Senin, 24 Februari 2014

Memusnahkan Klenik Dinasti Raja Kediri




Benda pusaka, jimat atau yang lainnya bisa membuat celaka pemiliknya. Seperti dialami Retno Jumilah. Karena berbagai benda berbahu klenik di zaman kerajaan Kediri, Keluarganya sering sakit-sakitan. Setelah diruqyah, dan semua benda benda pusaka tersebut dimusnahkah, keluarganya terbebas dari musibah yang sering menghampiri keluarganya.
Tidak begitu gampang bagi santri fachri untuk menerima amanah menjadi seorang pengusada dengan jalan ilmu agama. Selama ini dia nyantri di lamongan, kyai yang menjadi pengasuh Pesantren tersebut memberinya amanah. “ Anak mas fachri berkah izin Allah Swt, aku amanahkan kepadamu untuk menolong keluarga Retno Jumilah, yang saat ini sedang mengalami musibah besar dan sempurnakan ilmu-ilmu ke Ustadz Massar di Semarang ”.
Keyakinan Fachri makin menebal. Ia tak ragu untuk menolong keluarga Retno jumilah. Santriwati kaya yang berasal dari madiun yang dalam kesehariannya masih mengagungkan trah Sri Noto Aji Jayabaya dari dinasti kediri.
Peninggalan Jayabaya
Pantaslah jika keluarga Retno Jumilah percaya sebagai generasi keturunan feodal sri jayabaya dari kediri. Mereka  menerima banyak warisan pusaka peninggalan dari nenek moyangnya, akan tetapi tidak tahu manfaat dan kegunaannya. Akibatnya banyak dampak negatif yang menimpa keluarganya akibat warisan klenik tersebut. Di kota Madiun sana, ayah-ibunya sakit dan kakak serta iparnya hidup tragis berantakan.
Perjalan menuju Madiun dilalui Fachri dan Retno Jumilah seperti memburu kecepatan angin. Keduanya sampai distasiun Madiun dan segera menuju rumahnya dikota lama. Disanalah Fachri melihat rumah keluarga kejawen itu cukuplah besar dan mewah, dengan kebun pekarangan yang luas. Namun tampak angker, misterius dan senyap karena penuh barang-barang kuno dan antik yang mempunyai kekuatan gaib.
Nalurinya sebagai pengusada menberinya  isyarat bahwa Rumah besar ini salah kelola serta dipenuh energi spiritualis yang salah arah. Banyaknya bermacam-macam benda pusaka yang  tidak terawat semakin membuat rumah tampak menyeramkan dilihat orang hampir mirip Rumah yang sudah lama tidak ditempati dan tak terawat.
Selama tiga hari ia meneliti, memeriksa kamar-kamar serta Membongkar dan membersihkan almari yang didalamnya tersimpan benda pusaka-pusaka. Belum lagi yang tertaman di Kebun dan halaman. Santri fachri berhasil menemukan benda-benda klenik yang bersemayam disekitar rumah itu.  Diantaranya 76 keris, 33 azimat, 27 tombak dan masih banyak lainnya yang tak dimengerti apa namanya. Selanjutnya siang malam lantuman ayat-ayat suci Al Quran senantiasa digemakan dirumah tersebut.
Harus Diruqyah.
Dengan dibantu beberapa santri yang menyertainya, Fachri melakukan ruqyah tempat dan untuk seluruh  keluarga  Retno Jumilah hingga tengah malam.
Setelah upaya secara religi yaitu ruqyah yang dilakukannya, fachri meminta agar semua benda-benda warisan tersebut diserahkan kepada pemerintah untuk dimusiumkan.
Rumah kemudian ditata ulang dengan desain yang lebih islami jauh dari unsur klenik. Agar penataan sempurna Jumilah meminta bantuan ahli interior untuk menata seluruh ruangan didalam rumah. Dinding dan ruangan dihiasi ayat-ayat kitab suci berupa kaligrafi kini kondisi rumah telah berganti ditambah suasana religius asmaul husna dan kalimat thoyibah senantiasa digemakan setiap hari. Tidak ada tempat lagi bagi takhayul apalagi gugon tuhon.
“ Bagaimana keadaanmu serta romo dan bundamu adik retno? “ tanya fachri.
“ Benar mas, aku bagaikan terbebas dari berjuta beban berat. Pikiranku sekarang terasa ringan, perasaanku tenang rasanya aku bagaikan dilahirkan”.
“ Terimakasih mas, karena berkat rukyah yang mas fachri lakukan keluargaku sekarang terbebas dari pengaruh kekuatan gaib  dan bisa hidup tenang “ ucap Retno Jumilah.
“ Sama-sama dik, yang terpenting semuanya selamat. Saya hanya perantara saja semua kesembuhan datangnya dari Allah Swt semata, Bersyukur dan berterimakishlah kepada-NYA “ Jawab Fachri.

Rabu, 19 Februari 2014

Jerat Maksiat Wanita Idaman



Memang harta,tahta dan wanita dapat menyesatkan seseorang. Sebagaimana yang dialami oleh Broto suami Tyas, dia terjebak dalam perselingkuhan dari satu wanita ke wanita lain dan hidupnya kacau sejak mengenal wanita nakal tersebut. Namun akhirnya Ia bertobat setelah dituntun oleh seorang ustadz ahli ruqyah, berikut penuturan tyas kepada kisah hikmah.
Lima belas tahun sudah perkawinanku dengan mas broto, selama itupula perkawinan yang kujalani banyak mengalami rintangan dan godaan yang cukup berat. Jika aku tidak sabar menghadapinya, bukan tak mungkin bahtera yang aku bangun bersama suami akan kandas. Perceraian hampir saja mengakhiri rumah tangga yang kami bangun dengan susah payah ini. Namun aku percaya Allah Swt senantiasa mendengar setiap doa-doa dan usahaku untuk dapat menginsafkan mas Broto suamiku dari perbuatan maksiatnya tersebut.
Mas Broto bekerja di sebuah perusahaan swasta di jogya dengan posisi yang lumayan tinggi, sedangkan aku sendiri juga bekerja di sebuah bank perkreditan daerah diwonosari Gunung Kidul. Karena  pertimbangan efisien waktu, tenaga dan juga biaya, mas Broto mengambil inisiatif kos saja dan setiap minggunya pulang kerumah digunung kidul. Namun rupanya kondisi itu malah memicu keisengannya terhadap wanita lain.
Terjerat Wil
Ibarat pepatah “ pohon yang tinggi akan rentan tertiup angin “  semakin tinggi jabatan  keimanan mas Broto kian goyah. Diam-diam ia menjalin hubungan kembali dengan mantan pacar yang rupanya juga tinggal di jogya. Aib itu sendiri terbongkar saat aku diam-diam datang dan menemukan Santi mantan pacarnya berada di kamar kos mas Broto.
“ kenalkan aku lia, adik mas Broto ” kataku mengenalkan pada wanita dihadapanku. Aku tahu sejak tadi ia terlihat penuh selidik dan takut dengan kehadiranku. Raut wajahnya jadi sumringah setelah tahu kalau aku adalah adiknya.
“Oo...dik lia. Maaf ya aku Santi teman mas Broto,” jawabnya sambil mengulurkan tangannya. Rupanya selama ini dia tak mengetahui kalau mas Broto telah menikah, jadi ku teruskan saja penyamaranku sambil mengorek informasi tentang mas Broto melalui dirinya.
Santi mulai curhat tentang mas Broto yang selama ini menjauh darinya. Padahal santi  telah banyak berkorban termasuk kesuciannya. Dari dirinya pula aku tahu kalau saat ini mas Broto sedang menjalin hubungan dengan seorang SPG sebuah swalayan dikawasan malioboro.
Walaupun semua kedok perselingkuhan mas Broto telah terbongkar, namun ia tetap berkelit tak mengakuinya. Tak tega melihat penderitaanku, kakak misanku yang mondok di Jawa Timur mencoba mencarikan obat untuk merubah perangai mas Broto melalui kyai ditempatnya mondok. “ saat ini kamu sedang diuji. Jika sampai terjadi perceraian maka suamimu akan hancur. Untuk itu bersabarlah dan bimbinglah dengan tlaten agar dia sadar dan bertobat, “ kata mbah kyai menasehatiku. Nasihat itu membuat aku lebih tenang dan mulai melupakan kata hatiku untuk segera mengakhiri perkawinan ini.
Jalan Bertobat
Karena tak menemukan mas broto ditempat kosnya, aku bergegas pulang ke Wonosari. Namun baru saja aku tiba di rumah, Dimas teman sekantornya yang saat itu sedang tugas di Semarang menelponku. Rupanya ia menemukan mas broto tak sadarkan diri di pinggir pelabuhan tanjung mas Semarang. Rupanya mas broto baru saja dihajar oleh sekumpulan laki-laki atas perintah suami Rita, wanita yang menjadi selingkuhan mas Broto saat ini.
Malam itu juga aku ke semarang, dengan ditemani Dimas kubawa mas Broto kembali ke Wonosari. Atas saran dari Dimas pula ku bawa mas Broto ke tempat seorang ustadz ahli rukyah asal Semarang. Dihadapan Ustadz Massar mas Broto mengakui semua kesalahannya dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Rupanya saat berdua dengan Rita di salah satu hotel dikawasan bandungan suami Rita datang dengan kawan-kawannya dan menghajar mas Broto karena telah berani main-main dengan istri simpanannya. Dalam keadaan terluka dan tak sadarkan diri dia lalu di buang di jalan sampai akhirnya ditemukan oleh Dimas temannya yang kala itu hendak ke pelabuhan karena urusan pekerjaan. Setelah melakukan terapi rukyah secara rutin dan mengamalkan semua perintah dan petunjuk dari ustadz Massar kini mas Broto bagaikan terlahir kembali, jauh dari mas Broto yang dulu suka iseng dan bertindak semaunya. Terima kasih ustadz karena sekarang rumah tanggaku jadi tenang dan penuh kebahagiaan. Amin

Rabu, 12 Februari 2014

Tobatnya Seorang Kiai Ajaran Sesat



Meski ia mantan purel di salah satu diskotek ternama di Surabaya, tetapi Umi Nastiti telah menemukan jalan pencerahan hidup. Ia juga berhasil menginsafkan suaminya yang ternyata adalah seorang penganut ajaran sesat. Berikut penuturannya kepada kisah hikmah.
Bagi orang kebanyakan, menikah dengan seorang alim memang menjadi impian kebahagiaan, demikian juga dengan diriku. Aku sudah bosan dengan kehidupan malam yang selama ini aku jalani, untuk itulah akhirnya kuputuskan untuk melabuhkan diriku dipelukan mas Rahman. Harapanku hanya satu, kembali hidup sebagai perempuan baik-baik dan membangun kehidupan rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah.
Perkenalanku dengan mas Rahman boleh dibilang tidak sengaja. Ketika itu mas Rahman bersama grup dangdutnya tampil di night club tempatku bekerja sebagai purel. Secara sepintas aku bisa melihat kalau mas Rahman bukan laki-laki yang terbiasa dengan kehidupan malam. Meski usianya boleh dibilang tidak muda lagi tetapi masih kelihatan menarik dengan penampilan yang rapi dan dewasa. Akupun tak mengerti apa yang menyebabkan diriku simpatik dan tertarik kepadanya, padahal saat itu banyak pria di sekelilingku yang ingin mengenalku lebih jauh dan menyatakan cinta kepadaku.
Ajaran Sesat
Dua tahun kemudian hubungan kami berakhir di pelaminan. Setelah menjadi Istrinya, aku baru tahu bahwa mas Rahman bukanlah pria kebanyakan. Selain mempunyai dua istri selain diriku, Ia juga mempunyai sebuah pondok pesantren peninggalan orang tuanya yang kini dipimpinnya. “ Umi sebagai istriku, kamu harus tahu semuanya  tentang diriku, “ kata mas Rahman pada suatu sore di hari kedua aku menjadi istrinya.
Sebagai muslim dan pemimpin sebuah pondok pesantren, aku tak pernah melihat mas Rahman melakukan sholat berjamaah  bersamaku ataupun di masjid yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal kami. Akhirnya rasa penasaranku terjawab saat mas Rahman mengajakku mengunjungi pondok pesantrennya yang dia sebut sebagai padepokan. Sungguh sebuah tempat yang aneh, Jika ini disebut pondok pesantren, disana banyak sekali ku temukan hal-hal aneh dan berbahu klenik serta  puluhan patung, pusaka berupa keris,pedang,tombak terdapat disuatu kamar khusus. Kebetulan hari itu adalah malam Jum’at, mas Rahman beserta para santri terlihat sibuk mempersiapkan sebuah upacara yang  tak kumengerti tujuannya. Selanjutnya menjelang tengah malam mas Rahman mandi dengan berendam pada kolam yang berada di tengah pondok yang telah dipersiapkan sebelumnya. Rupanya kegiatan tersebut rutin dilakukan mas Rahman pada setiap malam jum’at legi dan dia mengakui dirinya  sebagai seorang Maulaya.
Lama-kelamaan aku baru sadar ternyata laki-laki yang kunikahi adalah seorang penganut ajaran sesat yang menyimpang dari kaidah agama islam yang kuanut. Sebagai istri aku mencoba mengingatkan,namun justru makian dan tamparan yang kuterima. Itu pula yang menjadi sebab kedua istrinya yang lain akhirnya memilih pulang kerumah orang tuanya masing-masing, selain karena tak mau mengikuti ajarannya mereka juga tak kuat dengan perilaku mas Rahman yang kasar.
Selalu mengigau
Suatu ketika Mas Rahman jatuh sakit dan tergolek lemah ditempat tidur. Hanya aku bersama santri setianya yang selalu menemaninya. Setiap malam dia selalu berteriak-teriak seperti orang ketakutan. “ Umi aku takut, tolong tutup pintunya jangan biarkan mereka masuk “ teriaknya. Mas Rahman merasa selalu diikuti ribuan makhluk gaib.
Sebagai istri aku prihatin dengan kondisinya, untuk itu aku berusaha mencari obat untuk kesembuhan suamiku. Melalui berbagai informasi yang kudapat dari keluarga, akhirnya aku mencoba mengajak mas Rahman untuk berobat ke seorang kyai muda asal Semarang yang ahli dalam hal meruqyah. Melalui terapi jiwa dan ruqyah di tempat Ustadz Massar selama kurang lebih satu bulan, Alhamdulillah kini suamiku telah sadar dan mau mengakui kekeliruannya, dia berjanji tidak akan menganut aliran sesat lagi.   

Selasa, 04 Februari 2014

Mengembalikan Kesadaran Desi



Desi Tak sadar dirinya jadi incaran suaminya sendiri. Dengan berbagai cara ia diperdaya dan diguna-guna sampai sakit. Bersyukur dia telah sadar setelah diruqyah, sehingga ia sembuh dari sakit dan bebas dari pengaruh gaib tersebut.
Desi Fatmawati, wanita karier yang sukses dalam bisnis garmen, namun ia harus merasakan pahitnya perceraian. Karena tak ingin terjerumus kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya, ia lebih selektif memilih pasangan. Sampai akhirnya Desi bertemu dengan seorang pria yang bernama Agus Supanji.
Meskipun Agus tidak mempunyai paras yang tampan ataupun harta yang banyak, namun Desi begitu mencintainya dan menurut saja. Desi tak sadar kalau sudah termakan rayuan Agus.
Dalam waktu singkat, hubungan mereka berlanjut ke jenjang pernikahan.
Banyak yang tidak percaya, bahwa Desi bisa bersanding dengan Agus. “ Des semua biaya pesta ini kamu yang nanggung to? “ tanya Mona adiknya. “ Kalau udah cinta, gimana lagi mon,” jawab Desi.
Sering bertikai
Semenjak itu, keluarga desi menaruh kecurigaan terhadap pasangan baru tersebut. Tidak berapa lama, kecurigaan keluarga terbukti, pasangan baru itu sering cekcok. Ujungnya, sang ibupun diusir.
 “ Kalau ibu tidak mau menurut dengan kami, lebih baik ibu pindah saja, “ bentak Desi.
Dengan berat hati, akhirnya ibu dan adiknya harus meninggalkan rumah.
“ Dik, izinkan mas ikut membantu di perusahaan ya, “  bujuk Agus pada suatu hari.
“ Silahkan Mas, itung-itung meringankan beban saya, “ Jawab Desi.
Tanpa disadari, ternyata suaminya mempunyai niatan buruk untuk menguasai kekayaan sang istri. Sampai suatu saat, Desi menderita sakit keras sehingga tidak bisa melakukan aktifitas sehari-hari. Akhirnya, agus mengambil alih seluruh wewenang Desi dalam mengurusi perusahaan.
Semakin hari Desi semakin tidak berdaya menahan sakitnya. Dengan kondisi fisik lemah dan perasaan tak karuan,  Desi menghubungi keluarga untuk mau menjenguknya. Alangkah kagetnya ketika keluarga mendengar, bahwa Desi sakit keras.
“ Kenapa kamu tidak pergi ke dokter? ” tanya ibunya.
“ Dilarang mas Agus bu, “ jawab Desi. Akhirnya, keluarga membawa Desi berobat tanpa sepengetahuan suami. Keterkejutan keluarga bertambah, ketika dokter tidak bisa mendiagnosa penyakit Desi.
Diruqyah
Tanpa berfikir panjang, keluarga membawa Desi kepada Ustadz Massar. “ Ada sebuah benda di dalam rumah ibu yang menjadi sarana ilmu hitam untuk dijadikan guna-guna. Kita bisa langsung menuju rumah ibu, “ tegas Ustad Massar.
Tanpa menunggu waktu lama, rombongan menggeledah rumah kediaman Desi. Alangkah terkejutnya ketika ibunya menemukan boneka terbuat dari jerami yang disimpan di dalam lemari khusus milik suami Desi. “ ternyata suamimu menjadi biang keladi semua permasalahan ini, “ ujar ibu Desi.
Akhirnya, desi sadar bahwa suaminya telah memanfaatkannya dengan menggunakan segala cara. Setelah peristiwa tersebut, Desi menggugat cerai Agus dan melaporkannya kepada yang berwajib.
“ Semoga ibu dapat mengambil pelajaran dari semua kejadian ini. Saya berharap, ibu selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara memperbanyak zikir dan beramal saleh, “ pesan Ustadz Massar.