Selasa, 01 September 2015

KISAH HIKMAH 2



Perkenalkan namaku Raya(32),  aku ingin sedikit berbagi kisah rumah tanggaku yang pernah terkena badai hingga hampir runtuh dan akhirnya terselamatkan setelah aku berkonsultasi dengan ustadz massar. Alhamdulillah, dengan kuasa Allah, keyakinan dan kemantapan hatiku untuk memperbaiki semuanya menuai titik terang dan mendapat pelajaran hidup yang bermakna.
Sebelum menikah aku  dan juga suami sama-sama bekerja di perusahaan Amerika ternama .  Namun setelah menikah dan mengalami 2x  keguguran akupun memutuskan resign dari kantor untuk bad rest total. praktis setelah itu, kegiatanku sehari-hari hanya mengurus suami dan mengerjakan pekerjaan rumahtangga yang tidak terlalu menguras tenagaku. Dua tahun kemudian, kebahagiaan kami semakin sempurna setelah buah hati yang kami impikan selama ini terlahir kedunia dengan selamat tanpa kurang satu apapun. Segala perhatian dan kasih sayang suamiku yang seakan terpendam tertumpah ruah untukku dan anakku.
Waktu terus berjalan dan tak mau berhenti. Begitu pula dengan kehidupan keluarga kecilku yang nyaris tanpa tersandung masalah, karir suamikupun semakin meroket tajam. Tak ada persoalan besar yang terjadi dalam rumah tangga kami, kalaupun ada hanyalah persoalan kecil yang masih bisa kami selesaikan dan masih dalam batas wajar. Namun siapa sangka, segala permasalahan kecil tersebut rupanya mengakar hingga menjadi masalah besar yang hampir merenggut keharmonisan keluargaku.
Segala kesibukan dan tanggung jawabnya sebagai atasan dikantor rupanya telah membuatnya mengesampingkan tugasnya sebagai seorang suami dan juga ayah yang menjadi panutan.
“mah, hari ini ayah pulang agak malam ada pekerjaan dikantor yang harus segera diselesaikan.” Ungkap suamiku sesaat sebelum berangkat kerja.
“Tapi yah...” sela-ku. “sudah ya, ayah berangkat dulu. ” pamitnya,
Lagi-lagi dia mengingkari janjinya untuk memberikan kejutan di hari ulangtahun Sasa anak semata wayang kami.
Perlahan namun pasti perhatian dan kasih sayangnya terhadap keluarga luntur. Seringkali dia pulang larut malam atau saat akhir pekan pergi entah kemana dengan alasan tugas kantor. Sampai tahun ke-8 perkawinan kami, mungkin keluarga kami masih terlihat harmonis dan adem ayem. Tetapi untuk dua tahun terakhir ini, sesungguhnya bahtera perkawinan kami terasa gersang, Semua itu mulai terjadi setelah suami banyak bertugas di luar kota. Saat di rumah pun, dia lebih sibuk dengan gadgetnya.
Hingga terungkap suatu kejadian yang memporak-porandakan jiwaku yang lemah. Aku hampir tidak kuat lagi, tubuhku lemas dan pandangan mataku mulai bekunang-kunang manakala mengetahui foto-foto mesra suamiku bersama seorang wanita yang baru aku ketahui kemudian bernama Wiwin, seorang penyanyi dangdut ternama di Jakarta yang tersimpan rapi didalam laptop kerjanya yang tak terpasword. Aku hanya bisa diam dalam tundukkanku. Hati kecilku merintih berharap ini hanyalah mimpi dan benar-benar tidak terjadi saat aku terjaga nanti.
“Sejak kapan mama mulai berani mengotak-atik isi laptop papa!” Bentaknya yang membuatku kaget.
Suamikupun tercengang saat kutunjukkan beberapa foto tersebut. Dengan lihai dia mencoba mencari kambing hitam demi menutupi kebusukannya. Sejak saat itu hubungan keluarga kamipun menjadi dingin. Suasana kemesraan yang pernah mewarnai tahun-tahun awal kehidupan perkawinan kami, tak lagi ada. Komunikasi antara kami sebatas hal-hal teknis, semuanya hambar.
Tapi kemudian aku sadar bahwa hidup akan terus berjalan dan tidak akan berhenti hanya karena masalah seperti ini. Berharap menemui titik terang dari masalah rumahtanggaku, akupun menemui ustadz massar di semarang saat suamiku sedang di Surabaya. Sebuah nasehat yang diberikan ustadz massar membuatku mulai menyadari ,tak ada yang sempurna dalam mencapai kebahagiaan , namun kebahagiaan  itu bisa kuraih dengan aku membuka mata dan berjuang dalam liku-liku kehidupan ini. Meski membutuhkan waktu yang tidak sedikit, aku mencoba melupakan yang lalu dan memaafkan segala kesalahan yang telah membuatku kecewa. Aku percaya Allah Swt akan selalu ada untuk membantu hamba-Nya yang membutuhkan pertolongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar