Kemudahan dan pertolongan Allah
SWT akan diberikan kepada siapa saja yang senantiasa mendekatkan diri kepada –
NYA. Tak terkecuali Faizal ( 32 )(bukan nama sebenarnya) asal Denpasar lulusan
Universitas Undiksa jurusan ekonomi dan Bisnis.
Berawal dari seorang karyawan
disebuah hotel yang cukup ternama sebagai office boy, Faisal harus merasakan
pahit getirnya menjadi bawahan yang selalu bekerja dibawah tekanan atasannya.
“Hei OB..tolong kamu perbaiki jendela kamar yang rusak, o iya tamu dari jogya
yang tadi pagi kehilangan barang ingin bertemu kamu di lobi malam ini” perintah
sang Manager. Demi menjalankan perintah atasan, sering kali Faizal harus pulang
larut tanpa ada gaji tambahan.
“Kalau begini terus, kapan aku
bisa menabung dan meningkatkan ekonomi keluarga, gaji gak seberapa tapi
kerjanya berat banget” keluhnya kepada salah satu rekan. “Bro, kamu kan lulusan
universitas, kenapa tidak cari pekerjaan lain saja yang lebih mapan?”saran
rekan kerjanya.” Sebenarnya aku juga ingin keluar, tetapi aku tidak punya
ijazah” tambahnya. Setelah lama berfikir, akhirnya Faizal memutuskan untuk resign
dan mencoba peluang kerja dengan melamar pekerjaan lain sesuai ijazah yang di
milikinya
Mencari pekerjaan di masa
sekarang tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Mohon maaf dek, disini
sudah tidak menerima karyawan lagi” tolak perusahaan. “Dengan nilai IP segini,
mana mungkin kamu bisa bekerja di perusahaan kami”. Dengan nada melecehkan,
salah satu direktur perusahaan lainnya menolak. Pulang dengan tubuh gontai
Faizal terus merenungkan nasib sialnya.
Tak terhitung beberapa kali
Faizal harus menelan pil pahit karena hinaan dan penolakan dari berbagai
perusahaan, namun dengan penuh kesabaran dan tak kenal putus asa, dia terus
mencoba. “ Aku harus mencari jalan lain. Aku harus mencari pekerjaan yang
berpresfektif jelas” Gumamnya dalam hati. Akhirnya Faizal mencoba mengadu
peruntungan dengan mendaftar sebagai CPNS .
“Alhamdullilah” syukur Faizal.
Tanpa disangka, dirinya diterima sebagai CPNS dan ditempatkan di sebuah
Departemen Keuangan di Bandung meskipun
masih dalam status honorer. “Aku harus terus bekerja keras, demi masa depan
yang lebih cerah” dengan hati riang Faizal berbicara sendiri. Terbayang dalam
benaknya, suatu saat akan menjadi PNS dan masa depan yang terjamin.
Bulan berganti bulan, tahun
berganti tahun, tidak terasa sudah 5 tahun Faizal bekerja sebagai pegawai honorer,
namun pengangkatan PNS belum juga turun. Merasa galau dengan keadaannya, Faizal
berkeluh kesah kepada bundanya. “Zal, mungkin ada hal yang salah dalam dirimu, lebih
baik kamu berkonsultasi tentang kariermu
dengan seorang Ustadz Ahli Ruqyah di Semarang, siapa tahu kamu cocok, banyak
yang berobat atau berkonsultasi ke sana dan menemukan jalan keluar ” nasehat
sang bunda
Dengan pesawat Garuda, Faizal
terbang ke Semarang untuk menemui Ustadz Massar. Setelah sampai di tempat
Beliau, Faizal mengungkapkan permasalahan kariernya yang seakan jalan di
tempat. Dengan bimbingan Ustadz Massar, Faizal melaksanakan terapi ruqyah diri
yang dilanjutkan dengan ruqyah pelancar rizki. Namun, Faizal yang tak bisa
berlama-lama mengambil cuti, akhirnya melaksanakan ruqyah pelancar rizki secara
jarak jauh. Beliau juga berpesan agar Faizal senantiasa melaksanakan sholat
lima waktu dan menyisihkan sebagian dari gajinya untuk orang yang membutuhkan.
Satu bulan pasca melakukan ruqyah jarak jauh , surat pengangkatan dirinya
sebagai PNS turun dan sekarang Faizal sedang di promosikan menduduki jabatan
yang cukup penting di instansinya. Faizal sangat berterima kasih kepada Ustadz
Massar atas bantunya dan dia berjanji akan melaksanakan apa yang telah
disarankan Beliau untuk selalu menjalankan Amal Ibadah dan membantu sesama yang
kurang beruntung.