Hati-hati jika punya anak perempuan yang sudah remaja. Jagalah dia dari
hal-hal yang mengarah pada pergaulan yang tidak islami. Jika tidak, bisa jadi
bernasib seperti Sri. Akibat pergaulan bebas, ia terjerumus hubungan terlarang.
Wajah Sri jelas terlihat pucat
pasi. Saat digandeng seorang sahabat setianya, Halimah, Sri terlihat sangat
tersiksa. Beban berat tersirat jelas pada raut mukanya yang putih. Bekas muntahan
masih membekas di kemeja putih seragam sekolahnya. Memang, akhir-akhir ini Sri
terlihat aneh. Setiap malam minggu dia selalu absen dari perkumpulan mingguan
di asrama. Disamping sering bolos dari kegiatan rutine, Sri juga sering terlihat
murung dan tak bersemangat. Pernah suatu
hari, teman-temannya menemukannya tergeletak pingsan di kamar mandi. Baim
adalah teman satu sekolah sekaligus pacar orang yang paling dekat dengan sri
akhir-akhir ini mendapat tudingan miring dari teman-temannya. Suatu hari asrama
putri gempar karena Sri hilang selama seminggu. Hingga akhirnya Halimah
berhasil menemukan Sri dan Baim. Halimah terkejut melihat sahabatnya tergeletak
di sebuah ranjang reyot dan disampingnya Baim sedang duduk termenung.
“ kamu kenapa Sri? “ tanya
halimah sambil menangis.
“ sudahlah mah, mungkin ini sudah
menjadi nasibku” jawab Sri lirih.
Saat didekati pandangan Sri
kosong dan tidak berkata apa-apa lagi. Akhirnya baimpun bercerita pada halimah tentang
apa yang terjadi.
“ sejak awal hubungan kami tidak
direstui ibunya. Sehingga kami menjalin hubungan secara sembunyi sembunyi.
Beberapa hari ini sri mengaku sudah tidak datang bulan selama 2 bulan dan itu
membuat Sri tertekan dan stres ” Terang baim.
“ lalu kenapa dia bisa ikut
denganmu?” tanya halimah lagi
“ karena sebagai laki-laki aku
harus bertanggung jawab atas nasib sri, maka ku ajak dia ke sini untuk
mengugurkan kandungannya. Namun niat tersebut belum terlaksana karena aku
menemukan sri sedang melamun dan tiba-tiba berteriak histeris seperti kesurupan.
Sejak itulah aku mengetahui bahwa sri sering kerasukan roh yang mengaku bernama
dilla,” tutur baim.
Jika kuperhatikan dengan seksama memang
kamar yang ditinggali sri dan baim sangat tidak layak untuk dihuni. Selain
terkesan kumuh, jorok dan kotor tempat itu juga pengngap, hawa mistispun sangat
kental teras. tiba-tiba sri berteriak histeris,
“ keluar kamu! Aku tidak
membutuhkanmu lagi ”. Dan masih dengan suara yang sama, sri menjawab sendiri ”
tapi aku sayang kamu sri,” perkataan tersebut sangat membingungkan halimah. Dia
hanya bisa menangis ketika sri menjambak rambutnya sendiri. Dengan sekuat
tenaga baim menghentikan sri, tetapi usahanya sia-sia. Akhirnya halimah mengambil
inisiatif untuk membawa sahabatnya ke seorang ahli ruqyah, Ustad Massar asal Semarang.
“ ustad tolonglah teman saya, dia kerasukan roh jahat ” tutur halimah saat
sudah berada di tempat ustadz muda tersebut.
Oleh beliau sri kemudian di beri
minum air putih yang telah di bacakan doa-doa ruqyah. Sri pun akhirnya sadar
dan merasa tenang kembali.
“ terimakasih ustad ” ucap sri
singkat.
Ustad Massar lalu memberikan
nasehat kepada sri, atas semua yang terjadi padanya dan juga menyarankan
kepadanya untuk berterus terang kepada keluarganya yaitu kedua orang tuanya
agar mereka juga dapat mencari sulusi terbaik untuk sri dan juga baim.
“ yakinlah apa yang menjadi
ketentuan-NYA pasti yang terbaik. “ imbuh Ustad Massar.
Sri pun
menyadari bahwa dirinya adalah wanita
yang rapuh dan kurang beriman serta bersyukur sehingga terjebak dalam perbuatan
yang dilarang agama.
Dihadapan Ustad Massar sri dan
juga baim berjanji tak akan mengulangi perbuatannya dan akan segera
menyelesaikannya dengan keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar