Senin, 08 Oktober 2012

Istigfar mendatangkan kebaikan dan menghindarkan bencana



Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang mantan preman. Hampir seluruh bentuk kejahatan pernah saya lakukan. Mulai dari mencuri, mabuk, berzina dan membunuh. Saya sendiri sudah sering keluar masuk penjara. Sampai akhirnya saya mendapatkan petunjuk berupa kesadaran untuk tidak mengulangi perbuatan yang telah saya tuturkan.
            Dalam perjalanan mencari guru atau seseorang yang dapat membimbing. saya selalu mendapatkan musibah dan bencana. Suatu ketika uang saya dicuri, kemudian saya dipukuli oleh musuh-musuh saya dengan keroyokan, bahkan saya hampir kehilangan nyawa akibat di tembak oleh seseorang yang tidak dikenal. Dengan rentetan kejadian tersebut, saya hampir putus asa untuk melanjutkan pertaubatan saya. Mohon solusi.
                                                                                                            Risya Islam. Jambi
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
            Bapak Risya, tetaplah pada jalan yang telah Bapak jalani. Anggaplah kejadian yang bapak alami merupakan balasan dari seluruh perbuatan yang bapak lakukan di masa lalu. Pada dasarnya seluruh bencana yang terjadi, disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Termasuk kejadian yang menimpa bapak.
Jalan keluar yang pasti harus bapak lakukan adalah dengan memperbanyak istighfar dan bertaubat. Implikasi dari bertaubat adalah mengadakan perbaikan dan tidak mengulangi kesalahan, dengan kesadaran akan dirinya sebagai penyebab kerusakan maka diri bapak akan semakin terhidar dari bencana. Sebagaimana firman Allah dalam al Quran ”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (QS Al Anfal : 33)
Selain dapat menolak bencana terhadap diri sendiri atau pun orang lain. Istighfar dapat mendatangkan kebaikan dan karunia. Sebagaimana dalam al Qur'an Dan (ingatlah), ketika kami berfirman: "Masuklah kamu ke negri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud dan Katakanlah: "Bebaskanlah kami dari dosa", niscaya kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak kami akan menambah (pemberian kami) kepada orang-orang yang berbuat baik".( QS Al Baqoroh 58)
Dalam ayat yang lain Dia berkata: "Hai kaumku Mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat".
Dalam ayat diatas menerangkan bahwa bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah akan dibalas dengan kebaikan. Pada dasarnya Allah tidak membutuhkan taubatnya seseorang, ampunan dan kebaikan yang Allah berikan semata-mata karena Allah maha penyayang terhadap mahluknya.
Ketika manusia tidak tersesat dalam perbuatan buruk dan kejahatan, maka manusia berada dalam keburukan dirinya sendiri. Usaha untuk yang dilakukan manusia secara keseluruhan akan kembali kepadanya. Istighfar merupakan salah satu kebaikan yang harus dilakukan setiap orang yang bersalah maka tentunya balasannya adalah kebaikan yang serupa bahkan lebih.
Untuk problem yang bapak alami yaitu kesulitan mencari pembimbing dan pendamping. Bapak jangan kuatir, Sekarang sudah banyak majlis dzikir dan taubat diberbagai daerah. Termasuk sebagaimana yang dilakukan di yayasan kami secara rutin. Untuk informasi selanjutnya silahkan hubungi kami. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar