Selasa, 14 Mei 2013

Menyembuhkan Lesbian dengan Wasilah Ruqyah



                Dandanan seperti lelaki tidak dapat menutupi wajah Nia (bukan nama sebenarnya) yang cantik. Meskipun sebagai seorang lesbian, Nia tetap menjaga kerapihan diri. Lahir dari keluarga terpandang, Nia dapat mudah bergaul dengan siapapun. Meskipun begitu, Keputusan Nia menjadi lesbian bukanlah karena pergaulan bebas semata, lebih dari itu karena kehidupan keluarga yang broken home.
                “Dasar istri tak tahu diuntung, masa suami kerja dibilang selingkuh,” bentak ayah Nia kepada ibunya.
“Plakkk,” suara tamparan terdengar memprihatinkan.
 Kalau sudah begitu, Nia hanya bisa menangis. Tidak terhidtung beberapa kali ibu Nia yang seorang perawat harus bersabar dengan perilaku suaminya yang mantan purnawirawan TNI tersebut.
“Lebih baik mama minta cerai saja, buat apa memperdulikan lelaki kayak gitu,” pinta Nia.
 “Bagaimanapun, itu bapak kamu, kalau bukan dia, siapa lagi yang membiayai kita?” rintih sang ibu. 
Semenjak itu, Nia mulai membenci sosok sang ayah yang dianggap kejam. Apalagi pemandangan itu kerap terjadi bahkan semenjak Nia masih kecil. Oleh karena itu, Nia trauma terhadap semua lelaki. Sebagai pelampiasannya, Nia banyak bergaul di luar rumah, sampai akhirnya menemukan ketenangan dengan salah seorang teman perempuannya.
“Ria, kenapa kamu tidak suka lelaki, padahal banyak yang mau lho sama kamu,” tanya Nia.
 “Aku kapok, dulu aku pernah punya pacar, aku sangat menyayanginya sampai aku serahkan apapun untuk kebahagiaannya, tetapi, ujung-ujungnya dia meninggalkanku dan mencampakkanku seperti sampah,” ujar Ria.
Dari berbagai pengalaman yang sama, dan kedekatan yang terus terjalin, akhirnya benih-benih cinta mulai tumbuh diantara mereka. Lebih dari itu, mereka juga ikut komunitas lesbian.
Dengan perubahan perilaku yang drastis, keluarga Nia mulai curiga. Untuk memastikan kalau putrinya baik-baik saja, orangtua Nia berniat menjodohkannya.
“Ada seorang pemuda yang ingin melamar kamu Nia, ibu kira orangnya baik, apakah kamu siap? lagian kamu sudah cukup umur, nak,” ujar sang ibu memohon. Karena merasa terdesak, akhirnya Nia terpaksa mengakui bahwa dirinya tidak menyukai lelaki.
“Mohon maaf ibu, Nia sudah tidak respek terhadap lelaki. Sejak keluarga kita tidak harmonis, sekarang Nia sudah punya pacar namanya Ria,” kata Nia.
Alangkah kagetnya sang ibu mendengar penjelasan anaknya. Tidak tahu harus berbuat apa, orang tua Nia hampir putus asa. Sampai akhirnya adik ibu Nia memberikan informasi tentang metode penyembuhan rukyah.
“Jeng, coba kamu bawa Nia kepada seorang ustadz ahli rukyah di Semarang, mungkin saja bisa sembuh,” tuturnya. Dengan susah payah, sang Ibu membujuk Nia untuk berobat.
Setelah menyampaikan kronologi penyakit, akhirnya Ustadz Massar memberikan wejangan dan memulai pengobatan.
“Sebelumnya, mohon dek Nia untuk menenangkan diri dengan membaca istighfar,” pinta sang ustadz. Selanjutnya, Ustadz Massar membacakan doa-doa yang diikuti oleh Nia. Prosesi diakhiri dengan penjelasan tentang metode mendekatkan diri kepada Allah swt dan amalan sholeh lainnya.
Setelah pulang dari berobat, Nia mulai merasakan adanya perubahan. “Bu setelah berobat aku merasa tenang. Aku merasa menyesal jika teringat dosa dan kesalahanku yang lalu,”ungkap Nia haru.
 “Alhamdulilah,” ucap sang ibu lega. Ia merasa bersyukur anaknya mulai berubah. Untuk mencapai kemantapan, Nia meneruskan kembali terapi rukyah sampai akhirnya sembuh sama sekali dari penyakit lesbi (putus denga Ria) dan perilaku kotor lainnya. Sampai akhirnya Nia menerima calon yang ditawarkan oleh kedua orang tuanya yang ternyata seorang pengusaha yang saleh dan pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren.

2 komentar: