Rabu, 31 Desember 2014

Astahgfirullah Suamiku Menduakan Diriku



Namaku Lidya,suamiku adalah seorang pegawai BUMN bagian pengadaan barang. Karena kesibukan suamiku tak jarang dia selalu pulang larut malam bahkan menjelang subuh dia baru sampai dirumah.
Aku tak pernah berpikir macam-macam kepada suamiku karena selama ini dia banting tulang demi menghidupi dan mencukupi kami semua. Dan aku akan selalu berdoa agar suamiku senantiasa diberi rizki yang berlimpah dan juga kesehatan. Walaupun dia sibuk Alhamdulillah dia masih sempat meluangkan waktu untuk berlibur bersama kedua buah hati kami. “Mah minggu ini kita pergi ke Dufan yuk” ajaknya. “kasihan anak-anak lama kita nggak jalan-jalantambahnya. “iya pah” jawabku.
Meskipun dari luar aku berusaha memahami suamiku, akan tetapi di hati serasa ada yang mengganjal. Terlebih ketika suami sering mendapat tugas luar kota dari kantor, kadang sampai berhari-hari bahkan pernah dalam sebulan dia hanya punya waktu beberapa hari saja di rumah.
“mah, papah pergi dulu ya, jaga rumah dan anak-anak baik-baik, pamit suamiku sesaat sebelum berangkat ke Singapur untuk study banding bersama beberapa rekan kerjanya. Terus terang waktu itu aku berusaha untuk tidak menaruh curiga apapun terhadap suamiku, akan tetapi entah kenapa beberapa hari setelah itu, perasaanku begitu cemas dan was-was karena mas Pram belum juga memberi kabar. Akupun berusaha tenang dihadapan anak-anakku karena aku tak ingin mereka juga binggung.
“Don, Mas Pram kok belum ngasih kabar juga ya?” tanyaku pada Doni rekan kerja mas Pram via telp. “loh, study bandingnya itu dicancel 2 bulan lagi. Makanya Pak Pram ambil cuti untuk keluar negeri dalam rangka liburan bersama keluarga, apa mbak Lidya nggak diajak?” kata Doni balik bertanya kepadaku. Mendengar jawaban Doni jantung ini rasanya berhenti berdetak.
Liburan??, Astaghfirullah ternyata Mas Pram telah membohongiku dan anak-anak, study banding keluar negri dengan rekan kerja hanya alasan saja. Beberapa hari kemudian aku baru mengetahui jika dia Pergi keluar negeri liburan bersama wanita yang tak aku kenal, ternyata beberapa bulan ini suamiku tengah menjalin hubungan khusus dengan wanita. Betapa hancur hatiku mengetahui semuanya tapi aku berusaha tetap sabar dan pura-pura tidak mengetahuinya.
Keadaan tersebut sempat membuatku stress dan frustasi, hingga aku berniat untuk mengakhiri hidupku akan tetapi keceriaan dan tangisan buah hatiku telah membuatku mengurungkannya. Ditengah hatiku yang remuk redam aku berusaha sharing dengan Dea teman dekatku. Diluar perkiraanku, Dea yang merasa simpati dengan keadaanku menyarankan untuk berkonsultasi dengan ustadz Massar seorang pakar ruqyah di Semarang.
Tanpa berfikir panjang dan berharap segera menemukan solusi yang solutif, aku meminta Dea mengantarkanku menemui beliau di Semarang esoknya. Setelah menceritakan panjang lebar mengenai permasalahanku, fahamlah sang ustadz bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan suamiku. Menurutnya, apabila seorang istri telah melakukan yang terbaik bagi kebahagiaan suami, akan tetapi suami masih mencari yang lain (berpaling), dimungkinkan ada factor x yang mempengaruhinya. Beberapa saat kemudian, Rukyah Jarak Jauh untuk suamiku segera dilakukan setelah meminta ijin dariku. “tetaplah bersikap baik terhadap suami dan terus berusaha untuk meraih hatinya, lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt dan mendoakan suami agar kembali ke jalan yang benar.” Pesan Ustadz Massar . Alhamdulillah atas izin Allah Swt, sedikit demi sedikit sifat suamiku terus mengalami perubahan, dia mulai betah dirumah dan akhirnya mengakui apa yang telah dilakukannya selama ini. Demi keutuhan keluargaku, akupun berusaha memaafkan dan menerima semuanya dengan ikhlas walau hati ini masih terasa sakit karena aku tak ingin rumah tanggaku semakin hancur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar