Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz
Massar yang terhormat, saya seorang mantan preman. Hampir seluruh bentuk
kejahatan pernah saya lakukan. Mulai dari mencuri, mabuk, berzina dan membunuh.
Saya sendiri sudah sering keluar masuk penjara. Sampai akhirnya saya
mendapatkan petunjuk berupa kesadaran untuk tidak mengulangi perbuatan yang
telah saya tuturkan.
Dalam
perjalanan mencari guru atau seseorang yang dapat membimbing. saya selalu mendapatkan
musibah dan bencana. Suatu ketika uang saya dicuri, kemudian saya dipukuli oleh
musuh-musuh saya dengan keroyokan, bahkan saya hampir kehilangan nyawa akibat
di tembak oleh seseorang yang tidak dikenal. Dengan rentetan kejadian tersebut,
saya hampir putus asa untuk melanjutkan pertaubatan saya. Mohon solusi.
Risya
Islam. Jambi
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Bapak
Risya, tetaplah pada jalan yang telah Bapak jalani. Anggaplah kejadian yang
bapak alami merupakan balasan dari seluruh perbuatan yang bapak lakukan di masa
lalu. Pada dasarnya seluruh bencana yang terjadi, disebabkan oleh ulah manusia
itu sendiri. Termasuk kejadian yang menimpa bapak.
Jalan keluar yang pasti
harus bapak lakukan adalah dengan memperbanyak istighfar dan bertaubat. Implikasi
dari bertaubat adalah mengadakan perbaikan dan tidak mengulangi kesalahan,
dengan kesadaran akan dirinya sebagai penyebab kerusakan maka diri bapak akan
semakin terhidar dari bencana. Sebagaimana
firman Allah dalam al Quran ”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di
antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka
meminta ampun (QS Al Anfal : 33)
Selain dapat menolak
bencana terhadap diri sendiri atau pun orang lain. Istighfar dapat mendatangkan
kebaikan dan karunia. Sebagaimana dalam al Qur'an Dan (ingatlah), ketika kami berfirman:
"Masuklah kamu ke negri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil
buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai, dan masukilah pintu
gerbangnya sambil bersujud dan Katakanlah: "Bebaskanlah kami dari
dosa", niscaya kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak kami akan
menambah (pemberian kami) kepada orang-orang yang berbuat baik".( QS Al Baqoroh 58)
Dalam ayat yang
lain Dia berkata: "Hai kaumku Mengapa kamu minta disegerakan keburukan
sebelum (kamu minta) kebaikan? hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar
kamu mendapat rahmat".
Dalam ayat diatas
menerangkan bahwa bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah akan dibalas
dengan kebaikan. Pada dasarnya Allah tidak membutuhkan taubatnya seseorang,
ampunan dan kebaikan yang Allah berikan semata-mata karena Allah maha penyayang
terhadap mahluknya.
Ketika manusia tidak
tersesat dalam perbuatan buruk dan kejahatan, maka manusia berada dalam
keburukan dirinya sendiri. Usaha untuk yang dilakukan manusia secara
keseluruhan akan kembali kepadanya. Istighfar merupakan salah satu kebaikan
yang harus dilakukan setiap orang yang bersalah maka tentunya balasannya adalah
kebaikan yang serupa bahkan lebih.
Untuk problem yang bapak
alami yaitu kesulitan mencari pembimbing dan pendamping. Bapak jangan kuatir,
Sekarang sudah banyak majlis dzikir dan taubat diberbagai daerah. Termasuk
sebagaimana yang dilakukan di yayasan kami secara rutin. Untuk informasi
selanjutnya silahkan hubungi kami. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar