Kamis, 01 November 2012

Pengaruh Buruk Kehiduan Metropolitan


Dalam mencapai kebahagiaan, Popularitas, uang melimpah, adalah bayangan yang muncul saat jadi model. Padahal, tidak selamanya apa yang indah dalam harapan, bisa demikian membahagiakan dalam kenyataan.Sebut saja bunga(28) istri seorang pengusaha kerajinan perak, tidak semua orang tau bahwa wanita cantik tersebut mempunyai latar belakang yang suram.
 Bu, izinkan Bunga mengadu nasib ke Ibu Kota, kebetulan Bunga punya teman yang siap membantu” pinta Bunga. “Hati-Hati nduk, jangan sampai kamu melupakan ibu dan keluargamu di kampung” nasihat ibu. Karena keadaan ekonomi yang kekurangan dan merasa bunga bisa menjaga dirinya sendiri ,akhirnya sang ibu rela melepaskan kepergian Bunga ke kota untuk mengadu nasib.
“Nad, ternyata susah juga ya.... cari kerja di Jakarta” keluh Bunga.                     
 “Santai saja bunga, nanti coba gue kenalin teman gue, seorang fotoghrafer” jawab Nadia.
“Tapi aku kan gak ada bakat model nad ???” sanggah Bunga dengan tak bergairah.
Gampang itu bisa diatur.... loe itu cantik dan body loe juga seksi, nah itu modal utama” canda Nadia. “gue yakin teman gue pasti mau membantu, percaya deh” tambahnya.
Ternyata perkiraan Nadia benar, Doni seorang fotoghrafer senior merasa cocok dengan wajah alami Bunga.  “ok dech “ puji Doni sambil mengamati wajah bunga  dengan seksama. Dalam waktu singkat, foto-foto bunga telah banyak menghiasi beberapa sampul majalah di Ibu Kota. Dan Bungapun mulai kenal pergaulan glamor  dan gemerlap dari teman-temannya. “Nad, kita ke club yuk, lagi penat nih” ajak Bunga. “Ok, kali-kali aja ada pengusaha yang kecantol” canda Nadia.
Pucuk dicinta ulam tiba, di sebuah club ternama di Ibu Kota, Bunga berkenalan seorang pemuda tampan. Hei, boleh kita temani minum ” goda Bunga. “ Boleh dong ” jawab lelaki muda tersebut.  Ternyata pemuda tersebut bernama Dimas ( bukan nama sebenarnya ) seorang Eksekutif muda.
Berawal dari pertemuan di club waktu itu, Bunga merasakan ada kecocokan, akhirnya kedua insan tersebut melanjutkan ke pertemuan-pertemuan berikutnya. “Bunga, kita ketemuan yuk” pinta Dimas. “Ok, ditempat biasa kan? tanya Bunga. Bunga yang sudah terjerat rayuan maut Dimas, sampai rela menyerahkan apa saja demi mendapatkan cintanya. Alhasil Bunga mengandung anak Dimas.
Mas, aku hamil kata Bunga. Mendengar pengakuan Bunga, Dimas diam seribu bahasa.
“ Kamu harus bertanggung jawab, nikahi aku !! ” pinta bunga penuh harap pada Dimas
“ Gugurkan saja janin itu !!! Berapapun biayanya aku beri ” jawab Dimas dengan sinis
  Brengsek kamu mas ” hardik Bunga dengan bercucuran air mata.
Usut punya usut, ternyata Dimas telah berkeluarga. Merasa dikecewakan dan putus asa, Bunga  berniat untuk menggugurkan kandungannya. “Jangan Bunga, bagaimanapun juga itu adalah darah daging loe” pinta Nadia. Dengan menyimpan rasa malu, Bunga menerima keadaannya
Sambil berlinang air mata dipandanginya sosok bayi mungil disampingnya. Wajah  polosnya begitu sejuk bagaikan air embun yang menetes pada hati Bunga. “Maafkan bunda  sayang” rintih Bunga. Secercah cahaya penyesalan menyelinap dalam hati Bunga yang gelap. “Nad , aku sudah gak tahan dengan semua ini. “kata Bunga. “ya udahlah, kalo memang itu keputusanmu” jawab Nadia.
Dalam renungannya, Bunga teringat sang Ibu dan berniat kembali ke kampung membawa anaknya. Mendengar Bunga bercerita pengalaman pahitnya, sang ibu shock dan menangis penuh penyesalan. Dengan hati yang sangat pedih sang ibu mengantar Bunga untuk mendatangi Ustdaz Massar, seorang ahli ruqyah terkemuka di Semarang untuk melakukan pertobatan. Setelah berkonsultasi, saat itu juga Ustadz Massar melaksanan ruqyah diri  atas diri Bunga sebagai upaya meminta pertolongan Allah dalam menetapkan hati kepada jalan kebenaran. Alhasil Bunga sekarang telah berubah total dari kehidupan sebelumnya menjadi wanita yang sholeh, anggun dan menjadi istri idaman lelaki yang melihatnya.
Sebulan berlalu, ternyata Tuhan telah mengirimkan seorang pengusaha tampan dan baik hati untuk Bunga yang kini telah menjadi suaminya.