Selasa, 07 Agustus 2012

Mati Su’ulkhotimah Balasan Pengingkar Agama



            Segerombolan penganguran tampak berpesta di tengah sepinya malam yang menyelimuti kota. Jasad dan pakaian mereka sangatlah rapi dan bersih, tapi mental dan hati mereka busuk, bahkan lebih busuk dari air comberan yang mereka kencingi setiap hari. Gaya parlente khas pergaulan glamor sangat kental dengan keangkuhan anak-anak konglomerat.
            ”Lo jangan berisik jek, kalau lo gi ngisap ganja diresapi dong” pinta Andi kepada salah seorang temannya. ”Oke bos, selanjutnya target lokalisasi mana lagi nih tuk pesta malam ini”. Tanya Zafir. ”walah ambil aja cewek-cewek di tengah jalan, kita bawa ke rumah. Kebetulan orang tuaku lagi ke luar negri”. ”Oke bos” jawabnya.
            Dengan harta yang berlimpah, andi dapat menuruti hawa nafsunya sesuka hati. ”kita habiskan malam ini dengan pesta, setuju?”. ”Setujuuu!!” jawab teman temannya.  Gerombolan mereka memang terdiri dari anak-anak orang kaya yang suka berpesta dan berpoya-poya. Tentunya perilaku mereka tidak lepas dari kurangnya kasih sayang dari orang tua dan jauhnya dari ajaran agama.   
            ”Fir lo kenapa fir, sadar fir sadar” dalam keadaan hiruk pikuknya pesta , ternyata Zafir over dosis karena terlalu banyak mengkonsumsi narkoba. ”woy.. cepet panggil ambulan, yang cepet dong!” teriak Andi. dalam keadaan panik Andi membawa Zafir keluar rumah dengan di gendong. ”Bruk!” tanpa di duga Zafir jatuh dari gendongan Andi. Andi sendiri sempoyongan karena sama sama mabuk .
            Setelah dibawa ke rumah sakit, ternyata nyawa Zafir tidak tertolong. Mayatnya sangat mengenaskan. Dari luka dikepala bekas jatuhnya tidak pernah berhenti mengeluarkan darah. ”Fir kenapa nasib lo malang banget” ratap rintih kawan-kawannya selain Andi di depan pusaran yang masih basah. ”ngapain gua ratapi, orang dah mati ya tetep mati, yang penting sekarang ini kita nikmati hidup” gumam Andi dalam hati.
            Mulai dari peristiwa itu, teman-teman Andi mulai sadar dan belajar agama di salah seorang ustadz ahli rukyah asal Semarang. Mereka merasa bahwa kebiasaan buruknya telah mendarah daging, dalam membersihkan diri, mereka merasa tidak cukup hanya dengan bertaubat dan belajar ilmu agama, akhirnya mereka mencoba untuk dirukyah supaya terlepas dari sifat-sifat negatif secara total.
            ”dasar anak-anak bodoh, ngapain mereka bertaubat, dasar cemen” gumam Andi dalam hati. ”mendingan kita nikmati obat nomer satu ini” dengan segenggam serbuk putih yang siap di konsumsi, pikirannya tidak tenang dan frustasi di tinggal teman-temannya yang sudah bertaubat.
            ”Akh sakit!” teriaknya. Andi mengalami rasa sakit yang sangat di bagian ulu hati. Ternyata dia menglami kerusakan hati yang parah. Tanpa ada seorang yang menemani Andi meregang nyawa. Dalam sekaratnya Andi tidak sadar apapun kecuali rasa sakit yang sangat. Dalam rumah kosong mayatnya membusuk dengan jasad yang mengenaskan.
            ”Astaghfirullah!” teriak orang tuanya yang menemukan jasad anaknya meninggal dengan keadaan yang mengenaskan. Isak tangispun langsung pecah memenuhi ruangan yang legang. Mendengar kabar yang tidak disangka, teman-temannya langsung menuju lokasi. Mayat Andi masih tergletak tanpa ada seorangpun yang mendekati. Tidak hanya karena baunya yang busuk. Raut wajah yang tidak normal, seperti mata melotot dan darah yang selalu mengalir dari mulut dan hidung, membuat para pengunjung yang melihat lebih memilih diam dan menyerahkan urusannya kepada para medis. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar