Sukardi seorang pengusaha kaya dengan
berbagai cabang perusahaan. Segala usaha bisnis yang digelutinya selalu menuai
kesuksesan. Milyader yang satu ini sangat memegang prinsip. ”Bagiku manusia
semuanya sama, mereka bisa sukses kenapa kita tidak” ungkapnya dengan penuh
kebanggan.
Berasal dari keluarga yang
pas-pasan Sukardi tetap semangat untuk mengikuti saudara-saudaranya berbisnis,
meskipun hanya sekedar berjualan baso atau menjadi pedagang pakaian. Dengan
semangat dan usaha yang tidak kenal lelah Sukardi mampu mengetahui kiat-kiat
sukses dalam berbisnis. ”hanya orang malas saja yang tidak bisa sukses dalam
bebisnis” tuturnya.
Akan tetapi sangat
disayangkan, dengan kesuksesannya yang diraih Sukardi tidak bisa cara bersyukur.
”Aku dapatkan harta ini dengan keringatku sendiri, kenapa aku harus berbagi
dengan yang lain”. Jawaban tersebut mengalir begitu saja ketika sang istri
memperingatkan untuk mensedekahkan sebagian hartanya.
”Bapak ini sangat keterlaluan,
hampir setiap orang yang meminta sumbangan bapak tolak, mau bapak apakan harta
sebanyak ini” ungkap sang istri. ”hidup hanya sekali, sudah seharusnya kita
menikmati hasil jerih payah kita sendiri, orang yang meminta-minta itu pastinya
mereka malas untuk berusaha”.
Tidak hanya pelit dalam
harta, Sukardi kaya tidak mengindahkan perintah-perintah agama. Sukardi jarang
mengerjakan sholat lima waktu, bahkan Dengan harta yang berlimpah Sukardi mempunyai
lima istri simpanan di tempat yang berbeda. Banyak orang yang merasa sakit hati
karena perbuatannya.
Peringatan Tuhan
Dari berbagai kedzoliman
yang diperbuat, akhirnya Sukardi diberi cobaan oleh Allah Swt. Sukardi
tiba-tiba jatuh sakit, tubuhnya mengalami demam tinggi selama satu minggu.
Sampai akhirnya Sukardi tidak bisa menggerakan anggota tubuhnya. ”Apa yang
terjadi dengan tubuhku ini” Sukardi merintih.
Telah dicoba berobat
keberbagai rumah sakit terkemuka, penyakit Sukardi belum dapat disembuhkan. Diagnosa
dokter, Sukardi mengalami kelumpuhan karena kurangnya cairan sumsum tulang
belakang. Segala macam usaha medis diusahakan akan tetapi kesembuhan belum
kunjung datang.
Dalam renungannya Sukardi menyesali seluruh
perbuatannya. ”Ya Allah mohon ampunan-Mu, hamba tidak kuat menahan cobaan ini”
rintihnya. Sukardi menyadari dalam keadaannya sekarang, harta yang berlimpah
menjadi tidak berharga ketika nyawa sudah di depan mata.
Akhirnya salah satu keluarganya menyarankan untuk
mendatangi seorang ahli rukyah di Semarang. Saran sang ustadz sangatlah
ringkas, ustadz menyarankan agar seluruh harta Sukardi dizakati. Disamping itu
menyarankan untuk memperbanyak sedekah.
Selama satu bulan Sukardi tinggal bersama ustadz
untuk dilakukan terapi, pengobatan yang digunakan berupa penggabungan antara
rukyah dan tib nabawi. Tidak lama setalah pengobatan terapi, semakin hari
Sukardi semakin membaik. Mulai dari bisa menggerakan tangan sampai akhirnya
seluruh tubuhnya kembali seperti semula.
Mulai dari pengalaman pahitnya, Sukardi berubah
180 derajat. Kebanyakan orang tidak mengira bahwa Sukardi akan mendapatkan
kesembuhan. Akan tetapi segala sesuatu tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah
Swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar