Rabu, 25 Juli 2012

Diuji Karena Tidak Pandai Bersyukur



            Sukardi seorang pengusaha kaya dengan berbagai cabang perusahaan. Segala usaha bisnis yang digelutinya selalu menuai kesuksesan. Milyader yang satu ini sangat memegang prinsip. ”Bagiku manusia semuanya sama, mereka bisa sukses kenapa kita tidak” ungkapnya dengan penuh kebanggan.
            Berasal dari keluarga yang pas-pasan Sukardi tetap semangat untuk mengikuti saudara-saudaranya berbisnis, meskipun hanya sekedar berjualan baso atau menjadi pedagang pakaian. Dengan semangat dan usaha yang tidak kenal lelah Sukardi mampu mengetahui kiat-kiat sukses dalam berbisnis. ”hanya orang malas saja yang tidak bisa sukses dalam bebisnis” tuturnya.
            Akan tetapi sangat disayangkan, dengan kesuksesannya yang diraih Sukardi tidak bisa cara bersyukur. ”Aku dapatkan harta ini dengan keringatku sendiri, kenapa aku harus berbagi dengan yang lain”. Jawaban tersebut mengalir begitu saja ketika sang istri memperingatkan untuk mensedekahkan sebagian hartanya.
            ”Bapak ini sangat keterlaluan, hampir setiap orang yang meminta sumbangan bapak tolak, mau bapak apakan harta sebanyak ini” ungkap sang istri. ”hidup hanya sekali, sudah seharusnya kita menikmati hasil jerih payah kita sendiri, orang yang meminta-minta itu pastinya mereka malas untuk berusaha”.  
            Tidak hanya pelit dalam harta, Sukardi kaya tidak mengindahkan perintah-perintah agama. Sukardi jarang mengerjakan sholat lima waktu, bahkan Dengan harta yang berlimpah Sukardi mempunyai lima istri simpanan di tempat yang berbeda. Banyak orang yang merasa sakit hati karena perbuatannya.

Peringatan Tuhan
            Dari berbagai kedzoliman yang diperbuat, akhirnya Sukardi diberi cobaan oleh Allah Swt. Sukardi tiba-tiba jatuh sakit, tubuhnya mengalami demam tinggi selama satu minggu. Sampai akhirnya Sukardi tidak bisa menggerakan anggota tubuhnya. ”Apa yang terjadi dengan tubuhku ini” Sukardi merintih.
            Telah dicoba berobat keberbagai rumah sakit terkemuka, penyakit Sukardi belum dapat disembuhkan. Diagnosa dokter, Sukardi mengalami kelumpuhan karena kurangnya cairan sumsum tulang belakang. Segala macam usaha medis diusahakan akan tetapi kesembuhan belum kunjung datang.  
Dalam renungannya Sukardi menyesali seluruh perbuatannya. ”Ya Allah mohon ampunan-Mu, hamba tidak kuat menahan cobaan ini” rintihnya. Sukardi menyadari dalam keadaannya sekarang, harta yang berlimpah menjadi tidak berharga ketika nyawa sudah di depan mata.
Akhirnya salah satu keluarganya menyarankan untuk mendatangi seorang ahli rukyah di Semarang. Saran sang ustadz sangatlah ringkas, ustadz menyarankan agar seluruh harta Sukardi dizakati. Disamping itu menyarankan untuk memperbanyak sedekah.
Selama satu bulan Sukardi tinggal bersama ustadz untuk dilakukan terapi, pengobatan yang digunakan berupa penggabungan antara rukyah dan tib nabawi. Tidak lama setalah pengobatan terapi, semakin hari Sukardi semakin membaik. Mulai dari bisa menggerakan tangan sampai akhirnya seluruh tubuhnya kembali seperti semula.
Mulai dari pengalaman pahitnya, Sukardi berubah 180 derajat. Kebanyakan orang tidak mengira bahwa Sukardi akan mendapatkan kesembuhan. Akan tetapi segala sesuatu tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah Swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar