Jumat, 26 Desember 2014

MEMBENTENGI BISNIS DENGAN RUQYAH



Fikri Alamsyah memang pekerja keras, bisnisnya pun sukses. Omzetnya mencapai puluhan bahkan bahkan ratusan juta rupiah per bulan. Kesuksesan itu tentu dikagumi banyak orang. Namun tidak sedikit yang iri. Berikut suka dukanya.
Kesuksesan bisnis yang dijalankan fikri memang memicu iri pesaingnya. Tak jarang berbuntut tindakan yang menghalalkan segala cara.” Saya harus bisa mengalahkan Fikri, “ tekad Andi.
“ kita harus tahu faktor-faktor keberhasilan Fikri,” kata Andi pada anak buahnya.”pelayanan terhadap pembeli tidak hanya selesai pada jual-beli saja, tapi ada maintenancen juga,” ungkap Hery manager marketing.
Andi lantas menginstruksikan kepada beberapa staf marketing untuk membagikan brosur dan pamflet kepada setiap orang yang hendak menuju dealer Fikri. Mereka mencegat calon pembeli agar tidak menuju dealer Fikri namun berbalik arah menuju dealer Andi. Kebetulan dealer Fikri dan Andi bersebrangan, hanya dipisahkan jalan raya. Sebulan, dua bulan langkah tersebut tidak kunjung menuai hasil.adapun fikri melihat sepak terjang andi hanya santai saja. Tidak ada kekhawatiran sedikitpun yang terpancar dari raut mukanya.” Berbisnis itu ya mengutamakan kepuasan pembeli dan pelanggan, bukan sekedar mencari keuntungan,” kata fikri kepada salah satu staffnya, saat mereka menyaksikan ulah Andi.
SAKIT TIBA-TIBA
Hingga suatu hari, Fikri mengalami demam tinggi. Sudah dua dokter yang menangani. Alih-alih pulih  beberapa anggota tubuhnya tak bisa digerakkan.”mohon maaf penyakit bapak aneh, semua organ dalam, sistem syaraf, hormon, dan kelenjar berfungsi dengan baik. Namun tangan dan kaki bapak kok gak bisa digerakkan ya,” kata dokter dengan heran.
Fikri hanya bisa terbaring, ingatanya melambung pada sebuah peristiwa. Tepatnya, dua hari sebelum ia jatuh sakit.pagi hari, ia menemukan bangkai ayam jenis cemani(warna hitam legam) yang berlumuran darah dihalaman rumahnya. “ada yang melempar dari luar pagar pak, tapi orangnya langsung melarikan diri  dengan sepeda motor kecepatan tinggi,” kata satpam rumahnya.
Fikri, kita coba berobat ke ustadz massar saja,” kata Rosyid, teman Fikri yang sedang menjenguknya.
“Dimana itu?” Tanya Fikri
“Di Semarang. Dulu bos saya pernah pernah mengalami penyakit aneh, lupa ingatan, dan meraung-raung tak jelas. Setelah dibawa ke Ustadz Massar, sembuh sampai sekarang,”jelas Rosyid.
Tanpa menunggu lama Fikri mengiyakan saran Rosyid. Dengan dibantu naik kursi roda, Fikri dinaikkan ke mobil. Rosyid dan Fikri beserta kedua staffnya meluncur menuju tempat praktek Ustadz Massar.
“pak fikri, anda harus bersabar menghadapi ujian ini, insyaAllah semua akan baik-baik saja,”tutur ustadz massar pada fikri.
SOLUSI RUQYAH
Sementara itu Rosyid dan kedua staf fikri menunggu diruang tamu ditemani 3 asisten ustadz massar. “saya sakit apa ustadz”? tanya Fikri.
“itu tidak penting, yang penting anda sembuh, mari saya ruqyah,” tegas ustadz massar.
akhirnya Fikri diterapi ruqyah diri guna menghilangkan aura negatif dan hawa jahat yang ada pada tubuhnya. “rumah anda juga perlu dilakukan ruqyah tempat, ada hawa negatif dirumah anda ,” tutur ustadz massar.
Sehari setelah dilakukan ruqyah, kondisi mulai berangsur pulih. Kedua tanganya sudah bisa digerakkan . Bahkan ia sudah mampu berjalan. Kini bisnis Fikri semakin sukses. Teringat pesan ustadz massar, ia rajin  menunaikan solat lima waktu dan mendermakan sebagian harta bagi mereka yang kekurangan. Rumahnya terasa sejuk se sejuk hatinya saat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar