Selasa, 17 Juli 2012

Akibat Keserakahan Manusia


Dengan tubuh yang hanya berbalut kulit dan tulang, semua orang tidak akan menyangka bahwa kakek tua renta yang tergeletak diranjang reot adalah seorang yang dulunya kaya raya dan gagah. Ditempat lain seseorang dengan gaya parlente berdasi duduk dikursi empuk berlimpah kekayaan adalah seorang pekerja kasar. Perubahan keduanya bermula dari sebuah peristiwa.
            Sebut saja Zaky, pemuda kaya raya dari kota ingin membebaskan sebuah tanah untuk keperluan pengembangan bisnis di Desa Pegandon Jawa Timur. Kebetulan yang mempunyai tanah adalah Royan seorang petani desa. ”bagaimana kalau aku beli tanah mu dengan harga dua kali lipat?”. tawar Zaky. ”mohon maaf den, bukan kami tidak mau menjual, tanah tersebut merupakan warisan yang harus dijaga secara turun temurun”. Tolak Royan dengan halus.
            Merasa diremehkan, Zaky mulai mencari cara untuk mendapatkan tanah tersebut. Dengan meminta bantuan dari perangkat desa dan aparat keamanan Zaky memaksakan kehendaknya. ”Mohon bapak lurah membantu saya membebasan tanah tersebut, ini sangat mendesak karena ada infestor asing yang akan menanam saham di perusahaan saya”. Rayu Zaki .
            Melihat tumpukan uang di depan mata, pak lurah ikut tergiur yang berujung pada  menipulasi akta tanah milik Royan. ”jangan rampas tanah kami pak, ini warisan leluhur” rengek Royan. ”Tanah milik kamu ini tidak berkata, maka tanah tersebut dianggap tidak bertuan, kecuali sudah mematuhi ketentuan yang berlaku” kilah pak lurah.
            Merasa orang kecil dan tidak mengerti apakah sebuah tanah butuh akta dan bukti lainnya, Royan hanya bisa pasrah. Sebaliknya Zaky dengan sombong ”akhirnya aku dapat menguasai juga tanah ini, semoga mister Ronal senang dan dapat diajak kerja sama”tuturnya.

Titik Balik
Sampai peristiwa tersebut dilupakan keduanya, Zaky masih berbisnis dengan Mister Ronal. Berbeda dengan Royan, dia bekerja banting tulang untuk mencapai cita-citanya sebagai bisnismen. ”saya harus menjadi orang besar tetapi tidak seperti orang yang pernah merampas tanah leluhurku, mereka besar dengan harta tidak dengan ilmu dan iman” gumamnya.
Tanpa disangka, terjadi perubahan yang signifikan. Zaky yang selama ini hidup mewah dalam sekejap menjadi miskin karena menanggung hutang milyaran rupiah akibat penipuan yang dilakukan rekan bisnisnya sendiri yaitu mister Ronal. Dengan segala keterlanjuran Zaky menyesali seluruh perbuatannya. ”kenapa aku melakukan segala cara untuk mencapai ambisi, kalau akhirnya akan seperti ini” sesalnya.
Berbeda dengan Royan, setelah berusaha keras dan banting tulang. Royan mendatangi guru spiritual untuk mengaji dan menuntunnya dalam berbisnis ala nabawi. ”saya butuh keseimbangan dalam hidup antara ruhani dan duniawi, saya tidak mau menjadi orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan ambisinya”gumamnya dalam hati. Gurunya sendiri seorang Ustadz di Yayasan Kasih Kita Nusantara. Lewat bimbingannya Royan dapat melangkah pasti tanpa ada keraguan dalam usaha maupun bisnisnya.
Dengan keadaan masing-masing yang berbeda akhirnya keduanya dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang berharga dari apa yang telah diperbuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar