Kamis, 09 Agustus 2012

Prahara Akibat Menipu



            Dalam perjalanan pulang dari kampung halaman dengan membawa modal untuk membuka sebuah warung makan, Sofyan berkenalan dengan Agus seorang pedagang sukses berasal dari Bandung. “Mas Sofyan sudah berapa lama tinggal di Jakarta? “dengan terkesigap karena kebetulan ngantuk”saya baru satu tahun, kebetulan ikut dagang dengan kakak saya”.
            Akhirnya keduanya saling bertukar kartu nama setelah bertukar pengalaman selama perjalanan. Dengan gembira Sofyan menyimpannya di dompet dengan harapan bisa meminta bantuan ketika ada keperluan”lumayan kenalan dengan orang kaya” gumamnya dalam hati.
            Singkat kata, sekarang Sofyan mempunyai usaha sendiri yaitu membuka warung tegal di Kemayoran. Sofyan dipandang sukses dibanding teman-teman lainnya sesama tukang warung nasi atau pedagang, sampai pada akhirnya salah seorang temannya merasa iri dan ingin menyingkirkannya. Dengan segala tipu muslihatnya warung makan Sofyan menjadi sepi pembeli.
            Dalam jangka waktu yang tidak begitu lama, usaha Sofyan bangkrut. Dalam kegalauan tersebut Sofyan teringat kartu nama di dompetnya yang bertuliskan Agus. Tanpa pikir panjang, Sofyan menghubungi Agus dan meminta bantuan uang untuk modal usahanya.

Awal kehancuran
            Agus memberikan penjelasan bahwa dirinya tidak akan meminjamkan uang karena dianggap memanjakan seseorang. Selain itu Agus menjelaskan bahwa dirinya kaya karena menggandakan uangnya secara otomatis. Maka Sofyan pun diajak untuk mengikuti jejaknya.
            karena merasa tergiur dengan tawaran Agus, Sofyan pun akhirnya mengikuti perintah Agus dan harus merelakan tempat usahanya di lelang untuk modal menggandakan uang. Dengan modal 10 juta, Sofyan mentransferkannya ke nomor rekening yang telah diberikan Agus dengan harapan berlipat menjadi tiga puluh juta.
            Setelah ditunggu satu bulan, uangnya tidak kunjung kembali apalagi berlipat. Berusaha menghubungi Agus ternyata nomornya sudah tidak aktif dan rekeningnya sudah di blokir. Akhirnya Sofyan sadar bahwa dirinya telah ditipu. Sudah jatuh harus tertimpa tangga.

Jalan Keluar  
            Dalam kebimbangan, Sofyan tanpa sengaja membaca tabloid Kisah Hikmah. Sofyan menemukan konsultasi Ustadz Massar seorang pakar agama dan ahli rukyah dari Semarang. Tanpa tunggu lama Sofyan langsung menghubunginya, dengan sambutan yang hangat Sofyan merasa yakin bahwa beliau dapat menjadi wasilah jalan keluar.
            Dengan cara-cara rukyah, Ustadz Massar bisa menerawang keberadaan Agus yang ternyata sekarang sudah menjadi sukses. Karena merasa tidak rela, Sofyan meminta Ustadz Massar untuk memberikan pelajaran bagi Sofyan. Dan meminta untuk mengembalikan kembali  uang yang telah di ambilnya.
            Setelah beberapa hari konsultasi kepada ustadz Massar, tanpa diduga Agus mendatangi Sofyan dengan keadaan yang mengenaskan. Tubuhnya mengalami kelumpuhan setengah badan. Dengan mengiba Agus memohon ampunan dan berjanji mengembalikan uang yang telah diambilnya. Setelah kejadian tersebut, akhirnya Agus dapat sembuh dan sadar atas perbuatannya selama ini, kemudian mengajak Sofyan untuk berbisnis bareng.

1 komentar:

  1. Saya Fatimawati, Saya menggunakan Waktu Suami untuk review memperingatkan SEMUA Rekan Saya MASYARAKAT INDONESIA. Yang Yang Telah Terjadi di Sekitar Mencari Pinjaman, Andari Hanya Harus Berhati-hati. Satu-Satunya Tempat Dan Perusahaan Yang DAPAT menawarkan Pinjaman Andari Adalah QUALITYLOANFIRM. Saya mendapat Pinjaman Saya Dari mereka. Mereka Adalah Satu-Satunya Pemberi Pinjaman Yang Sah di internet. Lainnya SEMUA pembohong, Saya menghabiskan hampir 32 juta di serbi Pemberi Pinjaman Palsu. TAPI qualityloan Memberi Saya mimpi Saya Kembali. Suami Adalah Alamat email Yang sebenarnya mereka: qualityloanfirm@asia.com. heatherwhiteloanltd@gmail.com Email Pribadi Saya Sendiri: fatimatu.said99@gmail.com . Andari DAPAT berbicara DENGAN Saya Kapan Saja Andari inginkan. Terima kasih untuk review SEMUA mendengarkan permintaan Negara untuk review Saran Saya. hati-hati

    BalasHapus