Jumat, 19 Oktober 2012

Rukyah Bukan Pengobatan Alternatif


Sebuah Testimoni:
            Saya seorang pengusaha kayu lapis, usaha saya menuai sukses ketika saya berumur 30 tahun. Dengan kekayaan yang melimpah, akhirnya kebiasaan yang buruk tidak dapat dihindari. Mulai dari sering mengkonsumsi minuman keras sampai kebiasaan merokok. Bisa dikatakan pola hidup saya tidak teratur.
            Akibat pola hidup yang tidak teratur tersebut akhirnya saya menderita sakit dipersendian. Selain itu saya selalu merasakan panas disekujur tubuh dan mudah lelah. Karena buta akan kesehatan dan tidak terbiasa berobat ke dokter, saya memutuskan pergi ke tempat rukyah. Karena penyakit yang saya derita agak sedikit ganjil, saya mengira bahwa saya diguna-guna.
            Setelah dilakukan rukyah ternyata penyakit saya dapat dideteksi,  Saya menderita asam urat. Pengobatan akhirnya diteruskan dengan menggunakan metode tib nabawi, dengan menggunakan bahan-bahan herbal dan wasilah doa. Atas izin Allah saya tidak merasakan lagi keluhan yang salama mengganggu kesehatan saya.
            Maka saya menyimpulkan bahwa rukyah dan tib nabawi bukanlah pengobatan alternatif. Pengobatan tersebut dapat dilakukan ketika kita merasakan sakit apapun. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ustadz Massar yang selama ini mengobati saya dengan metode rukyah dan tib nabawi.
                                                                                                           Zaki Mubarok, Kendal
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar