keseimbangan dalam hidup antara ruhani dan duniawi, saya tidak mau menjadi orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan ambisinya”gumamnya dalam hati. Gurunya sendiri seorang Ustadz di Yayasan Kasih Kita Nusantara. Lewat bimbingannya Royan dapat melangkah pasti tanpa ada keraguan dalam usaha maupun bisnisnya.
Dengan keadaan masing-masing yang berbeda akhirnya keduanya dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang berharga dari apa yang telah diperbuat.

Senin, 16 Juli 2012

Pesugihan Pembawa Laknat



            Dengan kehidupan yang lontang lantung Amir tidak mempunyai tujuan kecuali perutnya terisi makanan. Dalam kondisi tersebut yang ada di pikiran Amir adalah khayalan-khayalan tingkat tinggi tentang kekayaan yang didapatkannya tanpa bersusah payah. “alangkah senangnya hidup ini kalau kita menjadi kaya raya:”gumamnya.
            Dengan pergaulan yang tidak jelas, para penganguran sangat rentan terhadap hal-hal ghaib yang memberikan harapan kosong. “Mir kamu mau gak ku ajak pesugihan, udah banyak lho yang berhasil” tawar temannya.  “tidak ah, aku takut dosa” timpal Amir. Pada hakikatnya Amir adalah orang baik bahkan jebolan pesantren meskipun tidak lama menyantri.
             Karena desakan teman-temannya Amir terpaksa ikut. “Dimana Ned tempatnya. “di Gunung Lawu mir, mulai sekarang ayo kita siap-siap berangkat. Dengan bekal alakadarnya rombongan pengangguran tersebut berangkat. Sesampainya di Gunung, masing-masing berpisah untuk mencari pesugihannya masing-masing. “Kamu meminta apa Mir”ungkap pesugihan yang didatangi Amir yang kebetulan genderewo.
            “Aku minta kekayaan yang  melimpah”, “apa kamu sanggup menjalankan syaratnya” jawab sang Genderewo. Dengan mantap Amir menjawab “ya”. Adapaun syarat tersebut yaitu Amir dijadikan sebagai tempat bersemayamnya genderewo tersebut.
Awal Prahara
            Dengan bersemayamnya Genderwo dalam tubuh Amir, perubahanpun terjadi. Amir menjadi sangat liar dan tidak terkendali. Terkadang sadar dan sebaliknya.”Mir apa yang terjadi sama kamu” tanya teman-temannya. Tidak dijawab, sebaliknya mereka justru di pukul. Kebetulan pada waktu itu Amir dalam keadaan kerasukan.
            ”Apa yang terjadi denganku” gumam Amir. ”lho ini uang dari mana?” tanyanya kepada para temannya ketika sadar. ”Ha..ha..ha..akhirnya tujuanku tercapai” dengan sombong Amir pamer kepada teman-temannya. Ternyata sifat Amir telah berubah 180 derajat. Berbagai kejahatan dia lakukan tanpa rasa malu. Jika awalnya Amir tidak malu ketika kerasukan genderwo, sekarang ketika sadarpun Amir tetap menjadi pribadi yang kasar dan jahat.
            Satu kampung merasa risih dengan Amir, tidak hanya karena sombong dengan kekayaannya, lebih dari itu Amir banyak melakukan maksiat. ”inilah tujuan hidup gua” gumamnya. Ditengah kemegahannya ternyata hal tersebut tidak gratis. Sang Genderewo mulai meminta balas budi dari Amir. ”Aku ingin kau melakukan hubungan intim dengan tujuh gadis perawan” tuntutan sang Genderewo.
            Sangat sulitnya mendapatkan perawan, Amir akhirnya nekat memperkosa gadis dikampungnya. Melihat keadaan tersebut, warga marah dan menghakimi Amir sampai sekarat. Akan tetapi anehnya Amir tidak menemui ajalnya meskipun keadaan dirinya sudah sangat parah dan kritis. Akhirnya Amir diamankan oleh polisi.
            Dalam keadaan yang mengenaskan, keadaan Amir antara hidup dan mati. Wargapun merasa terenyuh dengan keadaan tragis yang dialami oleh Amir. Dalam kesendiriannya para temannya menjenguk dan ikut prihatin, akhirnya mereka memanggil ustadz bahkan paranormal untuk mengobati Amir, akan tetapi semua usaha tersebut sia-sia, Amir tetap dalam keadaannya. Sampai akhirnya mereka memanggil seorang ustadz ahli rukyah asal Semarang. Dengan berhati-hati sang ustdaz mengeluarkan Genderewo dari tubuh Amir. Setelah itu barulah Amir dapat menghembuskan nafas terakhirnya. 

Sabtu, 14 Juli 2012

Prahara Akibat Khianat



            Seorang pengusaha kaya yang rendah diri, dengan pakaian yang apa adanya tidak terlihat bahwa dia seorang millioner. Hidup bergelimang harta tidak membuatnya sombong. Dari kerutan wajahnya tidak diragukan bahwa dia telah menelan banyak pengalaman, tanpa terkecuali pengalaman pahit yang selalu membekas dalam ingatannya.
Salam ( bukan nama sebenarnya) seorang pejabat pemerintahan di salah satu  kabupaten di Sumatra. Dengan keuletan dan kerja keras Salam dapat mengalahkan rekan-rekannya dalam meniti karir. Dalam waktu singkat Salam dapat mendapatkan jabatan penting di pemerintahan kabupaten, berbeda dengan rekannya yang masih di kecamatan bahkan kelurahan.
          Akan tetapi sangat disayangkan, dalam keuletan dan kerja kerasnya Salam menyimpan ambisi pribadi, kerjanya selama ini bukan murni untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Baginya jabatan hanyalah batu loncatan untuk menumpuk kekayaan dan mencari kedudukan.

Awal Kecurangan
            Untuk melancarkan niatnya, Suratman (bukan nama sebenarnya) mengangkat kroninya dalam jajaran pemerintahan, tentunya dengan cara nepotisme ”aku harus menyisihkan orang-orang yang bukan golonganku” gumamnya. ”Suratman tolong diterima sebagai wakil sekertaris,  mohon yang lain disisihkan! Ini ada uang untuk kamu” perintahnya kepada salah seorang penyeleksi pegawai negri.
            Meskipun pejabat baru, Suratman sebagai antek Salam dengan leluasa mulai mengotori pikiran para pejabat di kabupaten. ”Pak Samsul tolong nanti dukung Pak Salam, ini ada sedikit hadiah untuk bapak” rayu Suratman kepada salah satu pejabat. Satu demi demi satu para pejabat dapat diraih hatinya untuk mendukung Salam, kebetulan sebentar lagi ada pemilihan Bupati. ”Man bagaimana perkembangannya” tanya Salam, ”semua beres pak, tinggal beberapa orang saja yang masih mempertahankan idealitas”. ” tolong semuanya dibereskan!”pinta Salam.
             
Korupsi Berjama’ah
            Tidak butuh waktu lama, sebagian besar pejabat sudah termakan bujuk rayu Salam dan anteknya. Dalam kesempatan dibawah satu komando, Salam mencoba membuat proyek bayangan, tujuannya tiada lain mengambil keuntungan dari anggaran akhir tahun yang masih ada sisa untuk dana kampanye,” Bapak Bupati mohon bisa menyutujui proposal kegiatan bakti sosial dan pelayanan kesehatan untuk setiap desa yang ada di Kabupaten kita” pinta Salam.
            Awalnya Bupati meragukan program kerja tersebut, selama ini program tersebut sudah beberapa kali dilaksanakan. Akan tetapi karena desakan Salam yang didukung antek-anteknya Bupati harus menyetujuinya. Menindak lanjuti program tersebut Salam melakukan konsolidasi dengan para pejabat yang ingin mendapatkan bagian uang. Tanpa disangka lebih dari dua puluh orang yang terlibat persekongkolan tersebut.
            ”Suratman tolong kamu manipulasi data, Samsul kamu mengadakan pengecekan kebeberapa lokasi sebagai semple, Ratri kamu faham apa yang harus kamu lakukan”. ”Siap Pak” dengan serempak mereka menjawab. Bagaikan dicocok hidung para pejabat yang korup mematuhi Salam.
           
Akhir Yang Tragis
            Bagaimanpun menyembunyikan bangkai, baunya pasti tercium juga. Berawal dari kecurigaan Bupati ketika mengeluarkan biaya besar akan tetapi kegiatan dilapangan tidak semarak, ditunjang dengan laporan beberapa LSM yang mengetahui gelagat dari tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut. Akhirnya sepakat kasus ini dilaporkan ke KPK untuk diaudit.
            ”Saya ini pejabat yang bersih, tanya saja kepada yang lain” rengeknya, ketika KPK menyeretnya untuk diperiksa. Dalam pemeriksaan, ternyata Salam terbukti melakukan korupsi secara berjam’ah. Akhirnya pengadilan memutuskan untuk menjebloskannya ke dalam tahanan beserta antek-anteknya. Tidak berhenti disana, rumah Salam dibakar oleh masa yang mengetahuinya.
            Selama 15 tahun mendekam di penjara, Salam harus merelakan kehilangan anggota keluarga dan kehilangan seluruh harta kekayaan karena disita Negara. Kesadaran hadir ketika semuanya telah berakhir. Dengan sisa kekuatannya Salam akhirnya bertaubat dan meminta pertolongan kepada Allah Swt.
            Sampai akhirnya Salam bertemu seorang ustadz ahli rukyah dan bisnis ala nabawi dari Semarang. Berguru kepada beliau beberapa tahun, Salam mulai meniti usaha dari nol dibawah bimbingannya. Dengan menggunakan relasinya yang banyak, dalam waktu singkat Salam bisa bersaing dalam usaha bisnis sampai menjadi seperti sekarang.

Senin, 09 Juli 2012

Fitnah Kaum Elitis


Kakak saya seorang pengusaha kaya raya yang tinggal di Jakarta. Pergaulan dan relasinya tidak hanya dengan para pengusaha eksekutif, lebih dari itu dia dekat dengan beberapa pejabat pemerintah sebagai rekan bisnis yang dibutuhkan untuk keperluan politik.
Dari pergaulannya dengan para pejabat, akhirnya dia tertarik dan terjun dalam dunia politik menjadi salah satu pengurus pusat partai politik. Politik sendiri baginya hanya menjadi jalan untuk memperkokoh perekonomian pribadi. Baginya tidak ada perjuangan murni kecuali di dalamnya menyimpan kepentingan pribadi.
            Karir usaha dan perpolitikan yang begitu sukses ternyata membuat kakak saya lupa diri, dengan segala upaya dia usahakan untuk mendapatkan kekayaan dan jabatan. Dengan alasan eksistensi politik dan dunia bisnis, tidak jarang dia mencurangi temannya sendiri untuk mendapatkan ambisinya mendapatkan jabatan dan menumpuk kekayaan. Dari perangainya yang buruk, tidak sedikit rekan politik dan bisnisnya merasa sakit hati dan menyimpan dendam.
            ”Dalam percaturan politik dan bisnis yang ada adalah kepentingan, kamu harus tega de” ujarnya ketika berkunjung ke tempatku. Waktu itu aku belum faham apa maksudnya perkataan tersebut. Sampai akhirnya aku mendengar berita bahwa kakakku menjadi tersangka penipuan dan harus meringkuk di tahanan.

Awal Keterpurukan
            Kakak sendiri mendapatkan tuduhan penggelapan uang negara dalam sebuah proyek. Tanpa disadarinya, kasus tersebut ternyata hasil rekayasa rekan-rekannya yang menyimpan dendam dengan tujuan menghancurkan nama baik. Dengan segala upaya kakak saya menyelamatkan diri, akan tetapi sia-sia karena konspirasi musuh-musuhnya yang kuat.
            Akibat tercoreng nama, bisnisnya menjadi merosot dan banyak rekan politik yang menjauh. Tidak banyak yang mau membantu, sifatnya yang culas sangat membekas dalam hati rekan-rekannya. ”Yang sabar ya mas, pasti Allah memberikan jalan keluar bagi mas” tuturku ketika menengok ke penjara. Yang membuatku tambah prihatin adalah keluarga yang sangat membutuhkan kehadiran kakak.
            Dalam keadaan mimbang aku dan keluarga tidak tahu harus bagaimana. Kami sudah putus asa, sampai akhirnya tanpa disengaja kami melihat konsultasi permasalahan di tabloid Hikmah asuhan Ustadz Massar di Semarang. Tanpa pikir panjang kami mengunjunginya.
            Saya menceritakan kronologi permasalahan dari awal sampai akhir. Ustadz mendengarkan dengan seksama dan mengajak kami untuk beristighfar bersama. Dengan mensucikan diri semoga Allah berkenan mendengarkan jeritan hambanya. Ustadz menyarankan untuk menyampaikan kepada kakak saya agar bertaubat dan melakukan banyak ibadah serta pasrah kepada yang maha kuasa meskipun dalam penjara.
            Adapun kami sekeluarga disarankan memperbanyak istghosah dan amalan ibadah. Tanpa diduga dalam waktu beberapa minggu pengadilan dapat mengungkap hasil rekayasa dalam kasus kakak. Akhirnya kakak saya divonis bebas. Dengan pengalaman yang dilaluainya kakak mulai menyadari semua kesalahannya dan mulai menjalni hidup dengan bersih. Dan sekarang mendapatkan hasil yang berlipat dari sebelumnya.