Senin, 19 Januari 2015

Kisah Hikmah



Sebagai seorang sales eksekutif Ardi dikenal dengan sikapnya yang flamboyan. Meskipun begitu, dirinya mempunyai kemampuan membangun relasi yang baik, bahkan melebihi teman-temannya sesama karyawan. Oleh karenanya tidak mengherankan apabila direktur perusahan otomotif, sangat perhatian kepadanya. “Ardi tolong kamu urus proyek ini “pinta sang bos. “Siap pak” sigap Andri.
Tanpa dikira dalam mengurusi proyek tersebut, dirinya dipertemukan dengan Lia, teman kuliahnya 5 tahun yang lalu di Universitas Gajah Mada (UGM). “Wah wah! gak nyangka kita bisa bertemu disini” sapa Ardi, “Gimana kabarmu Lia?” tambahnya. “Kabar baik, Wah mas Ardi tetap gagah ya, kayak masih mahasiswa, bedanya sekarang perutnya sudah agak buncit” canda Lia. “Hmm, dari dulu kamu memang pintar menggoda Lia, tapi aku salut lho kamu masih seperti dulu, ceria dan energik” rayu Ardi.
Bermula dari pertemuan bisnis, keduanya mulai merasakan adanya chemistry.“Kali-kali kita rapat di tempat wisata ya, biar lebih fresh” pinta Ardi. “Ok, siapa takut” goda Lia. Kedekatan keduanya telah menumbuhkan kembali kenangan lama yang telah tertimbun.
Hubungan gelap yang berbalut bisnis ini akhirnya membuahkan sebuah hasil, yaitu  kehamilan Lia. “Mas aku hamil anakmu” jujur Lia. “Lho kok bisa, kita kan sudah pakai pengaman” jawab Ardi. “Tapi kita pernah lupa” sanggah Lia. “Lia, sebelumnya mohon maaf, mas baru jujur sama lia setelah semuanya terlambat, mas sudah punya istri Lia” papar Ardi. “Mas tega bohongi Lia, mas tega!” sambil terisak Lia meniggalkan Ardi yang termenung dalam penyesalan.
Bagaimanapun Ardi tidak kuasa meninggalkan istrinya, meskipun sudah 2 tahun pernikahan mereka belum dikaruniai seorang anak. “Aku tidak ingin menghancurkan keluargaku” gumam Ardi. Akhirnya Ardi memutuskan untuk bertemu Lia dan menyuruhnya untuk segera menggugurkan kandunganya. Bagaikan disambar petir, Lia langsung menampar Ardi “Plak! Dasar laki-laki bajingan” umpat Lia. Dalam kebimbangan Lia meminta pertimbangan keluarga, akhirnya diputuskan untuk menggugurkan kandunganya dan menikah dengan pria pilihan orang tua.
Setahun berlalu, ternyata Ardi dan istri belum juga dikaruniai momongan. “maafin mamah ya pah, karena sampai saat ini belum dikarunia anak” keluh sang istri. “mamah yang sabar, kita kan sudah berusaha, mungkin ini cobaan yang harus kita hadapi” jawab Ardi bijak. Dalam hatinya yang paling dalam, Ardi mempunyai rencana untuk meninggalkan istrinya Karena tidak bisa memberikan keturunan. “Apa doasaku ya Tuhan, apakah ini karma dariMu” ratap Ardi dalam doanya.
Akibat permasalahan tersebut, pekerjaan Ardi menjadi terbengkalai dan tidak maksimal. “Coba kamu lebih konsentrasi, masa pekerjaan seperti ini saja tidak dapat terselesaikan” bentak sang bos. “Pokoknya saya tidak mau tahu, jika kamu masih seperti ini dan tidak konsen dalam pekerjaan, terpaksa saya akan  pecat kamu” lanjutnya.
 Ditengah kegalauannya, Ardi disarankan salah satu kerabat untuk mendatangi Ustadz Massar seorang ahli agama dan pakar ruqyah asal Semarang. “Ustadz, saya merasa diri saya kotor jika mengenang masa lalu, bahkan saya tidak dapat menerima kenyataan sekarang dan masa depan” ungkap Ardi. “ Terus terang jiwa saya hampa, dan hal ini berdampak terhadap seluruh aspek kehidupan saya” tambahnya.
Setelah panjang lebar menceritakan kronologi kejadian, akhirnya Ardi disarankan untuk ruqyah diri dan terapi taubah, yaitu dengan mengamalkan ibadah, dzikiran dan amal sholeh. Tidak beberapa lama, akhirnya atas izin Allah Ardi mendapatkan pencerahan dan ketenangan batin“Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang telah menjadi catatan hitam buku kehidupan saya” janjinya kepada Ustadz Massar, lebih dari itu akhirnya dirinya menerima keadaan istri apa adanya dan menjalani semuanya dengan ikhlas.  

Jumat, 16 Januari 2015

TEROBSESI DENGAN IBU



Sebut saja Dodik, sejak kecil dia diasuh oleh ibunya seorang diri karena ayahnya telah meninggal dunia akibat penyakit jantung yang menyerangnya. Sejak saat itu ibunya mempunyai peran ganda dalam hidupnya, dia harus menjadi seorang ibu yang baik sekaligus ayah bagi Dodik. Beruntung, almarhum ayahnya meninggalkan harta yang boleh dibilang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua. Selain mengurus Dodik, ibunya juga harus bekerja membanting tulang meneruskan bisnis almarhum suaminya di bidang konveksi.
Dodik begitu bangga memiliki seorang ibu yang tegar dan dengan penuh kasih sayang membesarkannya seorang diri. “Ya Allah, lindungilah anak hamba dan limpahkanlah karunia-Mu selalu kepadanya” secuil doa ibunya setiap habis shalat. Meskipun ibunya wanita karir yang super sibuk, akan tetapi Dodik tidak pernah kekurangan kasih sayang, setiap pagi ibunya selalu mempersiapkan segala keperluan Dodik disela kesibukan beliau mempersiapkan keperluannya sendiri sebelum berangkat ke kantor.  
Seiring berjalannya waktu, Dodik tumbuh menjadi lelaki dewasa dan pintar, “nak tolong lanjutkan bisnis kita” pinta sang ibu. “baik bu, Dodik akan berusaha sekuat tenaga menjalankan amanah yang ibu berikan, memang sudah saatnya Dodik membalas semua kebaikan ibu selama ini” jawab Dodik sambil mencium tangan ibunya. Setelah terjun langsung,dia baru menyadari betapa berat tanggung jawab yang diemban ibunya selama ini. Tanpa terasa air matanya berlinang lamunannya jauh menjelajah membayangkan perjuangan ibunya selama ini.
Matahari terus berputar, hari-haripun terus menggelinding, tanpa disadari umur Dodik semakin bertambah dan sudah saatnya mencari pendamping. Adalah Nila, Gadis cantik keturun India anak seorang pengusaha tekstil yang menjadi tambatan hatinya. Namun seiring berjalanya waktu ternyata Dodik tidak menemukan sosok ibunya dalam diri Nila hingga akhirnya hubungan merekapun kandas.
Beberapa bulan kemudian Dodik kembali dekat dengan Agnes teman semasa kuliah di UGM. Namun Dodik juga tidak menemukan sosok wanita seperti ibunya di dalam diri gadis cantik yang berprofesi sebagai model ini. Memang Agnes sangat keibuan dan baik tetapi tidak tegas dan cekatan seperti ibunya, hal itu juga yang membuat Dodik akhirnya mengurungkan niatnya untuk menjadikan Agnes sebagai pendamping hidupnya.
Dalam angan-angannya, Dodik menginginkan wanita yang dapat menjadi pendamping hidupnya haruslah wanita sempurna seperti ibunya yang sabar, keibuan, lemah lembut dan juga pintar dalam berkarier maupun mengurus rumah tangga. Baginya dengan beristrikan wanita sehebat dan sesempurna ibunya, maka hidupnya akan bahagia. Akibat pikiran yang terlalu idealis itulah, hingga umurnya memasuki 35 th Dodik belum juga mendapatkan jodoh bahkan tak sedikit dari teman-temanya yang memberikan predikat bujang tak laku”.
       Melihat keadaan anak semata wayangnya seperti itu, sang ibu yang selalu mengikuti perkembangan anaknya mulai khawatir. Sampai akhirnya secara diam-diam ibunya menemui Ustadz Massar di Semarang untuk meruqyahkan Dodik agar segera mendapatkan jodoh. Singkat cerita, akhirnya jodoh yang diharapkan datang juga setelah beberapa bulan lamanya. Dalam sebuah acara jamuan makan malam, Dodik  berkenalan dengan gadis asal kota kelahiran ibunya Pekalongan. Pikirannya menerawang ke satu sosok yang juga menggetarkan hatinya. Walaupun sederhana Dodik merasa bahwa Herlina hampir mirip dengan ibunya, meski tidak sesempurna sosok yang selalu dikaguminya selama ini. Setelah menjalin hubungan kurang dari 4 bulan, akhirnya mereka melangsungkan pernikahan. Kebahagiaan diwajah sang ibupun mulai terlihat, air mata yang bening mengalir dipipinya kala menyaksikan putranya duduk dipelaminan bersama orang yang dicintainya. “Terima kasih Ustadz Massar telah membantu anakku menemukan jodohnya.” Gumamnya.   




Kamis, 08 Januari 2015

Merana Karena Judi



Beni, seorang pengusaha yang memiliki kebiasaan berjudi sejak masih bujangan. Meskipun usahanya sukses tetapi selama puluhan tahun dia tetap tidak bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk orang-orang terdekatnya karena uang hasil jerih payahnya selalu habis untuk berjudi. Berkali-kali ibunya menasehati dan memarahinya tetapi tak pernah dihiraukannya.
“Astaghfirullah, Beni! Kamu itu gak ada kapoknya bermain judi dan selalu kalah. Kamu juga harus mikirin bagaimana masa depan kamu nantinya, ibu harap kamu secepatnya menghentikan perbuatan dosa itu” ujar sang ibu. “Terserah ibu, ini hidupku, jadi biar aku yang menjalani”jawab Beni.
Sebagaimana telah ditetapkan dalam Al Qur’an bahwa judi adalah perbuatan yang dilarang karena dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Bagaikan candu, judi akan terus menggerus akal sehat untuk memajukan diri dalam berusaha. Sebagai seorang ibu, Aminah sangat faham akan hal tersebut, oleh karenanya dirinya selalu berusaha untuk menyadarkan putranya tersebut dengan berbagai cara.
Suatu ketika ibunya merencanakan perjodohan untuknya dengan maksud supaya Beni dapat lebih bertanggung jawab dan mau meninggalkan kebiasaan buruknya demi keluarga. Adalah  Devi, seorang pramugari di salah satu perusahaan penerbangan maskapai ternama di Indonesia, sekaligus anak dari teman lama ibunya. Meskipun awalnya menolak, tetapi perjodohan itu akhirnya terjadi juga setelah ibunya berhasil membujuk Beni.
Pendek kata, Devi yang telah resmi menjadi istri Beni memutuskan untuk resign dan memilih menjadi ibu rumah tangga, Benipun  tak lagi pergi ketempat judi bersama teman-temannya. Kehidupannya begitu sempurna, tak ada kekurangan dan keributan sampai usia perkawinan menginjak tahun ke-5. Namun saat memasuki tahun ke-6, bisnis Beni yang mulai goyah karena tak mampu bersaing dengan koleganya membuatnya kembali pada kebiasaan lama. Pertengkaran demi pertengkaran didalam rumah tangganya seakan menjadi menu wajib. Setiap hari budi hanya berjudi dan minum-minuman keras.
Tak terasa hutang yang ditanggung Beni semakin menggunung hingga dia harus rela kehilangan semua aset pentingnya termasuk rumah mewah yang ditempatinya karena disita bank.  Ditengah kepanikannya Beni berusaha mencari bantuan kepada saudara dan teman-temannya untuk memberi pinjaman uang, tapi apa daya bukan uang/bantuan yang didapatkannya melainkan hinaan dan cemoohan yang diterimanya. Beruntung Devi masih selalu setia menemani Beni.
Pada saat hampir putus asa, Beni mendapatkan petunjuk dari kerabatnya untuk bertemu dengan ustadz Massar di Semarang. “saya mohon petunjuk ustadz, saya ingin bartaubat dan menyelesaikan semua permasalahan ini” ungkapnya. Setelah mendapatkan pengakuan yang baik dari Beni, maka ustadz Massar merasa yakin dengan keteguhannya untuk bertaubat. Sebagai upaya memohon pertolongan Allah Swt, dilakukanlah Ruqyah Diri untuk Beni saat itu juga.
Selain itu, dia juga mendapatkan arahan dan bimbingan supaya terus berada di jalan Allah Swt dan menyarankannya untuk kembali merintis usahanya yang sempat hancur. “ janganlah kamu mendekati kemaksiatan lagi Ben, karena sesuatu yang besar biasanya berawal dari hanya mencoba-coba ” nasihat sang ustadz. “baik tadz” jawab Beni mantap. “ingatlah terus kepada Allah dalam keadaan apapun, yakinlah bahwa hanya dengan mengingat Allah Swt hati kita akan tenang” ustadz Massar menambahkan.
Dengan menggunakan metode bisnis ala nabawi, Beni memantapkan diri untuk terjun kembali dalam bidang usaha jual beli kendaraan bekas. Dengan penuh ketekunan demi mengharapkan ridla Allah Swt, usaha Beni mulai menunjukkan perkembangan. Sampai puncaknya, semua hutang-hutangnya dapat terlunasi secara perlahan. Lebih dari itu, Beni mampu membuat show room mobil dan motor yang tentunya tidak bekas lagi. Alhamdulillah, meskipun telah kaya raya Beni selalu menjaga ibadahnya dan kegiatan amal untuk umat. Dirinya merasa bahwa kesuksesan yang diperolehnya saat ini bukanlah hal utama, dibanding kepasrahan dirinya kepada Allah Swt.