Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang
pengusaha dengan kekayaan bisa dibilang lebih dari cukup. Disamping sebagai
pengusaha, saya pejabat di kantor milik negara (PNS). Dengan kegiatan dan
kesibukan yang padat, saya sangat jauh dengan agama. Hampir seharian tugas menumpuk dan
tidak bisa memikirkan kegiatan yang bersifat religius.
Pada kenyataannya ketika
saya mengalami stress atau depresi, saya lebih terbiasa dengan berangkat ke
tempat hiburan untuk sekedar minum atau bermain
dengan perempuan. Hal-hal yang bersifat glamour dan kesenangan dunia menjadi
proritas utama. Tidak mengherankan jika berdampak kepada pekerjaan yaitu lebih
mementingkan keuntungan daripada ikhlas dalam bekerja. Sebagai contoh korupsi
secara sistematis telah menjadi kebiasaan dan hal yang dapat dimaklumi.
Saya terkadang menyadari
bahwa apa yang menjadi kebiasaan saya adalah salah. Saya harus kembali ke jalan
yang benar. Akan tetapi, ketika saya mencoba untuk sekedar menjalankan sholat,
saya masih tetap merasa malas. Paling tahan saya melaksanakan kewajiban
tersebut hanya satu hari. Terus terang saya tidak merasa tentram dengan kedaan
seperti saat ini. Yang saya tanyakan, bagaimanakah langkah-langkah supaya saya
dapat bertaubat dan meninggalkan perbuatan tercela secara langsung. Lantas
apakah saya perlu dirukyah untuk membuang sifat-sifat jelek saya?
Jefri P , Pekalongan
Wassalamu’alaikum, Wr Wb.
Bapak Jefri yang terhormat, pada dasarnya apa yang dialami bapak sekarang adalah
penyakit hati, diantara ciri-cirinya yaitu keras hati sebagaimana bapak alami yaitu
dimana seseorang merasakan bahwa hatinya telah berubah menjadi batu keras. Di mana tidak ada sesuatupun yang dapat
merembes kepadanya ataupun mempengaruhinya. Ungkapan ini tidaklah berlebihan,
bukankah Al-Qur’an telah menerangkan bahwa hati dapat mengeras sekeras batu.
Allah berfirman, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu,
bahkan lebih keras lagi”. (Q.S. Al-Baqarah: 74).
Selain itu kesukaan bapak
dalam memenuhi syahwat. Perasaan bapak bahwa kehidupan dunia lebih utama dan merasa
tentram bila sudah memperolehnya. Apabila melihat orang lain memperoleh
kenikmatan dunia seperti; harta, kedudukan, pangkat, rumah atau pakaian yang
bagus, dia merasa tersiksa dan menganggap dirinya gagal. Lebih tersiksa lagi apabila
yang mendapatkan kenikmatan duniawi itu adalah saudaranya sendiri
atau sahabatnya. Terkadang timbul pada dirinya penyakit hasad atau dengki di
mana dia tidak ingin kenikmatan itu tetap ada pada saudaranya.
Untuk solusinya sebenarnya
terdapat pada diri bapak sendiri, yaitu bagaimana mendisiplinkan diri dengan
banyak melaksanakan ritual agama. Meskipun pada awalnya sangat berat, akan
tetapi yakinlah bahwa dengan kesabaran dan kesadaran yang tinggi bapak akan
merasakan hasilnya.
Terkait dengan rukyah
dapat menghilangkan sifat buruk dalam diri bapak, hal tersebut sangat relatif.
Karena dalam pengobatan islami, pengobatan rukyah digunakan untuk mengusir atau
menjauhkan seseorang dari gangguan jin atau syetan dan sejenisnya. Terkait
dengan hal tersebut, apabila perubahan sifat bapak bersal dari pengaruh sebagaimana
diatas insya Allah bisa disembuhkan dengan rukyah. Untuk informasi selanjutnya
bisa menghubungi kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar