Rabu, 13 Maret 2013

Meruqyah Pelaku Lesbi



KISAH HIKMAH

Vina terperanjat. Ia seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Selama ini ia mencoba untuk selalu berbaik sangka. Namun itu semua lenyap laksana debu tertiup angin tatkala menyaksikan pemandangan di depan matanya.
Hanya jarak selemparan batu, ia memergoki Rossa dan Erni sedang duduk mesra di sebuah taman. Terlihat jelas Rossi melingkarkan tangannya di pundak Erni. Sedangkan Erni sendiri melingkarkan tangannya di pinggang Rossi. Vina segera menghampiri mereka.
“Rossi..... Erni....???!!!”
Rossi dan Erni terkesiap, mereka menoleh ke arah suara Vina yang sudah ada di hadapan mereka.
“Vina??!” ujar mereka serempak.
“Jadi selama ini kalian lesbong?”  Vina membelalak.
“Mmmm..kamu salah Vin,” ucap Rossi sembari membetulkan posisi duduknya.
“Tidak bisa, berarti saat kalian berdua ada di hotel malam itu kalian ngelakuin yang nggak-nggak, ya kan?”
“Anu Vin, eh, begini,” Erni salah tingkah.
“Ah...nggak usah alasan, berarti apa yang dikatakan teman-teman tentang kalian emberrr, dasar!!” kata Vina kemudian berlalu meninggalkan mereka yang masih bengong.
Itu terjadi pada suatu senja saat Vina sedang jogging di sebuah taman kota di kawasan Jakarta Utara. Setelah kejadian itu, malam harinya, ia langsung menuju rumah Rossi. Ia ingin mengatakan kepada orang tua Rossi kalau anak mereka tidak normal.
“Sebenarnya kami sudah tahu, tapi kami sudah kehilangan cara bagaimana menyembuhkan perilaku seksual Rossi yang menyimpang,” ungkap Ny.Herawati, ibunda Rossi.
“Kami sudah ke psikolog, psikiater bahkan seksolog, tetapi Rossi hanya sembuh sebentar, setelah itu kumat lagi,” timpal Pak Darmawan yang tak lain adalah ayahanda Rossi. “Selama ini kami yang salah, saking sibuknya, kami kurang memperhatikan Rossi.”

Kurang Perhatian Keluarga
Maklum saja, Pak Darmawan dan istrinya adalah pengusaha yang super sibuk dengan jadwal kerja super padat. Berangkat pagi pulang larut malam. Imbasnya, Rossi sebagai putri semata wayangnya menjadi tak terurus, kurang kasih sayang, apalagi sejak babysitter tak lagi mengasuhnya. Hal itu terjadi mulai masuk kelas 1 SMP hingga menginjak perguruan tinggi. Puncaknya, di kampus, Rossi salah pergaulan. Sebuah komunitas wanita lesbian dengan mayoritas anggota pelajar dan mahasiswi berhasil merekrut Rossi. Bahkan, di Facebook, mereka terang-terangan memperkenalkan diri lengkap dengan foto mesra. 
“Bagaimana dik Vina, ada solusi?” tanya Pak Darmawan membuyarkan lamunan Vina yang masih membayangkan kejadian tadi sore.
“Begini om, tante, masalahnya, si Erni temenku itu juga ngelakuin hal yang sama, dia itu pasangannya anak om sama tante,” jelas Vina.
“Maksud dik Vina, Erni anaknya Pak Haris itu?” tanya Pak darmawan.
“Iya lah om, siapa lagi?”
“Ya sudah, sekarang kita menuju rumahnya Pak Haris, dik Vina ikut, ayo ma..,” ajak Pak Darmawan, istrinya segera beranjak.
Mobil sedan warna hitam segera keluar garasi. Satpam bergegas membuka gerbang. Mobil melaju dari komplek perumahan menuju jalan raya menembus keramaian. Kerlap-kerlip lampu yang menghiasi gedung dan jalanan tak seterang hati Pak Darmawan dan istrinya. Sudah lama mereka ingin anaknya kembali normal. Mereka merasa bersalah.

Ruqyah sebagai Solusi
Pak Haris mempersilahkan para tamunya duduk. Pembantunya dengan sigap masuk ke dalam membuatkan minuman setelah diberi isyarat.
“Ada hal penting apa Pak, kok kayaknya serius ini,” ujar Pak Haris mengawali pembicaraan.
“Putri Anda, si Erni, itu lesbian, Anda sudah tahu?” tanya Pak darmawan.
“Sudah Pak, tapi saya tidak tahu harus bagaimana, pernah saya peringatkan tapi malah mengancam akan bunuh diri jika saya mencampuri urusannya, padahal saya kan Bapaknya,” terang Pak Haris. “Tapi saya pernah disarankan oleh rekan kerja yang anaknya kecanduan narkoba. Dia berkonsultasi ke seorang Ustad di Semarang dan bisa sembuh, namanya Ustad Massar, bagaimana kalau kita ke sana Pak, siapa tahu kelainan seksual juga bisa sembuh” imbuhnya.
Akhirnya, keesokan harinya, mereka menuju kediaman Ustad Massar. Rossi dan Erni diruqyah jarak jauh melalui foto. “Jangan lupa untuk senantiasa berdo’a bagi kesembuhan putri Bapak setiap selesai sholat fardlu, Terapi Ruqyah Diri jarak jauh ini akan menjadi wasilah bagi kesembuhan putri Bapak, pikiran dan hati mereka akan tenang dan sadar,”jelas Ustad Massar.
Dua bulan kemudian, Pak Darmawan dan Pak Haris memberi kabar gembira melalui telepon dan email. Putri mereka sudah normal. Bahkan Pak Haris hendak menikahkan Erni dengan lelaki tampan, seorang oknum TNI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar