Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang saya hormati, saya menikah
dengan seorang laki-laki berkebangsaan Asing ( Belanda ) dan dari pernikahan
tersebut kami dikaruniai 2 orang anak. Namun, sudah 1 tahun ini suami saya pulang ke negara asalnya dan hingga sekarang
tidak pernah memberi kabar juga nafkah
untuk anak-anak.
Apa yang harus saya lakukan ustadz,
agar suamiku tersebut kembali kepada kami karena anak-anak masih sangat
membutuhkan figur seorang ayah.
Maria,
Jakarta
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Ibu maria yang
baik, sebelumnya cobalah ibu cari info terkait suami ibu terlebih dahulu.
Adapun pihak-pihak yang dapat dihubungi adalah mulai dari teman-teman dekat atau
keluarganya dan kalau perlu carilah informasi kepada kantor pemerintah yang
berkaitan dengan status orang luar negeri yang berada di Indonesia. Selanjutnya
mintalah bantuan kepada Allah Swt dengan memperbanyak berdoa sebagai upaya
mengembalikan orang yang telah pergi dari kita.
Adapun doa yang dapat diamalkan diantaranya sebagaimana
telah diriwayatkan Abi Syaibah dan Ath-Thabrani dari Hadits Ibnu Umar “Yaa
Hadii adh Dhalal wa Roodda adh Dhaalah Urdud ‘alayya Dhalatiy bi ‘Izzatika wa
Sulthanika Fa Innaha min Athaaika wa Fadhlika. Artinya: Dengan nama Allah,
Wahai Yang Menunjuki yang tersesat dan Yang Mengembalikan yang hilang (maka)
kembalikanlah kepadaku (sesuatu) yang hilang (dari) ku dengan keagungan-Mu dan
kekuasaan-Mu. Sesungguhnya ia (sesuatu) itu adalah pemberian-Mu dan
karunia-Mu”.
Apabila telah diamalkan secara istiqamah,
selanjutnya untuk membantu mengembalikan kembali kasih sayang yang telah
menghilang dari suami ibu, maka ibu bisa melaksanakan ruqyah diri. Dalam hal
ini sebagai upaya meminta pertolongan Allah Swt, untuk mengmbalikan kembali
perasaan cinta dan sayang suami ibu. Yakinlah bahwa Allah Swt,
sebagai dzat penguasa hati seseorang (membolak balik hati) akan mengabulkan doa
yang kita panjatkan.
Selanjutnya apabila seluruh usaha telah ibu
laksanakan, maka bertawakalah, dengan terus berdoa sebagaimana rasul saw
mengajarkan doa apabila kita kehilangan sesuatu: "Allahumma ajirniy fii
mushiibaty, wa akhlif Lii Khairan Minhaa" (Shahih Muslim), artinya Wahai
Allah Berilah aku pahala dari kehilanganku ini dan gantikan aku dengan yang lebih
baik darinya"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar