Rabu, 19 September 2012

Mengembalikan Kasih yang Hilang


Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang saya hormati, saya menikah dengan seorang laki-laki berkebangsaan Asing ( Belanda ) dan dari pernikahan tersebut kami dikaruniai 2 orang anak. Namun, sudah 1 tahun ini suami saya pulang ke negara asalnya dan hingga sekarang tidak pernah memberi kabar  juga nafkah untuk anak-anak.
Apa yang harus saya lakukan ustadz, agar suamiku tersebut kembali kepada kami karena anak-anak masih sangat membutuhkan figur seorang ayah.
                                                                                                                Maria, Jakarta
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
                Ibu maria yang baik, sebelumnya cobalah ibu cari info terkait suami ibu terlebih dahulu. Adapun pihak-pihak yang dapat dihubungi adalah mulai dari teman-teman dekat atau keluarganya dan kalau perlu carilah informasi kepada kantor pemerintah yang berkaitan dengan status orang luar negeri yang berada di Indonesia. Selanjutnya mintalah bantuan kepada Allah Swt dengan memperbanyak berdoa sebagai upaya mengembalikan orang yang telah pergi dari kita.
Adapun doa yang dapat diamalkan diantaranya sebagaimana telah diriwayatkan Abi Syaibah dan Ath-Thabrani dari Hadits Ibnu Umar “Yaa Hadii adh Dhalal wa Roodda adh Dhaalah Urdud ‘alayya Dhalatiy bi ‘Izzatika wa Sulthanika Fa Innaha min Athaaika wa Fadhlika. Artinya: Dengan nama Allah, Wahai Yang Menunjuki yang tersesat dan Yang Mengembalikan yang hilang (maka) kembalikanlah kepadaku (sesuatu) yang hilang (dari) ku dengan keagungan-Mu dan kekuasaan-Mu. Sesungguhnya ia (sesuatu) itu adalah pemberian-Mu dan karunia-Mu”.
Apabila telah diamalkan secara istiqamah, selanjutnya untuk membantu mengembalikan kembali kasih sayang yang telah menghilang dari suami ibu, maka ibu bisa melaksanakan ruqyah diri. Dalam hal ini sebagai upaya meminta pertolongan Allah Swt, untuk mengmbalikan kembali perasaan cinta dan sayang suami ibu. Yakinlah bahwa Allah Swt, sebagai dzat penguasa hati seseorang (membolak balik hati) akan mengabulkan doa yang kita panjatkan.
Selanjutnya apabila seluruh usaha telah ibu laksanakan, maka bertawakalah, dengan terus berdoa sebagaimana rasul saw mengajarkan doa apabila kita kehilangan sesuatu: "Allahumma ajirniy fii mushiibaty, wa akhlif Lii Khairan Minhaa" (Shahih Muslim), artinya Wahai Allah Berilah aku pahala dari kehilanganku ini dan gantikan aku dengan yang lebih baik darinya" 
                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar