Rabu, 23 September 2015

Jalan Tobat Tukang Zina



Sebenarnya keluargaku baik-baik saja. ayah dan ibu sama-sama PNS , soal ekonomi berkecukupan dan suasana keluarga sangat harmonis. Tapi tanpa sepengetahuan orangtuaku, aku sudah kecanduan video porno. Akibatnya ketika aku masuk kelas 6 SD adegan-adegan dalam film tersebut ku praktekkan kepada adik kandungku yang masih TK.  Kebiasaan buruk itu masih tetap kulakukan, parahnya ketika menginjak bangku SMP aku sudah pernah berhubungan seks dengan kakak kelasku.
Menginjak SMA aku mulai berfikir lebih jauh, kenapa tidak menjadi pemuas nafsu perempuan saja, kan bisa dapat uang. “sambil menyelam minum air” pikirku. Semenjak itulah aku mulai dikenal dikalangan tante-tante, istri pengusaha kontraktor yang sering bekerja diluar kota. Bilamana suami-suami mereka keluar kota  aku langsung dikontak mereka dan terjadi hal-hal menakjubkan yang aku ciptakan. Tentunya dengan itu aku sangat terkenal dikalangan tante-tante borju itu.
DAPAT HIDAYAH
Dari semua perjalanan itu, aku tidak pernah pacaran karena entah mengapa aku tidak pernah tertarik dengan perempuan sebayaku. Aku menyukai dan bisa menikmati hubungan seks hanya dengan tante-tante saja. Astaghfirullah!.
Entah mengapa belakangan ini ibuku sangat mengawasiku, sampai-sampai dia rela untuk cuti hanya ingin menemaniku. Tapi aku yakin dia cuti karena ingin mengawasiku. Sampai suatu ketika ibuku sudah cukup bukti tentang kelakuan busukku selama ini. Pernah suatu ketika aku kepergok  berada dirumah seorang tante. Klimaksnya, ketika tahu dan melihat dengan mata kepala sendiri akan kelakuanku itu, ibu syock berat. Mag kronisnya dan penyakit jantungnya kambuh  sehingga membuatnya tidak sadarkan diri dan koma hampir seminggu.
Melihat ibuku menderita seperti itu, aku sangat terpukul. Ditambah lagi ayah terlihat sangat kecewa dan malu karena aku. Pada saat itu aku begitu membenci diriku, betapa aku hina dan menjijikkan. Ingin rasanya menghilang dari kenyataan. Aku sangat menyayangi ibuku, apalagi mengingat ketika kecil ibu yang merawat, mengasuh, dan menjaga dan mencintai dan selama ini dia benar-benar menyayangiku, selalu membanggakanku kepada saudara dan teman-temannya. Aku sangat berdosa pada ibu dan mulai saat itu aku bertekad ingin berubah dan memulai kehidupan baru.
Melihat penyesalanku, ayahpun tak tega melihatku yang sama terpuruknya dengan ibu, biar bagaimanapun aku tetap darah dagingnya. Akhirnya ayah membawaku ke tempat ustadz massar yang dia ketahui dari atasannya. Disana akupun diruqyah dan dibimbing untuk melakukan pertaubatan.  Aku ceritakan semua hal buruk yang telah aku lakukan. Bukannya menghinaku, ustadz massar malah memberiku support untuk bertobat dan wejangan untukku menghadapi hidup sesuai dengan ketentuan Alqur’an dan hadits. Setelah itu aku memulai kehidupan baru dengan berusaha menjadi orang baik dan berguna. Ketika aku menemui kendala dan sulit aku aku selesaikan aku selalu menemui ustadz massar untuk meminta nasehatnya. Sekarang aku menjadi orang yang lebih baik dan bahagia.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar