Dilihat dari perhiasan yang menghiasi tubuhnya,
tidak ada seorangpun menyangkal bahwa ibu satu anak itu berasal dari keluarga
menengah ke atas. Memiliki suami seorang pengusaha kaya, Rizka(bukan nama sebenarnya) dapat dengan
mudah mewujudkan semua keinginannya. Akan tetapi, dibalik harta yang berlimpah dan
serba berkecukupan, ternyata Rizka tidak merasa bahagia.
“Mah, papah akan keluar kota untuk mengurusi bisnis di Singapura” pamit Priambodo( bukan nama sebenarnya). “Tolong mamah jaga anak-anak, karena
papah pergi lumayan lama” tambahnya. Dengan senyum yang dipaksakan Rizka
mengiyakan. “Papah juga hati-hati ya” timpal Rizka dengan malas. Dalam lubuk
hati yang paling dalam Rizka menjerit, sudah 3 tahun terakhir dirirnya tidak mendapatkan kepuasan batin, sang suami terlalu
sibuk dengan bisnis dan urusannya sendiri.
Sementara waktu Rizka dapat menutupi kebosanan
dengan mengurus anak semata wayangnya, sampai akhirnya Rizka bertemu Suryanto
mantan pacarnya waktu SMA di sebuah pusat perbelanjaan. “Wah kebetulan sekali
kita bertemu” sapa Yanto. “perasaan baru kemarin kita bersama” tambahnya. “kamu
sudah menikah To?” tanya Rizka. “Belum nih, aku masih belum bisa melupakanmu, jadi lebih baik ku tunggu jandamu” kelekar Yanto. “hus, aku udah punya anak lho”
timpal Rizka.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Keakraban yang
diperlihatkan Yanto, telah mempengaruhi Rizka. Dari pertemuan itu, Rizka
akhirnya sering berkomunikasi bahkan bertemu dan menjalin hubungan. “Sayang
sedang apa nih?” rayu yanto. “Rindu kamu”jawab Rizka manja. “lagi butuh uang
nih, bisa bantu?. “Apapun pasti kulakukan untukmu sayang” tanpa ragu Rizka mengiyakan. Merasa nyaman
dengan hubungannya, Rizka seakan terhipnotis untuk terus memenuhi keinginan Yanto.
Tiga bulan berlalu, akhirnya Priambodo datang dari Singapura. “Hai mah, nih aku
bawakan oleh oleh khusus untuk istri papah tercinta” suprisenya. Kedatangan
Priambodo menyadarkan Rizka bahwa dirinya telah berkeluarga. Rizka merasa
bingung, disatu sisi dirinya cinta kepada Yanto, akan tetapi di sisi lain Rizka
tidak dapat meinggalkan keluarga dan anak yang masih menyayanginya. Dalam
kegalaunnya Rizka berbagi cerita dengan Liza sepupunya.
“Gimana Liz, sekarang aku seperti makan buah
simalakama ni” adu Rizka. “Terus terang aku merasa berdosa dengan Mas
Priambodo, bagaimanapun juga dia masih tetap sayang keluarga dan tidak macam-macam”
tambahnya. “kamu harus secepatnya sadar Riz, kamu sudah melakukan kesalahan
fatal” jawab Liza. “ tapi aku nggak bisa melupakan Yanto Liz” ungkapnya. “Kalau
begitu, memang jiwa kamu sedang terganggu”tutur Liza. “Ya sudah kalau begitu kita
pergi ke seorang Ustadz ahli rukyah asal semarang saja, semoga beliau bisa mengobati hatimu
yang sedang kacau” ajak Liza.
Tanpa menunggu
waktu lama Rizka dan Liza pergi menemui Ustadz Massar. Setelah menceritakan
kronologi kejadian, Ustadz Massar memberikan wejangan yang diteruskan dengan
melaksanakan rukyah diri. “Mbak Liza, pada dasarnya apa yang terjadi kepada mbak Rizka merupakan cobaan, yaitu gangguan dalam rumah tangga akibat adanya orang ke
tiga. Saat ini, kondisi mbak Rizka dalam pengaruh pelet Yanto, sehingga harus
dilaksanakan rukyah diri” saran ustadz.
Setelah
beberapa kali dilaksanakan rukyah, akhirnya Rizka dapat melupakan Yanto sama
sekali. “Perlu Mbak Rizka ketahui, bahwa hanya mendekatkan diri kepada Allah,
diri kita dapat terjaga dari hal-hal negatif, oleh karenanya jagalah sholat
lima waktu dan perbanyaklah ibadah” saran terakhir Ustadz Massar. Tidak lama
dari keputusan Rizka meninggalkan Yanto, keburukan demi keburukan mulai terkuak,
diantaranya kepalsuan cinta Yanto kepadanya. Selama berhubungan, ternyata Yanto
hanya memanfaatkan harta Rizka untuk memenuhi kebutuhannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar