Selasa, 01 Juli 2014

Hidup Hancur karena Guna-guna




Karena kena guna-guna Munif (23), bukan nama sebenarnya, mengalami kehancuran. Semua hartanya habis bahkan akhirnya dia stres berat. Bagaimana kisahnya?

Munif adalah mahasiswa semester delapan di sebuah universitas negeri di kota Semarang yang sedang mengisi liburan bersama teman sekelasnya ke sebuah objek wisata di Yogyakarta dalam rangka mengisi liburan panjang. Kesempatan ini tidak di sia-siakan olehnya untuk mencari wanita idaman, karena sudah hampir tiga tahun Munif Menjomblo.
Sebenarnya, Munif menjomblo bukan karena tidak ada wanita yang  mau menjadi pacarnya, sudah banyak wanita yang ditolak dan menjadi korban ambisinya. Alasanya simple, “ aku lagi mencari wanita idaman yang  sempurna tanpa cacat , “ ujarnya kepada Sambi teman dekatnya.
“ Nif, Kamu jangan sombong, mentang-mentang ganteng, kamu tidak seharusnya mengecewakan banyak wanita. Hati-hati nanti banyak yang dendam atas apa yang kamu lakukan,” ujar Sambi yang sangat kesal dengan ulah temannya yang angkuh dan terkesan jual mahal.
Kena Pelet
Apa yang dikhawatirkan Sambi ternyata bukan hanya ungkapan bentuk kekesalan, Heni salah satu teman Munif yang pernah terkecewakan menyusun rencana untuk membalas sakit hatinya. Dengan segala upaya Heni berusaha untuk menggaet hati Munif, tetapi tidak pernah berhasil. Sampai akhirnya Heni mengambil jalan pintas dengan pergi ke orang pintar untuk meminta pengasihan semacam pelet agar Munif terpikat olehnya.
“ Tunggu pembalasanku nif, selama ini kamu telah menyia-nyiakan diriku gumam Heni dalam hati. Rencananya setelah mendapatkan Munif dia akan menguras hartanya dan kemudian mencampakkanya. Acara liburan ke Yogyakarta akhirnya menjadi kesempatan yang bagus untuk mencuri perhatian Munif. Dengan ilmu pemikat yang telah dipelajarinya, dengan mudah Munif dapat di taklukkan. Munif yang tadinya menolak Heni karana perangai buruknya, tiba-tiba terbalik 180 % ia menjadi tersihir dan takluk oleh rayuan dan senyuman Heni.
Stres Berat
Singkat cerita, Munifpun jatuh dalam pelukan Heni dan dengan mudah Heni melancarkan rencananya untuk memeras kekayaan Munif. Bagaikan kerbau yang dicocok hidungnya, Munif menuruti apa saja kemauan Heni tanpa bisa membantah sepatah katapun. Karena merasa targetnya sudah terpenuhi Henipun melakukan rencana akhirnya yaitu memutuskan hubungannya dengan Munif dan meninggalkannya begitu saja. Tidak bisa menerima realita dan kenyataan, akhirnya Munif mengalami stres berat hingga mengonsumsi narkoba. Munif bagaikan  orang lepas dari komitmen dan berjalan tanpa arah, hidupnya acak-acakaan dan selalu terlihat murung.
Pihak keluarga sudah berusaha semaksimal mungkin dengan membawanya ke psikolog maupun rumah sakit jiwa, tetapi tak juga mengalami perubahan. Sampai akhirnya ada petunjuk dari tetangga yang menyarankan untuk mendatangi ahli terapi ruqyah di Semarang yaitu Ustadz Massar. Dengan Terapi ruqyah inilah  sedikit demi sedikit Munif mengalami perubahan. Semoga usaha keluarganya mengembalikan kesadaran Munif segera berhasil, begitu doa dari beberapa kerabat dan juga teman yang prihatin dengan keadaan Munif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar