Jumat, 20 Juli 2012

Bisu Akibat Ghibah



      Sudah menjadi tradisi bagi para istri pejabat dan eksekutif mengadakan perkumpulan untuk sekedar arisan atau ajang pamer kekayaan dan bisnis. Tentunya sebagai wanita tidak terlepas dari agenda sampingan yang justru lebih dominan yaitu ngrumpi. ”dunia terasa hampa tanpa ngerumpi” ujar Linda salah satu anggota perkumpulan tersebut.
      ”Jeng tahu gosip terbaru gak? Sekarang si Surminah tetangga kampung kita yang sok alim ternyata suaminya seorang penjahat lho”.Linda membuka pembicaraan.”masa iya jeng, yang saya tahu dia orang alim”. Sahabatnya menimpali. ”Tadinya saya juga gak menyangka begitu, pakaian muslim yang selalu dikenakan ternyata hanya dijadikan sebagai topeng belaka”. Dari perkumpulan tersebut Linda lah yang terkenal paling banyak bicara.
        Surminah dan suaminya memang keluarga baru di perumahan Argajalanri. dalam berpakian dan bergaul keluarga surminah sangat taat terhadap agama, sehingga dianggap aneh bagi warga perumahan Argajalanri yang penuh dengan kehidupan gelamor dan bermegah-megahan.

Ghibah Berakibat fitnah
          ”Mas yang sabar ya! Untuk menghadapi para tetangga yang menganggap kita aneh, ini ujian dari Allah dalam perjalanan dakwah kita”. Surminah mencoba menenangkan suaminya yang mulai emosi mendengar banyak dibicarakan para tetangga. ”Ini sudah melampaui batas bu, kita sudah di dzolimi”. Suaminya menyanggah. ”Mas harus ingat bahwa sesama muslim adalah saudara, kita tidak boleh membalas kejelekan dengan kejelan serupa”. ”terserah ibu lah!”suaminya menutup dialog.
           Ditempat lain para ibu-ibu yang sedang kumpul-kumpul semakin santer membicarakan prihal keluarga Surminah. ”Ibu-ibu harus tahu, ternyata Surminah memakai jilbab selama ini karena kepalanya penyakitan, ibu-ibu diharap jangan mendekat nanti ketularan”. Lagi-lagi Linda yang paling santer memojokkan keluarga Surminah. Usut-punya usut, ternyata Linda menyimpan dendam kepada keluarga tersebut akibat mendapatkan peringatan ketika membeli minuman keras disebuah toko untuk keperluan pesta.

Akibat Banyak Gibah
         Dari perkataan menjadi sebuah tindakan. Para ibu-ibu yang tidak tahu menahu permasalahan menjadi terhasut yang kemudian memojokkan keluarga Surminah. ”ih jauhi Surminah nanti ketularan penyakitnya”. Ejekan warga terhadap keluarga Surminah semakin menjadi-jadi. Bahkan ada yang langsung mendatangi kerumahnya ”hei mending kamu pergi saja dari sini, dari pada kita disangka menyembunyikan teroris, atau paling tidak kita tertular penyakit” yang mencaci ternyata Linda.
         ”Salah kami apa? Kami bukan teroris, lagi pula kepala saya tidak penyakitan, semua itu fitnah” rintih Surminah sambil bercucuran air mata. ”Terserah pokoknya penduduk disini tidak suka sama kalian, cepat pergi sebelum diusir” bentak Linda. Kebetulan suami Surminah tidak dirumah sehingga Linda dengan bebas mencaci Surminah.
         Dalam keterpurukannya, keluarga Surminah hampir putus asa. Surminah memikirkan untuk secepatnya mengungsi, akan tetapi banyak pertimbangan melihat tempat kerja suami dan keperluan lainnya. Sampai akhirnya Surminah membaca rubrik konsultasi Ustadz Massar disalah satu media cetak. Tanpa pikir panjang Surminah dan keluarga mendatangi alamatnya.
      ”Banyak-banyaklah berdoa, semoga Allah memberikan jalan keluar dan menyadarkan mereka dari kesesatan”. Nasehat sang Ustaadz, setelah itu beliau memberikan amalan-amalan doa yang bersumber dari al Quran. Dengan bekal tersebut keluarga Surminah merasa tenang.
        Setiap sholat Surminah merintih”Ya Allah semoga kami diberi kesabaran dan keselamatan, dan semoga terjauh dari fitnah yang keji”. Tanpa disangka, beberapa waktu kemudian Linda mengalami sakit karena pecahnya pita suara yang menyebabkan kebisuan. Dengan kebisuan Linda, dari hari ke hari gosip tentang keluarga Surminah semakin hilang sampai akhirnya hilang sama-sakali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar