Senin, 30 Juli 2012

Tangan Buntung Akibat Korupsi



            Radian Seorang pengusaha kaya yang bekerja disalah satu perusahaan BUMN. Dengan keuletannya Radian dipercaya menjadi manajer. Dari tampilan yang perlente dan selalu mengumbar senyum, tidak ada yang mengetahui ternyata dian menyimpan banyak misteri dalam kehidupan pekerjaan dan keluarganya.
            ”Pokoknya saya minta cerai” teriak Maemunah. ”Kurang apa aku? selama ini aku selalu memberikan yang terbaik buatmu”, balas Radian. ”Kamu pikir aku tidak tahu, selama ini kamu selalu melakukan penggelapan uang  dibelakangku” isak sang istri. Dengan gayanya yang ramah kepada setiap orang, tidak ada yang menyangka bahwa sifatnya selicik Ular. ”Buat apa harta berlimpah kalau itu haram semua” ungkap sang istri.
           Kebiasaan korupsi Radian terungkap ketika ada sebuah proyek besar yang ditangani perusahaannya. Setelah selesai proyek Radian tiba-tiba dapat membangun tiga rumah mewah. Alih-alih sang istri curiga dan akhirnya mengetahui kebenarannya.”Kalau Mas belum bisa mengembalikan uang yang mas curi, aku belum mau berkumpul dengan mas” ancam sang istri.
            Tidak hanya melipat uang, Radian juga terkenal suka menerima suap. Kebiasaan mencuri dengan cara licik sudah mendarah daging sejak kecil. Radian sering mencuri dan menggelapkan uang orang tuanya apabila diamanati membayar SPP sekolah. Tidak jarang orang tua Radian kerepotan karena kebiasaan buruknya.

Prediksi salah kaprah
            ”Hidup itu hanya sekali, maka hiduplah yang berarti, itu moto hidupku” uangkapnya kepada sang istri. Yang dia maksud berarti, yaitu menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya. Radian tidak pernah sadar akan kebiasaan buruknya. Sampai akhirnya dia ditegur oleh sebuah peristiwa yang tidak disangkanya.
            Setelah menerima suap dari salah satu klien, Radian merasa curiga terhadap mobil yang mengikutinya dari belakang. Merasa dibuntuti Radian memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Tidak konsentrasi, Radian kehilangan kontrol dan mobilnya menabrak sebuah pohon. Dalam kecelakaan tersebut Radian harus rela kehilangan salah satu tangannya karena terjepit pintu.
             ”Apa yang harus saya lakukan, selama ini saya tidak tahu apa yang harus saya perbuat. Kebiasaan buruk seakan telah menjadi kebiasaan lumrah bagi diri saya” rintih Radian ketika masih dirawat di rumah sakit. Merasa taubat yang mau dilakukan radian tidak main-main, keluarga akhirnya memanggil seorang ahli rukyah dari Semarang untuk memberikan motifasi dalam membimbing taubat Radian.
            Selama proses taubat, radian menjalani rukyah sebanyak tiga kali. Selanjutnya radian rutin mendatangi pengajian yang dilaksanakan di yayasan sang ustadz. Setelah beberapa bulan Radian mulai berubah, perangai buruk yang selama ini terlihat ketika bergaul dengan sang istri sudah tidak terlihat. Bahkan radian berani mengembalikan harta yang pernah di korupsinya kepada perusahaan.
            Kebiasaan buruk Radian sudah tidak terlihat selama tiga tahun terakhir. Dikira akan menjadi miskin karena mengembalikan harta yang telah banyak dikorupsi, Justru sebaliknya. Radian selalu mendapat rizki yang dia sendiri tidak tahu asalnya. Tangan yang telah teramputasi seakan menjadi saksi bagi dirinya untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak terpuji kembali.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar