Selasa, 15 April 2014

Bisnis Maju Pesat Berkat Ruqyah




Rendra ( 36)  hampir putus asa karena tak bisa melunasi utang-utangnya yang menumpuk. Namun, untung saja ia segera intropeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Alhasil, bisnisnyapun mengalami perkembangan yang positif
Sebagai seorang pebisnis, Rendra mempunyai banyak perusahaan, mulai dari swalayan sampai peternakan. Namun siapa sangka bila awalnya ia hanyalah pemuda desa lugu yang bermodalkan keberanian. Dari desa ia mengadu nasib ke Jakarta. Nasib baik menyambut rendra, dua tahun bekerja ia sudah diangkat menjadi sekretaris. Suatu saat iapun memberanikan diri meminta saran dari bosnya tentang bagaimana caranya menjadi pebisnis yang sukses.
Setelah bekerja selama dua tahun, Rendra merasa dirinya sudah bisa memulai usahanya sendiri. Iapun pamit untuk mencoba membuka usaha sendiri. ”Kamu sudah yakin? Hati-hati persaingan dalam ekonomi sekarang sangatlah keras. Ingat apa yang telah aku sampaikan” kata bosnya. “ sudah bos. Dengan pengalaman selama dua tahun ini, saya yakin bisa membuka usaha sendiri ” jawab Rendra mantap.
Cobaan Berat
Atas saran si bos, Rendra nekat meminjam modal ke sebuah bank nasional untuk membuka usaha toko garment. Tidak tanggung-tanggung rendra meminjam sebesar 2 milyar dengan jaminan tanah orang tuanya di desa.
“ Bapak, Ibu, Rendra minta restu untuk membuka usaha di Jakarta, percayakan semua sama rendra” katanya yakin. “ Yang penting kamu harus serius dan jangan lupa banyak doa ” nasehat ibunya.
Setelah berjalan selama dua bulan, rendra mulai kesulitan mengurus management perusahaannya. Apalagi cicilan di bank harus di bayar setiap bulannya, Rendra mulai kebingungan bagaimana bisa melunasi hutangnya bila usaha tak berkembang.
“ Bos , boleh saya meminjam uang?” kata Rendra yang terpaksa berhutang.
“ boleh asal kamu membayar dua kali lipat, ini pelajaran untuk mu siapa suruh kamu membuka usaha sendiri?! “ jawab bos itu. Bagai disambar petir rendra mendengar jawaban mantan bosnya. Sekarang semunya sudah terlanjur Rendra harus bekerja keras untuk melunasi utang-utangnya. Karena usahanya semakin terpuruk, akhirnya Rendra harus merelakan sawah milik kedua orang tuanya di sita pihak bank. Dalam keputusasaan Rendra hanya bisa pasrah. Sampai salah satu temannya menyarankan untuk mendatangi ustadz Massar di Semarang. Selain beliau ahli ruqyah, beliau juga ahli dalam usaha ala nabawi.
Titik terang
Tanpa pikir panjang rendra mendatangi ustad massar untuk meminta petunjuk jalan keluar. “ ustadz terus terang permasalahan saya ini sangat pelik. Sekarang saya hanya bisa pasrah, saya terbelit hutang ustadz. Sedangkan perusahaan saya masih belum berkembang ” kata Rendra menceritakan masalahnya.
“ Yang penting kamu tetap tabah dan tawakal. Semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Yang lebih penting dari itu semua tentunya doa ” tutur ustadz Massar itu.
Mendengar nasehat ustadz massar rendra sedikit tenang. selanjutnya ustadz memberikan amalan doa yang bersumber dari Al qur’an dan menyarankan untuk memperbanyak ibadah. Selama sebulan Rendra mencoba mengintropeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah.
Tanpa diduga, tiba-tiba sang bos memberinya keringanan dan bantuan. Ternyata selama ini bosnya hanya mencoba ketabahannya. Kini hasilnya perusahaan Rendra semakin berkembang. Akhirnya dia bisa membayar seluruh hutangnya dan sekarang tinggal meraih keuntungan yang berlipat-lipat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar