Senin, 09 Desember 2013

Kekasihku Matrealistis




Setelah menempuh perjalanan panjang yang melelahkan, sampailah juga Setya( bukan nama sebenarnya ) di terminal Pulo Gadung Jakarta. Setya bertekad menjadi orang sukses di Ibu Kota bagaimanapun caranya. Meskipun hanya berbekal ijazah SMA dan ketrampilan minim yang dimiliki, tekadnya tetap bulat. Kelebihannya adalah  wajah yang tampan bak artis Andika Pratama.
             Sambil menyelam minum air, disela-sela waktunya mencari pekerjaan, Setya rajin membantu bulek Sri, sapaan akrab bibinya di warung untuk menghilangkan kejenuhan. Meskipun hanya rumah makan sederhana, tetapi sangat ramai dan dipenuhi pelanggan yang berstatus pegawai kantoran saat jam makan siang tiba. Disinilah awal mula Setya bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Dian ( bukan nama sebenarnya ), yang merupakan anak dari seorang pengusaha sukses di kota metropolitan ini. " tumben ke warung sendiri non,  biasanya Wati yang kesini? " sapa bulek sri. " ia nich bu..., suntuk di kantor terus pengen nyari udara segar," jawab Dian. “Makan apa non?” tanya bulek Sri. " Pecel aja Bu,  gak pedes ya, " jawab Dian. Saat menunggu pesanannya, sepintas ia melihat seorang pemuda tampan mengantarkan minuman ketamu, Sosok tersebut sangat mirip dengan kekasihnya yang telah tiada. Kenangan masa lalunyapun kembali muncul. " Silahkan mbak ini pesanannya " kata setya membuyarkan lamunan Dian " Oh ya Mas terima kasih" jawab Dian dengan terbengong-bengong." Maaf, mas ini apanya Bu Sri?, kok baru kelihatan?, " tanya Dian. " saya keponakanya bulek sri dari kampung mbak, disini mbantu bulek sambil cari Kerja, " jawab Setya. Berawal dari perkenalan singkat itulah akhirnya mereka saling akrab. Dianpun memberikan Setya pekerjaan sebagai sopir pribadinya. Seiring berjalannya waktu, hubungan khusus antara keduanya pun akhirnya terjalin sudah. Seperti orang jawa bilang “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”.
             Rasa cinta yang teramat besar kepada Setya telah membutakan mata Dian, segala kebutuhan Setya diluar gaji selalu dipenuhinya, dari kontrakan yang lumayan gede, hingga biaya untuk kuliah. Namun, segala fasilitas yang ada telah membuat Setya lupa daratan, kehidupan malam kota Jakarta yang mulai menyapanya telah membuatnya melupakan kewajibannya untuk beribadah.
  Sayang, bulan ini aku harus bayar semesteran nich...sedang uang aku udah abis aku kirim ke rumah untuk biaya adikku yang lagi sakit ”.  rayu Setya pada kekasihnya. " ya udah jangan murung gitu, nanti aku transfer lagi ”. jawab Dian.
Alangkah terkejutnya Dian saat mendapati Setya yang tengah asik berpesta hingga mabuk dengan teman-temannya di sebuah cafe. Pertengkaranpun tak terelakkan hingga terucap kata “putus” dari mulut Dian. "Setya memang pernah berujar akan membalas rasa sakit hatinya yang selalu dihina oleh keluarga mantan kekasihnya karena miskin pada perempuan kaya, bulek minta maaf karena baru cerita sekarang,” kata bulek Sri mencoba mediasi ” tapi sebenarnya setya anak yang baik kok, dia hanya butuh perhatian dan bimbingan “imbuhnya dengan wajah memelas. Dian hanya bisa menghela nafas dalam-dalam mendengar penuturan bulek Sri. Meski kecewa, Dian berjanji akan menyadarkan Setya dan membuatnya berubah menjadi baik lagi. “ Bulek percaya non pasti bisa membuat Setya sadar akan perbuatannya “ kata bulek Sri optimis.
Bersama sahabatnya, Dian menemui Ustad Massar Seorang pakar Ruqyah dari Semarang untuk berkonsultasi terkait permasalahannya. Setelah mendengarkan Dian bercerita panjang lebar mengenai masalahnya, Beliau memutuskan untuk segera meruqyah Setya lewat jarak jauh guna menghilangkan aura negative yang menyelimuti hati dan pikirannya. Alhamdulillah, dua minggu setelah dilakukan Ruqyah atas diri Setya, sikapnya mulai berubah kearah yang lebih positif. Dia mulai taat beribadah lagi dan jarang keluar malam dengan teman-temannya.“  Sayang, maafkan aku karena selama ini tidak jujur kepadamu ” kata Setya sambil menggenggam erat tangan Dian saat candle light dinner di Edogin. Dalam hati Dian bersyukur karena berkat terapi ruqyah Ustadz Massar sang kekasih yang ia cintai telah kembali menjadi Setya yang alim dan baik hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar