Selasa, 24 Juli 2012

HARMONIS KELUARGA DENGAN RUQYAH



Dilihat dari perhiasan yang menghiasi tubuhnya, tidak ada seorangpun menyangkal bahwa ibu satu anak itu berasal dari keluarga menengah ke atas. Memiliki suami seorang pengusaha kaya, Rizka(bukan nama sebenarnya) dapat dengan mudah mewujudkan semua keinginannya. Akan tetapi, dibalik harta yang berlimpah dan serba berkecukupan, ternyata Rizka tidak merasa bahagia.
“Mah, papah akan keluar kota untuk mengurusi bisnis di Singapura” pamit Priambodo( bukan nama sebenarnya). “Tolong mamah jaga anak-anak, karena papah pergi lumayan lama” tambahnya. Dengan senyum yang dipaksakan Rizka mengiyakan. “Papah juga hati-hati ya” timpal Rizka dengan malas. Dalam lubuk hati yang paling dalam Rizka menjerit, sudah 3 tahun terakhir dirirnya tidak mendapatkan kepuasan batin, sang suami terlalu sibuk dengan bisnis dan urusannya sendiri.
Sementara waktu Rizka dapat menutupi kebosanan dengan mengurus anak semata wayangnya, sampai akhirnya Rizka bertemu Suryanto mantan pacarnya waktu SMA di sebuah pusat perbelanjaan. “Wah kebetulan sekali kita bertemu” sapa Yanto. “perasaan baru kemarin kita bersama” tambahnya. “kamu sudah menikah To?” tanya Rizka. “Belum nih, aku masih belum bisa melupakanmu, jadi lebih baik ku tunggu jandamu” kelekar Yanto. “hus, aku udah punya anak lho” timpal Rizka.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Keakraban yang diperlihatkan Yanto, telah mempengaruhi Rizka. Dari pertemuan itu, Rizka akhirnya sering berkomunikasi bahkan bertemu dan menjalin hubungan. “Sayang sedang apa nih?” rayu yanto. “Rindu kamu”jawab Rizka manja. “lagi butuh uang nih, bisa bantu?. “Apapun pasti kulakukan untukmu sayang”  tanpa ragu Rizka mengiyakan. Merasa nyaman dengan hubungannya, Rizka seakan terhipnotis untuk terus memenuhi keinginan Yanto.
Tiga bulan berlalu, akhirnya Priambodo datang dari Singapura. “Hai mah, nih aku bawakan oleh oleh khusus untuk istri papah tercinta” suprisenya. Kedatangan Priambodo menyadarkan Rizka bahwa dirinya telah berkeluarga. Rizka merasa bingung, disatu sisi dirinya cinta kepada Yanto, akan tetapi di sisi lain Rizka tidak dapat meinggalkan keluarga dan anak yang masih menyayanginya. Dalam kegalaunnya Rizka berbagi cerita dengan Liza sepupunya.
“Gimana Liz, sekarang aku seperti makan buah simalakama ni” adu Rizka. “Terus terang aku merasa berdosa dengan Mas Priambodo, bagaimanapun  juga dia masih tetap sayang keluarga dan tidak macam-macam” tambahnya. “kamu harus secepatnya sadar Riz, kamu sudah melakukan kesalahan fatal” jawab Liza. “ tapi aku nggak bisa melupakan Yanto Liz” ungkapnya. “Kalau begitu, memang jiwa kamu sedang terganggu”tutur Liza. “Ya sudah kalau begitu kita pergi ke seorang Ustadz ahli rukyah asal semarang saja, semoga  beliau bisa mengobati hatimu yang sedang kacau” ajak Liza.
Tanpa menunggu waktu lama Rizka dan Liza pergi menemui Ustadz Massar. Setelah menceritakan kronologi kejadian, Ustadz Massar memberikan wejangan yang diteruskan dengan melaksanakan rukyah diri. “Mbak Liza, pada dasarnya apa yang terjadi kepada mbak Rizka merupakan cobaan, yaitu gangguan dalam rumah tangga akibat adanya orang ke tiga. Saat ini, kondisi  mbak Rizka dalam pengaruh pelet Yanto, sehingga harus dilaksanakan rukyah diri” saran ustadz.
Setelah beberapa kali dilaksanakan rukyah, akhirnya Rizka dapat melupakan Yanto sama sekali. “Perlu Mbak Rizka ketahui, bahwa hanya mendekatkan diri kepada Allah, diri kita dapat terjaga dari hal-hal negatif, oleh karenanya jagalah sholat lima waktu dan perbanyaklah ibadah” saran terakhir Ustadz Massar. Tidak lama dari keputusan Rizka meninggalkan Yanto, keburukan demi keburukan mulai terkuak, diantaranya kepalsuan cinta Yanto kepadanya. Selama berhubungan, ternyata Yanto hanya memanfaatkan harta Rizka untuk memenuhi kebutuhannya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar