Sebenarnya keluargaku baik-baik
saja. ayah dan ibu sama-sama PNS , soal ekonomi berkecukupan dan suasana
keluarga sangat harmonis. Tapi tanpa sepengetahuan orangtuaku, aku sudah
kecanduan video porno. Akibatnya ketika aku masuk kelas 6 SD adegan-adegan dalam
film tersebut ku praktekkan kepada adik kandungku yang masih TK. Kebiasaan buruk itu masih tetap kulakukan,
parahnya ketika menginjak bangku SMP aku sudah pernah berhubungan seks dengan
kakak kelasku.
Menginjak SMA aku mulai berfikir
lebih jauh, kenapa tidak menjadi pemuas nafsu perempuan saja, kan bisa dapat
uang. “sambil menyelam minum air” pikirku. Semenjak itulah aku mulai dikenal
dikalangan tante-tante, istri pengusaha kontraktor yang sering bekerja diluar
kota. Bilamana suami-suami mereka keluar kota
aku langsung dikontak mereka dan terjadi hal-hal menakjubkan yang aku
ciptakan. Tentunya dengan itu aku sangat terkenal dikalangan tante-tante borju
itu.
DAPAT HIDAYAH
Dari semua perjalanan itu, aku
tidak pernah pacaran karena entah mengapa aku tidak pernah tertarik dengan
perempuan sebayaku. Aku menyukai dan bisa menikmati hubungan seks hanya dengan
tante-tante saja. Astaghfirullah!.
Entah mengapa belakangan ini ibuku
sangat mengawasiku, sampai-sampai dia rela untuk cuti hanya ingin menemaniku.
Tapi aku yakin dia cuti karena ingin mengawasiku. Sampai suatu ketika ibuku
sudah cukup bukti tentang kelakuan busukku selama ini. Pernah suatu ketika aku
kepergok berada dirumah seorang tante.
Klimaksnya, ketika tahu dan melihat dengan mata kepala sendiri akan kelakuanku
itu, ibu syock berat. Mag kronisnya dan penyakit jantungnya kambuh sehingga membuatnya tidak sadarkan diri dan
koma hampir seminggu.
Melihat ibuku menderita seperti
itu, aku sangat terpukul. Ditambah lagi ayah terlihat sangat kecewa dan malu karena
aku. Pada saat itu aku begitu membenci diriku, betapa aku hina dan menjijikkan.
Ingin rasanya menghilang dari kenyataan. Aku sangat menyayangi ibuku, apalagi
mengingat ketika kecil ibu yang merawat, mengasuh, dan menjaga dan mencintai
dan selama ini dia benar-benar menyayangiku, selalu membanggakanku kepada
saudara dan teman-temannya. Aku sangat berdosa pada ibu dan mulai saat itu aku
bertekad ingin berubah dan memulai kehidupan baru.
Melihat penyesalanku, ayahpun tak
tega melihatku yang sama terpuruknya dengan ibu, biar bagaimanapun aku tetap
darah dagingnya. Akhirnya ayah membawaku ke tempat ustadz massar yang dia
ketahui dari atasannya. Disana akupun diruqyah dan dibimbing untuk melakukan
pertaubatan. Aku ceritakan semua hal
buruk yang telah aku lakukan. Bukannya menghinaku, ustadz massar malah
memberiku support untuk bertobat dan wejangan untukku menghadapi hidup sesuai
dengan ketentuan Alqur’an dan hadits. Setelah itu aku memulai kehidupan baru
dengan berusaha menjadi orang baik dan berguna. Ketika aku menemui kendala dan
sulit aku aku selesaikan aku selalu menemui ustadz massar untuk meminta
nasehatnya. Sekarang aku menjadi orang yang lebih baik dan bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar