Segerombolan penganguran
tampak berpesta di tengah sepinya malam yang menyelimuti kota. Jasad dan
pakaian mereka sangatlah rapi dan bersih, tapi mental dan hati mereka busuk, bahkan
lebih busuk dari air comberan yang mereka kencingi setiap hari. Gaya parlente
khas pergaulan glamor sangat kental dengan keangkuhan anak-anak konglomerat.
”Lo jangan berisik jek,
kalau lo gi ngisap ganja diresapi dong” pinta Andi kepada salah seorang
temannya. ”Oke bos, selanjutnya target lokalisasi mana lagi nih tuk pesta malam
ini”. Tanya Zafir. ”walah ambil aja cewek-cewek di tengah jalan, kita bawa ke
rumah. Kebetulan orang tuaku lagi ke luar negri”. ”Oke bos” jawabnya.
Dengan harta yang
berlimpah, andi dapat menuruti hawa nafsunya sesuka hati. ”kita habiskan malam
ini dengan pesta, setuju?”. ”Setujuuu!!” jawab teman temannya. Gerombolan mereka memang terdiri dari
anak-anak orang kaya yang suka berpesta dan berpoya-poya. Tentunya perilaku
mereka tidak lepas dari kurangnya kasih sayang dari orang tua dan jauhnya dari
ajaran agama.
”Fir lo kenapa fir, sadar
fir sadar” dalam keadaan hiruk pikuknya pesta , ternyata Zafir over dosis
karena terlalu banyak mengkonsumsi narkoba. ”woy.. cepet panggil ambulan, yang
cepet dong!” teriak Andi. dalam keadaan panik Andi membawa Zafir keluar rumah
dengan di gendong. ”Bruk!” tanpa di duga Zafir jatuh dari gendongan Andi.
Andi sendiri sempoyongan karena sama sama mabuk .
Setelah dibawa ke rumah
sakit, ternyata nyawa Zafir tidak tertolong. Mayatnya sangat mengenaskan. Dari
luka dikepala bekas jatuhnya tidak pernah berhenti mengeluarkan darah. ”Fir
kenapa nasib lo malang banget” ratap rintih kawan-kawannya selain Andi di depan
pusaran yang masih basah. ”ngapain gua ratapi, orang dah mati ya tetep mati,
yang penting sekarang ini kita nikmati hidup” gumam Andi dalam hati.
Mulai dari peristiwa itu,
teman-teman Andi mulai sadar dan belajar agama di salah seorang ustadz ahli
rukyah asal Semarang. Mereka merasa bahwa kebiasaan buruknya telah mendarah
daging, dalam membersihkan diri, mereka merasa tidak cukup hanya dengan bertaubat
dan belajar ilmu agama, akhirnya mereka mencoba untuk dirukyah supaya terlepas
dari sifat-sifat negatif secara total.
”dasar anak-anak bodoh,
ngapain mereka bertaubat, dasar cemen” gumam Andi dalam hati. ”mendingan kita
nikmati obat nomer satu ini” dengan segenggam serbuk putih yang siap di
konsumsi, pikirannya tidak tenang dan frustasi di tinggal teman-temannya yang
sudah bertaubat.
”Akh sakit!” teriaknya.
Andi mengalami rasa sakit yang sangat di bagian ulu hati. Ternyata dia menglami
kerusakan hati yang parah. Tanpa ada seorang yang menemani Andi meregang nyawa.
Dalam sekaratnya Andi tidak sadar apapun kecuali rasa sakit yang sangat. Dalam
rumah kosong mayatnya membusuk dengan jasad yang mengenaskan.
”Astaghfirullah!” teriak
orang tuanya yang menemukan jasad anaknya meninggal dengan keadaan yang
mengenaskan. Isak tangispun langsung pecah memenuhi ruangan yang legang. Mendengar
kabar yang tidak disangka, teman-temannya langsung menuju lokasi. Mayat Andi
masih tergletak tanpa ada seorangpun yang mendekati. Tidak hanya karena baunya
yang busuk. Raut wajah yang tidak normal, seperti mata melotot dan darah yang
selalu mengalir dari mulut dan hidung, membuat para pengunjung yang melihat
lebih memilih diam dan menyerahkan urusannya kepada para medis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar