Radian Seorang pengusaha kaya yang bekerja
disalah satu perusahaan BUMN. Dengan keuletannya Radian dipercaya menjadi
manajer. Dari tampilan yang perlente dan selalu mengumbar senyum, tidak ada
yang mengetahui ternyata dian menyimpan banyak misteri dalam kehidupan pekerjaan
dan keluarganya.
”Pokoknya saya minta
cerai” teriak Maemunah. ”Kurang apa aku? selama ini aku selalu memberikan yang
terbaik buatmu”, balas Radian. ”Kamu pikir aku tidak tahu, selama ini kamu selalu
melakukan penggelapan uang dibelakangku”
isak sang istri. Dengan gayanya yang ramah kepada setiap orang, tidak ada yang
menyangka bahwa sifatnya selicik Ular. ”Buat apa harta berlimpah kalau itu
haram semua” ungkap sang istri.
Kebiasaan korupsi Radian
terungkap ketika ada sebuah proyek besar yang ditangani perusahaannya. Setelah
selesai proyek Radian tiba-tiba dapat membangun tiga rumah mewah. Alih-alih
sang istri curiga dan akhirnya mengetahui kebenarannya.”Kalau Mas belum bisa
mengembalikan uang yang mas curi, aku belum mau berkumpul dengan mas” ancam
sang istri.
Tidak hanya melipat uang,
Radian juga terkenal suka menerima suap. Kebiasaan mencuri dengan cara licik
sudah mendarah daging sejak kecil. Radian sering mencuri dan menggelapkan uang
orang tuanya apabila diamanati membayar SPP sekolah. Tidak jarang orang tua
Radian kerepotan karena kebiasaan buruknya.
Prediksi salah kaprah
”Hidup itu hanya sekali,
maka hiduplah yang berarti, itu moto hidupku” uangkapnya kepada sang istri.
Yang dia maksud berarti, yaitu menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya. Radian
tidak pernah sadar akan kebiasaan buruknya. Sampai akhirnya dia ditegur oleh
sebuah peristiwa yang tidak disangkanya.
Setelah menerima suap dari
salah satu klien, Radian merasa curiga terhadap mobil yang mengikutinya dari
belakang. Merasa dibuntuti Radian memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Tidak konsentrasi, Radian kehilangan kontrol dan mobilnya menabrak sebuah
pohon. Dalam kecelakaan tersebut Radian harus rela kehilangan salah satu
tangannya karena terjepit pintu.
”Apa yang harus saya lakukan, selama ini saya
tidak tahu apa yang harus saya perbuat. Kebiasaan buruk seakan telah menjadi
kebiasaan lumrah bagi diri saya” rintih Radian ketika masih dirawat di rumah
sakit. Merasa taubat yang mau dilakukan radian tidak main-main, keluarga
akhirnya memanggil seorang ahli rukyah dari Semarang untuk memberikan motifasi
dalam membimbing taubat Radian.
Selama proses taubat,
radian menjalani rukyah sebanyak tiga kali. Selanjutnya radian rutin mendatangi
pengajian yang dilaksanakan di yayasan sang ustadz. Setelah beberapa bulan Radian mulai berubah, perangai buruk yang selama ini terlihat ketika bergaul
dengan sang istri sudah tidak terlihat. Bahkan radian berani mengembalikan harta
yang pernah di korupsinya kepada perusahaan.
Kebiasaan buruk Radian
sudah tidak terlihat selama tiga tahun terakhir. Dikira akan menjadi miskin
karena mengembalikan harta yang telah banyak dikorupsi, Justru sebaliknya.
Radian selalu mendapat rizki yang dia sendiri tidak tahu asalnya. Tangan yang
telah teramputasi seakan menjadi saksi bagi dirinya untuk tidak melakukan
perbuatan yang tidak terpuji kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar