Rabu, 12 Februari 2014

Tobatnya Seorang Kiai Ajaran Sesat



Meski ia mantan purel di salah satu diskotek ternama di Surabaya, tetapi Umi Nastiti telah menemukan jalan pencerahan hidup. Ia juga berhasil menginsafkan suaminya yang ternyata adalah seorang penganut ajaran sesat. Berikut penuturannya kepada kisah hikmah.
Bagi orang kebanyakan, menikah dengan seorang alim memang menjadi impian kebahagiaan, demikian juga dengan diriku. Aku sudah bosan dengan kehidupan malam yang selama ini aku jalani, untuk itulah akhirnya kuputuskan untuk melabuhkan diriku dipelukan mas Rahman. Harapanku hanya satu, kembali hidup sebagai perempuan baik-baik dan membangun kehidupan rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah.
Perkenalanku dengan mas Rahman boleh dibilang tidak sengaja. Ketika itu mas Rahman bersama grup dangdutnya tampil di night club tempatku bekerja sebagai purel. Secara sepintas aku bisa melihat kalau mas Rahman bukan laki-laki yang terbiasa dengan kehidupan malam. Meski usianya boleh dibilang tidak muda lagi tetapi masih kelihatan menarik dengan penampilan yang rapi dan dewasa. Akupun tak mengerti apa yang menyebabkan diriku simpatik dan tertarik kepadanya, padahal saat itu banyak pria di sekelilingku yang ingin mengenalku lebih jauh dan menyatakan cinta kepadaku.
Ajaran Sesat
Dua tahun kemudian hubungan kami berakhir di pelaminan. Setelah menjadi Istrinya, aku baru tahu bahwa mas Rahman bukanlah pria kebanyakan. Selain mempunyai dua istri selain diriku, Ia juga mempunyai sebuah pondok pesantren peninggalan orang tuanya yang kini dipimpinnya. “ Umi sebagai istriku, kamu harus tahu semuanya  tentang diriku, “ kata mas Rahman pada suatu sore di hari kedua aku menjadi istrinya.
Sebagai muslim dan pemimpin sebuah pondok pesantren, aku tak pernah melihat mas Rahman melakukan sholat berjamaah  bersamaku ataupun di masjid yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal kami. Akhirnya rasa penasaranku terjawab saat mas Rahman mengajakku mengunjungi pondok pesantrennya yang dia sebut sebagai padepokan. Sungguh sebuah tempat yang aneh, Jika ini disebut pondok pesantren, disana banyak sekali ku temukan hal-hal aneh dan berbahu klenik serta  puluhan patung, pusaka berupa keris,pedang,tombak terdapat disuatu kamar khusus. Kebetulan hari itu adalah malam Jum’at, mas Rahman beserta para santri terlihat sibuk mempersiapkan sebuah upacara yang  tak kumengerti tujuannya. Selanjutnya menjelang tengah malam mas Rahman mandi dengan berendam pada kolam yang berada di tengah pondok yang telah dipersiapkan sebelumnya. Rupanya kegiatan tersebut rutin dilakukan mas Rahman pada setiap malam jum’at legi dan dia mengakui dirinya  sebagai seorang Maulaya.
Lama-kelamaan aku baru sadar ternyata laki-laki yang kunikahi adalah seorang penganut ajaran sesat yang menyimpang dari kaidah agama islam yang kuanut. Sebagai istri aku mencoba mengingatkan,namun justru makian dan tamparan yang kuterima. Itu pula yang menjadi sebab kedua istrinya yang lain akhirnya memilih pulang kerumah orang tuanya masing-masing, selain karena tak mau mengikuti ajarannya mereka juga tak kuat dengan perilaku mas Rahman yang kasar.
Selalu mengigau
Suatu ketika Mas Rahman jatuh sakit dan tergolek lemah ditempat tidur. Hanya aku bersama santri setianya yang selalu menemaninya. Setiap malam dia selalu berteriak-teriak seperti orang ketakutan. “ Umi aku takut, tolong tutup pintunya jangan biarkan mereka masuk “ teriaknya. Mas Rahman merasa selalu diikuti ribuan makhluk gaib.
Sebagai istri aku prihatin dengan kondisinya, untuk itu aku berusaha mencari obat untuk kesembuhan suamiku. Melalui berbagai informasi yang kudapat dari keluarga, akhirnya aku mencoba mengajak mas Rahman untuk berobat ke seorang kyai muda asal Semarang yang ahli dalam hal meruqyah. Melalui terapi jiwa dan ruqyah di tempat Ustadz Massar selama kurang lebih satu bulan, Alhamdulillah kini suamiku telah sadar dan mau mengakui kekeliruannya, dia berjanji tidak akan menganut aliran sesat lagi.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar