Iwan duduk
terpekur di halaman belakang rumahnya. Di hadapannya, kolam bening dengan ikan
koi warna-warni berenang lincah. Ditingkahi semilir angin menerpa dedaunan dan
bunga-bunga indah di taman yang bersebelahan dengan kolam renang. Ia mengamati
dengan seksama gerak ikan di antara gemericik air mancur kecil di tengahnya.
Meski pikirannya sedang kalut, ia mencoba menghibur diri seperti itu sepulang
dari kerja. Lagu ‘Yesterday’ milik The Beatles mengalun merdu dari
smartphone di saku celananya. Sesekali mulutnya ikut bersenandung dan
bersiul mengikuti irama musik lagu favoritnya itu.
Ah, benarkah
manusia bisa mengerti dan memahami orang lain dengan sebenarnya? Sedangkan
manusia untuk mengerti dan memahami diri sendiri saja belum sanggup. Apakah
menuntut untuk selalu dimengerti tanpa bisa mengerti orang lain adalah sumber
keharmonisan sebuah hubungan? Entah itu hubungan keluarga, rumah tangga,
persahabatan, atau pimpinan dan karyawan dalam sebuah perusahaan atau
institusi. Kalau memang komunikasi bisa
menjadi kunci menemukan solusi, kenapa masih ada perang dan pertikaian di dunia
ini? Itulah pertanyaan yang sering berkecamuk dalam benak Iwan dalam mencermati
hidup.
Sebagai dokter
di sebuah rumah sakit ternama, ia merasa sudah berusaha bekerja dengan baik. Muda,
tampan, rajin dan cerdas dengan penampilan rapi itulah Iwan. Tetapi direktur RS
sering memojokkan dirinya. Direktur RS itu, sebut saja Rustam, senantiasa
memperlihatkan gelagat tak suka dengan Iwan. Hal ini terjadi setelah Rustam
tahu bahwa Iwan menyukai Dewi, salah satu perawat di RS tersebut yang memang
terkenal paling cantik.
“Mencintai dan dicintai adalah hak siapa saja,
meskipun lebih menyenangkan dicintai. Mencintai bisa berbuah patah hati jika
tidak bisa memiliki,” kata Rustam.
“Apa maksud
Bapak?” tanya Iwan.
“Saya juga
mencintai Dewi, jadi lebih baik Anda mencari perempuan lain saja. Untuk urusan
cinta dan benci, di zaman sekarang ini
bisa dimanipulasi. Cinta bisa takluk bersimpuh di bawah materi dan kekuasaan,”
jelas Rustam sembari tersenyum menghina.
“Omong kosong,
kata-kata Bapak telah menempatkan cinta sebagai sesuatu yang rendah. Saya tidak
akan mundur,” kata Iwan.
Rustam memang
sudah empat bulan menduda karena bercerai dengan istrinya. Meski sering
terlihat berjalan dengan perempuan, rupanya hanya pelarian saja bagi Rustam. Ia
lebih tertarik dengan Dewi, perawat baru yang memang menjadi primadona. Rustam
mudah bosan. Kecantikan memang tak akan pernah selesai jika dilihat dari fisik
semata.
Sebenarnya,
Dewi sudah tahu kalau sedang diperebutkan. Namun ia sendiri sedang bingung,
tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Laki-laki bisa memilih perempuan yang
disukai, tapi perempuan bisa menolak laki-laki yang tak dicintai, pikir Dewi.
Jika ia menerima Iwan, maka Rustam bisa saja mencari-cari kesalahan dan
mengeluarkannya dari pekerjaan sebagai perawat. Namun jika ia menerima Rustam,
maka ia membohongi perasaan sendiri karena sebetulnya ia mencintai Iwan. Ah, jujur
kepada diri sendiri bisa lebih sulit ketimbang jujur pada orang lain.
Entah siapa
yang menguak, mayoritas pegawai RS jadi tahu adanya cinta segitiga. Santer kabar
terdengar bahwa Iwan menderita penyakit aneh. Penyakit yang tidak bisa
dideteksi apalagi didiagnosa secara medis. Yang pasti, Iwan tidak bisa
berjalan, sekujur tubuhnya demam dan perutnya kian membesar. Ia juga depresi
tatkala mendengar kabar bahwa Dewi tiba-tiba menyukai Rustam. Apa yang lebih
menyakitkan bagi orang yang sedang jatuh cinta selain patah hati?
Melihat kondisi
anak yang tak kunjung membaik, orang tua Iwan akhirnya menghubungi Ustad Massar.
Dari Ustad Massar diketahui bahwa Iwan diguna-guna oleh seseorang. Terapi Ruqyah
Diri akhirnya dijalankan untuk membuang efek buruk dan energi negatif yang
kini bersarang di tubuh Iwan. “Persaingan, dendam, dan sakit hati bisa
membutakan, orang jadi mudah mendzolimi sesama, maka bersabarlah dan jadilah
pemaaf,” kata Ustad Massar. Sejak itu, Iwan sembuh dan keluar dari pekerjaannya
sebagai dokter di RS. Ia pindah ke RS lain dan membuka praktik di rumahnya
sendiri. Berkat nasihat Ustad Massar, ia menjadi tegar, berjiwa besar dan
berusaha mengubur kenangan pahit masa lalu.
Persaingan asmara, ingin mengembalikan pasangan yg berpaling, ingin mendapatkan kekasih idaman, pengobatan, trawangan dll. Solusi dg doa2. Hub: 0815 6766 2467.
BalasHapus