Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz
Massar yang terhormat, saya seorang ibu rumah tangga, dengan suami seorang
direktur disalah satu perusahaan swasta. Kami telah berkeluarga selama 15 tahun, dari pernikahan tersebut kami
dikaruniai 5 orang putra putri. Selama ini kami jarang bertengkar, suami saya
sangat pengertian kepada saya.
Akan tetapi kahir-akhir ini perangai suami saya
berubah. Dia mulai sering memarahi saya karena hal-hal kecil yang selama ini
tidak biasa dia lakukan. Saya merasa heran dan mulai menyelidiki terkait sebab
perubahan sikap suami saya.
Setelah saya selidiki, ternyata suami saya mulai
tergoda oleh salah seorang pekerjanya di kantor. Kemungkinan besar suami saya
diguna-guna. Dari perubahan secara drastis, saya semakin curiga. Sekarang suami
saya menjadi ringan tangan. Saya sering di tampar dan diancam. Terkadang saya
merasa kuatir dengan anak-anak. Mereka mulai berontak dan membela saya. Pernah
terlintas saya untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib. Akan tetapi saya
masih ragu akan penyebab perubahan sikapnya. Mohon solusi.
Siti
Ambarwati, Tangerang
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Ibu
Ambarwati yang terhormat, permasalahan yang Ibu hadapi harus dihadapi dengan
tenang dan tidak emosi. Pada dasarnya perubahan sikap suami Ibu bisa
diakibatkan oleh beberapa faktor. Biasa karena penyebab dari luar atau dari
dalam. Dari luar diantaranya perubahan lingkungan dan suasana yang tidak nyaman
termasuk mungkin penampilan Ibu. Adapun dari dalam bisa berupa stress ataupun
memang benar diguna-guna. Karena pada dasarnya guna-guna tidak hanya berupa
santet atau menyakiti seseorang secara ghaib. Lebih dari itu bisa berbentuk
rasa tidak nyaman dan gelisah pada diri seseorang.
Apapun itu permasalahannya,
seharusnya suami Ibu tidak sampai membuat ibu merasa tertekan. Karena hal
tersebut sangat bertentangan dengan ajaran agama, peringatkanlah secara halus
dengan mempertimbangkan keutuhan keluarga. Sebagaimana dalam al Quran
disebutkan “Hai orang-orang yang beriman,
tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu
menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah
kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang
nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak
menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu,
padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”.
Kedua
penyebab perubahan pada diri suami Ibu bisa diatas. Cobalah untuk introspeksi
diri, perbaikilah seluruh kekurangan yang Ibu anggap mempengaruhi kecintaan
suami terhadap Ibu. Kemudian, kalau memang perubahan yang terjadi disebabkan
ada WIL (Wanita Idaman Lain), diskusikan permasalahan tersebut dengan terbuka
dan saling memahami.
Hal tersebut akan lain
jika memang suami Ibu diguna-guna. Perubahan pada perangainya harus
diatasi dengan dilakukan rukyah. Dengan rukyah tersebut diharap dapat
meniadakan pengaruh sihir yang mempengaruhi perangai suami Ibu. Segera menghubungi kami. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar