Rabu, 29 Mei 2013

Akibat Pesugihan




Aura negatif selalu memancar dari orang yang menggeluti ilmu hitam dan memuja syetan. Seindah apapun pakaian dan perhiasan yang menghiasi, sebenarnya hanyalah fatamorgana. Oleh karena itu, setiap orang shaleh pasti bisa melihat dengan jelas keburukan dalam dirinya. Sebut saja Herman (47)(nama disamarkan), Masyarakat sekitar mengenalnya sebagai seorang pengusaha sukses yang sering keluar kota dengan mobil mewah, Aisyah (nama disamarkan)sendiri kurang tahu pasti akan pekerjaan suaminya tersebut. Dia hanya tahu suaminya seorang pedagang buah di kota.
“Ibu tolong jangan buka kamar tengah, itu khusus untuk tempat istirahat ayah” pinta Herman. “Emang kenapa yah” Tanya Aisyah. “Pokoknya jangan masuk !!” bentaknya. Sampai saat ini Aisyah tidak mengetahui apa yang ada dibalik pintu kamar tengah. Dari hari ke hari, rasa penasaran selalu menggelayuti pikirannya. Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan kehidupan suaminya.
Selama itu pula Aisyah selalu bertanya-tanya dalam hati, mengapa suaminya menjadi mudah marah dan sekaligus mudah memperoleh uang. “Yah, sudah 20 tahun kita berkeluarga. Tapi ibu merasa aneh selama dua tahun terakhir ini” keluh Aisyah. “Aneh apa toh Bu?” jawab Herman spontan. “Ayah kok mudah sekali dapat uang, padahal ibu tau kerja ayah cuma kesana-kemari tidak jelas” tanya Aisyah berani. “Oh, jadi sekarang ibu sudah berani menuduh ayah ya”bentak Herman yang hampir nekat memukul Aisyah.
Suatu hal yang wajar apabila Aisyah selalu bertanya, karena masyarakat sekitar tahu bahwa keluarga Herman dulunya adalah kurang mampu. “Eh jeng tau gak, kayaknya tetangga kita ada yang punya pesugihan deh” gosip bu Endang sambil melirik Aisyah ketika belanja di warung. “masak iya sih jeng??” tanggap dewi. Seringnya mendengar hal tersebut, membuat Aisyah semakin bertambah resah.
Kecurigaan Aisyah pada suaminya semakin bertambah mana kala salah satu anaknya menderita penyakit aneh dan tidak tertolong. Disusul pembantunya yang tiba-tiba keluar karena seringnya mendengar suara-suara aneh dikamar pribadi Herman. Merasa terlambat, Semenjak itu Aisyah meyakinkan diri bahwa permasalahan ini berasal dari pekerjaan suaminya. Teringat peringatan suami, dengan segala keberanian, akhirnya Aisyah membuka pintu larangan tersebut.
“Astaghfirullahal’adzim” kaget Aisyah. “Ternyata selama ini ayah telah melakukan kemusyrikan” batinnya. Kamar tersebut dipenuhi dengan benda-benda penuh kesyirikan. Ketika Herman datang, tanpa ragu Aisyah menegurnya “Tobat yah, itu dosa besar” rintihnya. “Plaak” tamparan keras diterima Aisyah. Alih-alih sadar, Herman justru kalap seperti kesetanan.
Dalam kepanikan Aisyah mencoba menghindari Herman dan pulang ke rumah orang tuanya bersama anaknya. Atas saran sang ibu, akhirnya Aisyah menemui Ustadz Massar di Semarang. “Saya harap ibu bersabar, insya Allah saya akan membantu menyelesaikan permasalahan ini” jawab ustadz setelah mendengar penuturan Aisyah.
Tanpa menunggu waktu lama, akhirnya ustadz ahli ruqyah tersebut mendatangi kediaman Aisyah dan suami. Setelah menjelaskan maksud kedatangannya, tanpa dikira Herman kerasukan, Ustadz Massar pun spontan melaksanakan ruqyah atas diri Herman, atas izin Allah akhirnya Herman dapat disadarkan. Selanjutnya, Herman diberikan wejangan dan nasihat untuk kembali kejalan yang benar dan bertaubat setelah dilaksanakan ruqyah tempat untuk rumah Herman agar dihilangkan dari aura negative yang selama ini menyelimuti rumahnya. “Ingatlah pesan Rasul, bahwa kefakiran lebih mendekatkan kepada kekufuran”. Pungkas sang ustadz.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar