Sebut saja Dila,
wanita kelahiran 35 tahun silam tersebut terlihat masih sangat segar, meskipun
tidak bisa dipungkiri bahwa tanda tanda penuaan mulai menghiasi wajahnya. Kesuksesannya dalam mengembangkan restoran dan
juga salon kecantikan ternyata telah mengubah hidupnya, hampir setiap orang
yang pernah dekat dengannya tidak diperdulikan bahkan di buang. Menurutnya, semua hal yang tidak menguntungkan adalah benalu baginya. Tidak
hanya teman dekat bahkan Roni,
suaminya harus menjadi korban ambisinya sendiri.
“Mah jangan lupa shalat dan bergaulah dengan
yang baik-baik” nasihat sang suami. “Papah tau apa?, yang kerja itu aku”
bantahnya. “lagian kalau dahuluin shalat, nanti para pelanggan pada kabur”
tambahnya dengan muka masam. Jika sudah begitu, Roni yang hanya seorang pegawai di perusahaan swasta hanya bisa mengelus
dada.
Semakin hari
kegilaannya terhadap pekerjaan ternyata semakin menjadi-jadi. Berbagai cara Dila lakukan untuk menggapai ambisinya, meski harus melanggar
norma-norma hukum sekalipun. Parahnya, pergaulan di kalangan kaum jetset yang salah semakin membawanya ke jurang kenistaan. Melihat kenyataan tersebut, Ronipun dengan penuh kesabaran selalu memperingatkannya, alih-alih sadar dan mematuhinya, Dila malah menggugat cerai sang suami yang dianggapnya menjadi penghalang kesuksesan
usahanya.
Masih tetap pada
kebiasaan lama. Tidak hanya melupakan
keluarga,
Dila juga telah menjadi sosok yang baru. Sampai akhirnya murka Allah telah sampai kepadanya. Tanpa diketahui sebabnya secara pasti, Dila mendadak merasakan sakit yang
luar biasa di seluruh badannya hingga
tak sadarkan diri usai meeting bersama klien. Merasa
mempunyai uang banyak, Tanpa sungkan Dila memeriksakan diri kepada
seorang dokter spesialis pada rumah sakit ternama. Hasil diagnosa
dokter saat itu adalah masuk angin biasa dan kecapekan.
Berharap
kesembuhan setelah berobat, ternyata penyakit Dila semakin parah. Seluruh
badannya tidak bisa digerakan, sehingga mengalami kelumpuhan total. Pihak rumah sakit sudah angkat tangan atas
penyakit yang menimpa Dila. “maaf ibu, setelah kami lakukan general chek secara keseluruhan atas diri ibu, tidak kami temukan adanya kelainan
atau penyakit pada diri ibu” tutur dokter yang
merawatnya.
Waktu seolah berlalu demikian cepatnya. Berbagai pengobatan medis yang dilakukan dari rumah sakit ternama di
tanah air sampai ke negeri tetangga, belum juga menunjukkan
adanya kesembuhan untuk Dila. Tidak patah arang, pihak
keluarga membawanya ke paranormal dan tabib lainnya, akan tetapi hasilnya tetap nihil bahkan jauh dari harapan. Seiring berjalannya
pengobatan, harta Dila yang menumpuk semakin hari semakin menipis dan bahkan
habis sama sekali.
Dengan perasaan yang masih luka, mantan suami Dila yang masih selalu
mengikuti perkembangan Dila selama ini mencoba menemui
keluarga dan berinisaitif membawa Dila ke seorang ustadz yang ahli dalam meruqyah di Semarang yang diketahuinya lewat beberapa teman dan tabloid hikmah. Tanpa buang waktu dan berpikir lagi,
berangkatlah keluarga tersebut ke
Semarang untuk bertemu ustadz Massar.
Setelah
menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya, Ustadz massar lantas menyarankan
Dila untuk meminta maaf atas segala kesalahan dan khilafnya kepada orang-orang yang pernah disakitinya khususnya suami dan keluarganya untuk kemudian dilakukan ruqyah pembersihan diri untuk
Dila. Seketika itu pula air mata antara sedih dan bahagia menjadi satu, berseteru didalam batin
mereka yang gundah gulana teringat segala peristiwa pahit yang pernah dilakukan
Dila.
Subhanallah, pengorbanan yang luar biasa dari keluarga dan orang-orang
terdekatnya, baik harta benda, pikiran dan terutama perasaan tidaklah sia-sia.
Atas izin Allah Swt dan tak butuh waktu yang lama, keadaan Dila sedikit demi
sedikit mulai membaik dan dapat menggerakan anggota tubuhnya kembali. Alhamdulillah, sampai saat ini Dila telah kembali kepada suaminya dan bertaubat
taubatan nasuha atas bimbingan sang ustadz.
Dari kisah ini, semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya. Janganlah
kalian merasa sombong karena kelebihanmu dan janganlah suka mempermainkan
perasaan orang lain, karena hal ini disamping berdosa juga akan berakibat buruk
pada diri kita sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar