Barang siapa yang menanam, maka dialah yang memetik hasilnya. Pada saat itu, ungkapan tersebut menjadi momok menakutkan bagi Tiara, seorang janda (35) dengan 2 orang anak. Bagaimana tidak, apa yang pernah dilakukannya dulu telah menjadi sebab petaka bagi Mega (18) adik semata wayangnya.
Tepat satu tahun setelah kematian suaminya, Tiara mendapat tawaran kerja di Jakarta untuk mengelola restoran yang baru dibuka temannya. Sebagai anak tertua, Tiara merasa harus bertanggung jawab memikul beban keluarga karena sejak kepergian sang ayah beberapa tahun lalu, ibunya mulai sering sakit-sakitan dan membutuhkan biaya berobat yang tidak sedikit. Alhamdulillah, berkat ketekunan dan kerja kerasnya restoran tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa mengabaikan tanggung jawabnya sebagai tulang punggung didalam keluarga dengan baik.
Kehidupan terus berlanjut bak roda pedati yang terus menggelinding. Tak terasa satu tahun berlalu Tiarapun kembali kerumahnya di Bogor. Namun suatu kejadian terpampang jelas dimatanya, dimana dia harus mendapati kenyataan yang sangat memalukan dan menyakitkan bahwa adik bungsunya Mega sedang santer menjadi bahan gunjingan para tetangga yang beranggapan bahwa Mega itu silau dengan harta Toha (52) seorang pengusaha sukses dengan tiga orang istri.
“ Mega, apa benar yang diomongin para tetangga tentang kamu? Tanya Tiara
“Ya, emang ada yang salah dengan Pak Toha?
“Dia tuh gak seperti yang kakak atau orang-orang kira, lagian yang ngejalaninnya kan aku, kenapa semuanya pada repot?” Bela Mega
Terlintas sedikit keanehan dalam diri Tiara, dimana tidak biasanya adiknya bersikap keras kepala dan pembangkang sepetri itu. Sebagai seorang kakak, Tiara merasa takut jika semua itu hanya sebagai sarana balas dendam Toha atas penolakan Tiara dulu saat akan dipinang.
“Ibu tuh sudah capek menasehatinya, ya kalo memang sudah jodoh mau diapakan lagi”. Keluh ibunya setengah putus asa.
Dengan apa yang disampaikan Mega dan ibunya, Tiara semakin curiga. Dari fisik saja, tidak mungkin adiknya suka terhadap lelaki paruh baya yang sudah punya istri 3, dia juga bukan tipe cewek matrealistis seperti yang dikatakan orang-orang. Yang lebih mengherankan lagi, Mega tak lagi rajin beribadah maupun mengaji seperti dulu. Dalam kebimbangan tersebut, Tiara dan ibunya serta pihak keluarga yang lain bersepakat untuk menasehati Mega bersama-sama. Namun bagi Mega, semua itu bagaikan butiran debu yang akan hilang saat tertiup angin.
“Tiara, sebelumnya tante Mohon maaf kalau ikut campur tentang masalah Mega, tante merasa ada yang tak lazim dengan hubungan mereka terlebih Mega yang terlihat begitu tergila-gila dengan Toha hingga tak memperdulikan semuanya. Lebih baik kamu segera konsultasikan masalah ini dengan Ustadz Massar di Semarang, dia seorang Ustadz yang ahli dalam merukyah, siapa tahu bisa menemukan jalan keluarnya.” Ungkap Tante Tiara disuatu senja.
Dengan penuh harap Tiara dan ibunya menemui sang Ustadz yang dimaksud. Ringkas cerita, setelah berakhirnya prosesi Rukyah Jarak Jauh untuk diri Mega yang berlangsung hampir 1 jam, diperoleh kesimpulan bahwa apa yang ditakutkan Tiara tentang Mega terbukti benar. Selama ini kesadaran Mega dalam pengaruh dukun pelet suruhan Toha karena merasa dendam dan malu atas penolakan yang dilakukan Tiara beberapa tahun silam.
“ Saya sudah menetralizir pelet itu, saya harap Anda dan keluarga tetap istiqomah menjalankan ibadah dan tidak menaruh dendam dengan siapapun karena itu hanya akan memperkeruh keadaan.” Pesan sang Ustadz.
Alhamdulillah,
sejak itu Mega sembuh dari energi negative yang selama ini bersarang ditubuhnya dan kembali hidup normal dengan
berusaha mengubur kenangan pahit masa lalunya. Tohapun memutuskan untuk pindah rumah
karena tak kuasa menahan malu akibat perbuatannya. “ aku harus lebih banyak
bersyukur masih diberikan waktu oleh Allah untuk memperbaiki diri,memperbaiki
ibadahku yang menurun tajam karena ketamakkan seorang lelaki yang ingin
memilikiku secara paksa”. Ungkap Mega beberapa hari kemudian via Email.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar