Namaku Lidya,suamiku adalah seorang pegawai BUMN bagian pengadaan barang. Karena kesibukan suamiku
tak jarang dia selalu pulang larut malam bahkan menjelang subuh dia baru sampai
dirumah.
Aku tak pernah
berpikir macam-macam kepada suamiku karena selama ini dia banting tulang demi menghidupi dan mencukupi kami semua. Dan aku akan
selalu berdoa agar suamiku senantiasa diberi rizki yang berlimpah dan juga
kesehatan.
Walaupun dia sibuk Alhamdulillah dia masih sempat meluangkan waktu untuk
berlibur bersama kedua buah hati kami. “Mah minggu ini kita pergi ke Dufan yuk” ajaknya. “kasihan anak-anak lama kita nggak
jalan-jalan” tambahnya. “iya pah” jawabku.
Meskipun
dari luar aku berusaha memahami suamiku, akan tetapi di hati serasa ada yang
mengganjal. Terlebih ketika
suami sering mendapat tugas luar kota dari kantor, kadang sampai berhari-hari
bahkan pernah dalam sebulan dia hanya punya waktu beberapa hari saja di rumah.
“mah, papah pergi dulu ya, jaga rumah dan anak-anak baik-baik”, pamit suamiku
sesaat sebelum berangkat ke Singapur untuk study banding bersama beberapa rekan
kerjanya.
Terus terang waktu itu aku berusaha untuk tidak menaruh curiga apapun terhadap suamiku, akan tetapi entah kenapa beberapa hari
setelah itu, perasaanku
begitu
cemas dan
was-was karena mas Pram belum juga memberi kabar. Akupun berusaha tenang dihadapan
anak-anakku
karena aku tak ingin mereka juga binggung.
“Don, Mas Pram kok belum ngasih kabar juga ya?” tanyaku pada Doni rekan
kerja mas Pram via telp. “loh, study bandingnya itu dicancel 2 bulan lagi. Makanya Pak Pram ambil cuti
untuk keluar negeri dalam rangka liburan bersama keluarga, apa mbak Lidya nggak
diajak?” kata Doni balik bertanya kepadaku. Mendengar jawaban Doni jantung ini rasanya berhenti
berdetak.
Liburan??,
Astaghfirullah ternyata Mas Pram telah membohongiku dan anak-anak, study
banding keluar negri dengan rekan kerja hanya alasan saja. Beberapa hari
kemudian aku baru mengetahui jika dia Pergi keluar negeri liburan bersama
wanita yang tak aku kenal, ternyata beberapa bulan ini suamiku tengah menjalin
hubungan khusus dengan wanita. Betapa hancur hatiku mengetahui semuanya tapi aku berusaha
tetap sabar dan pura-pura tidak mengetahuinya.
Keadaan
tersebut sempat membuatku stress dan frustasi, hingga aku berniat untuk
mengakhiri hidupku
akan
tetapi keceriaan dan tangisan buah hatiku telah membuatku mengurungkannya. Ditengah hatiku
yang remuk redam aku berusaha sharing dengan Dea teman dekatku. Diluar
perkiraanku, Dea yang merasa simpati dengan keadaanku menyarankan untuk
berkonsultasi dengan ustadz Massar seorang pakar ruqyah di Semarang.
Tanpa
berfikir panjang dan berharap segera menemukan solusi yang solutif, aku meminta Dea mengantarkanku menemui beliau di Semarang
esoknya.
Setelah menceritakan panjang lebar mengenai permasalahanku, fahamlah sang ustadz
bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan suamiku. Menurutnya, apabila seorang istri
telah melakukan yang terbaik bagi kebahagiaan suami, akan tetapi suami masih mencari yang lain
(berpaling), dimungkinkan ada factor x yang mempengaruhinya. Beberapa saat
kemudian, Rukyah Jarak Jauh untuk suamiku segera dilakukan setelah meminta ijin
dariku. “tetaplah bersikap baik terhadap suami dan terus berusaha untuk meraih
hatinya, lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt dan mendoakan suami agar
kembali ke jalan yang benar.” Pesan Ustadz Massar . Alhamdulillah atas izin
Allah Swt, sedikit demi sedikit sifat suamiku terus mengalami perubahan, dia
mulai betah dirumah dan akhirnya mengakui apa yang telah dilakukannya selama
ini. Demi keutuhan keluargaku, akupun berusaha memaafkan dan menerima semuanya
dengan ikhlas walau hati ini masih terasa sakit karena aku tak ingin rumah
tanggaku semakin hancur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar