Rendra ( 36) hampir putus asa
karena tak bisa melunasi utang-utangnya yang menumpuk. Namun, untung saja ia
segera intropeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Alhasil,
bisnisnyapun mengalami perkembangan yang positif
Sebagai seorang pebisnis, Rendra
mempunyai banyak perusahaan, mulai dari swalayan sampai peternakan. Namun siapa
sangka bila awalnya ia hanyalah pemuda desa lugu yang bermodalkan keberanian.
Dari desa ia mengadu nasib ke Jakarta. Nasib baik menyambut rendra, dua tahun
bekerja ia sudah diangkat menjadi sekretaris. Suatu saat iapun memberanikan
diri meminta saran dari bosnya tentang bagaimana caranya menjadi pebisnis yang
sukses.
Setelah bekerja selama dua tahun,
Rendra merasa dirinya sudah bisa memulai usahanya sendiri. Iapun pamit untuk
mencoba membuka usaha sendiri. ”Kamu sudah yakin? Hati-hati persaingan dalam
ekonomi sekarang sangatlah keras. Ingat apa yang telah aku sampaikan” kata
bosnya. “ sudah bos. Dengan pengalaman selama dua tahun ini, saya yakin bisa
membuka usaha sendiri ” jawab Rendra mantap.
Cobaan Berat
Atas saran si bos, Rendra nekat
meminjam modal ke sebuah bank nasional untuk membuka usaha toko garment. Tidak
tanggung-tanggung rendra meminjam sebesar 2 milyar dengan jaminan tanah orang
tuanya di desa.
“ Bapak, Ibu, Rendra minta restu
untuk membuka usaha di Jakarta, percayakan semua sama rendra” katanya yakin. “
Yang penting kamu harus serius dan jangan lupa banyak doa ” nasehat ibunya.
Setelah berjalan selama dua bulan,
rendra mulai kesulitan mengurus management perusahaannya. Apalagi cicilan di
bank harus di bayar setiap bulannya, Rendra mulai kebingungan bagaimana bisa
melunasi hutangnya bila usaha tak berkembang.
“ Bos , boleh saya meminjam
uang?” kata Rendra yang terpaksa berhutang.
“ boleh asal kamu membayar dua
kali lipat, ini pelajaran untuk mu siapa suruh kamu membuka usaha sendiri?! “
jawab bos itu. Bagai disambar petir rendra mendengar jawaban mantan bosnya. Sekarang
semunya sudah terlanjur Rendra harus bekerja keras untuk melunasi
utang-utangnya. Karena usahanya semakin terpuruk, akhirnya Rendra harus
merelakan sawah milik kedua orang tuanya di sita pihak bank. Dalam keputusasaan
Rendra hanya bisa pasrah. Sampai salah satu temannya menyarankan untuk
mendatangi ustadz Massar di Semarang. Selain beliau ahli ruqyah, beliau juga
ahli dalam usaha ala nabawi.
Titik terang
Tanpa pikir panjang rendra
mendatangi ustad massar untuk meminta petunjuk jalan keluar. “ ustadz terus
terang permasalahan saya ini sangat pelik. Sekarang saya hanya bisa pasrah,
saya terbelit hutang ustadz. Sedangkan perusahaan saya masih belum berkembang ”
kata Rendra menceritakan masalahnya.
“ Yang penting kamu tetap tabah
dan tawakal. Semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Yang lebih penting
dari itu semua tentunya doa ” tutur ustadz Massar itu.
Mendengar nasehat ustadz massar
rendra sedikit tenang. selanjutnya ustadz memberikan amalan doa yang bersumber
dari Al qur’an dan menyarankan untuk memperbanyak ibadah. Selama sebulan Rendra
mencoba mengintropeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah.
Tanpa diduga, tiba-tiba sang bos
memberinya keringanan dan bantuan. Ternyata selama ini bosnya hanya mencoba
ketabahannya. Kini hasilnya perusahaan Rendra semakin berkembang. Akhirnya dia bisa
membayar seluruh hutangnya dan sekarang tinggal meraih keuntungan yang
berlipat-lipat.