Fikri Alamsyah memang
pekerja keras, bisnisnya pun sukses. Omzetnya mencapai puluhan bahkan bahkan
ratusan juta rupiah per bulan. Kesuksesan itu tentu dikagumi banyak orang.
Namun tidak sedikit yang iri. Berikut suka dukanya.
Kesuksesan bisnis yang dijalankan
fikri memang memicu iri pesaingnya. Tak jarang berbuntut tindakan yang
menghalalkan segala cara.” Saya harus bisa mengalahkan Fikri, “ tekad Andi.
“ kita harus tahu
faktor-faktor keberhasilan Fikri,” kata Andi pada anak buahnya.”pelayanan
terhadap pembeli tidak hanya selesai pada jual-beli saja, tapi ada maintenancen
juga,” ungkap Hery manager marketing.
Andi lantas menginstruksikan
kepada beberapa staf marketing untuk membagikan brosur dan pamflet kepada
setiap orang yang hendak menuju dealer Fikri. Mereka mencegat calon pembeli
agar tidak menuju dealer Fikri namun berbalik arah menuju dealer Andi.
Kebetulan dealer Fikri dan Andi bersebrangan, hanya dipisahkan jalan raya.
Sebulan, dua bulan langkah tersebut tidak kunjung menuai hasil.adapun fikri
melihat sepak terjang andi hanya santai saja. Tidak ada kekhawatiran sedikitpun
yang terpancar dari raut mukanya.” Berbisnis itu ya mengutamakan kepuasan
pembeli dan pelanggan, bukan sekedar mencari keuntungan,” kata fikri kepada salah
satu staffnya, saat mereka menyaksikan ulah Andi.
SAKIT
TIBA-TIBA
Hingga suatu hari,
Fikri mengalami demam tinggi. Sudah dua dokter yang menangani. Alih-alih pulih beberapa anggota tubuhnya tak bisa
digerakkan.”mohon maaf penyakit bapak aneh, semua organ dalam, sistem syaraf,
hormon, dan kelenjar berfungsi dengan baik. Namun tangan dan kaki bapak kok gak
bisa digerakkan ya,” kata dokter dengan heran.
Fikri hanya bisa
terbaring, ingatanya melambung pada sebuah peristiwa. Tepatnya, dua hari
sebelum ia jatuh sakit.pagi hari, ia menemukan bangkai ayam jenis cemani(warna
hitam legam) yang berlumuran darah dihalaman rumahnya. “ada yang melempar dari
luar pagar pak, tapi orangnya langsung melarikan diri dengan sepeda motor kecepatan tinggi,” kata
satpam rumahnya.
Fikri, kita coba
berobat ke ustadz massar saja,” kata Rosyid, teman Fikri yang sedang
menjenguknya.
“Dimana itu?” Tanya
Fikri
“Di Semarang. Dulu bos
saya pernah pernah mengalami penyakit aneh, lupa ingatan, dan meraung-raung tak
jelas. Setelah dibawa ke Ustadz Massar, sembuh sampai sekarang,”jelas Rosyid.
Tanpa menunggu lama
Fikri mengiyakan saran Rosyid. Dengan dibantu naik kursi roda, Fikri dinaikkan
ke mobil. Rosyid dan Fikri beserta kedua staffnya meluncur menuju tempat
praktek Ustadz Massar.
“pak fikri, anda harus
bersabar menghadapi ujian ini, insyaAllah semua akan baik-baik saja,”tutur
ustadz massar pada fikri.
SOLUSI
RUQYAH
Sementara itu Rosyid
dan kedua staf fikri menunggu diruang tamu ditemani 3 asisten ustadz massar.
“saya sakit apa ustadz”? tanya Fikri.
“itu tidak penting,
yang penting anda sembuh, mari saya ruqyah,” tegas ustadz massar.
akhirnya Fikri diterapi
ruqyah diri guna menghilangkan aura negatif dan hawa jahat yang ada pada
tubuhnya. “rumah anda juga perlu dilakukan ruqyah tempat, ada hawa negatif
dirumah anda ,” tutur ustadz massar.
Sehari setelah
dilakukan ruqyah, kondisi mulai berangsur pulih. Kedua tanganya sudah bisa
digerakkan . Bahkan ia sudah mampu berjalan. Kini bisnis Fikri semakin sukses.
Teringat pesan ustadz massar, ia rajin
menunaikan solat lima waktu dan mendermakan sebagian harta bagi mereka
yang kekurangan. Rumahnya terasa sejuk se sejuk hatinya saat itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar