Dalam mencapai
kebahagiaan, Popularitas, uang melimpah, adalah bayangan yang muncul
saat jadi model. Padahal, tidak selamanya apa yang indah dalam harapan, bisa
demikian membahagiakan dalam kenyataan.Sebut saja bunga(28) istri seorang
pengusaha kerajinan perak, tidak semua orang tau bahwa wanita cantik tersebut
mempunyai latar belakang yang suram.
“Bu, izinkan
Bunga mengadu nasib ke Ibu Kota, kebetulan Bunga punya teman yang siap
membantu” pinta Bunga. “Hati-Hati nduk, jangan sampai kamu melupakan ibu dan
keluargamu di kampung” nasihat ibu. Karena keadaan ekonomi yang kekurangan dan
merasa bunga bisa menjaga dirinya sendiri ,akhirnya sang ibu rela melepaskan kepergian Bunga ke kota untuk mengadu
nasib.
“Nad, ternyata susah juga
ya.... cari kerja di Jakarta”
keluh Bunga.
“Santai saja
bunga, nanti coba gue kenalin teman gue, seorang fotoghrafer” jawab Nadia.
“Tapi aku kan gak ada bakat model nad
???” sanggah Bunga
dengan tak bergairah.
“Gampang itu bisa diatur.... loe itu cantik dan body loe juga seksi, nah itu modal utama” canda Nadia. “gue yakin teman gue pasti
mau membantu, percaya deh”
tambahnya.
Ternyata perkiraan Nadia benar, Doni seorang
fotoghrafer senior merasa cocok dengan wajah alami Bunga. “ok dech “ puji Doni sambil mengamati wajah
bunga dengan seksama. Dalam waktu
singkat, foto-foto bunga telah banyak menghiasi beberapa sampul majalah di Ibu
Kota. Dan Bungapun mulai kenal pergaulan glamor dan gemerlap dari teman-temannya. “Nad, kita ke club yuk,
lagi penat nih” ajak Bunga. “Ok, kali-kali aja ada pengusaha yang kecantol”
canda Nadia.
Pucuk dicinta ulam tiba, di sebuah club ternama
di Ibu Kota, Bunga berkenalan seorang pemuda tampan. “ Hei, boleh kita
temani minum ” goda Bunga. “ Boleh dong ” jawab lelaki muda tersebut. Ternyata pemuda tersebut bernama Dimas
( bukan nama sebenarnya ) seorang Eksekutif muda.
Berawal dari pertemuan di club
waktu itu, Bunga merasakan ada kecocokan, akhirnya kedua insan tersebut melanjutkan ke pertemuan-pertemuan
berikutnya. “Bunga, kita
ketemuan yuk” pinta Dimas. “Ok, ditempat biasa kan? ” tanya Bunga. Bunga yang sudah terjerat rayuan
maut Dimas, sampai rela menyerahkan apa saja demi
mendapatkan cintanya. Alhasil Bunga mengandung anak Dimas.
“ Mas, aku hamil ” kata Bunga. Mendengar pengakuan Bunga, Dimas diam seribu bahasa.
“ Kamu harus bertanggung jawab,
nikahi aku !! ” pinta bunga penuh harap pada Dimas
“ Gugurkan saja janin itu !!!
Berapapun biayanya aku beri ” jawab Dimas dengan sinis
“ Brengsek
kamu mas ” hardik Bunga dengan bercucuran air mata.
Usut punya usut, ternyata Dimas telah
berkeluarga. Merasa dikecewakan
dan putus asa, Bunga berniat untuk menggugurkan kandungannya. “Jangan Bunga, bagaimanapun juga
itu adalah darah daging loe” pinta Nadia. Dengan menyimpan rasa malu, Bunga menerima keadaannya
Sambil berlinang air mata dipandanginya sosok bayi mungil disampingnya. Wajah polosnya begitu sejuk bagaikan air embun yang
menetes pada hati Bunga. “Maafkan bunda
sayang” rintih Bunga. Secercah cahaya penyesalan menyelinap dalam hati
Bunga yang gelap. “Nad , aku sudah gak tahan dengan semua ini. “kata Bunga. “ya udahlah, kalo memang itu
keputusanmu” jawab
Nadia.
Dalam renungannya, Bunga teringat
sang Ibu dan berniat kembali ke kampung membawa anaknya. Mendengar Bunga bercerita
pengalaman pahitnya, sang ibu shock dan menangis penuh penyesalan. Dengan hati
yang sangat pedih sang ibu mengantar Bunga untuk mendatangi Ustdaz Massar,
seorang ahli ruqyah terkemuka di Semarang untuk melakukan pertobatan. Setelah
berkonsultasi, saat itu juga Ustadz Massar melaksanan ruqyah diri atas diri Bunga sebagai upaya meminta
pertolongan Allah dalam menetapkan hati kepada jalan kebenaran. Alhasil Bunga
sekarang telah berubah total dari kehidupan sebelumnya menjadi wanita yang
sholeh, anggun dan menjadi istri idaman lelaki yang melihatnya.
Sebulan berlalu, ternyata Tuhan
telah mengirimkan seorang pengusaha tampan dan baik hati untuk Bunga yang kini
telah menjadi suaminya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar