Selasa, 11 Maret 2014

Insafkan Suami Dari Jalan Sesat




Sukses karena bantuan jin atau makhluk halus, tidak akan membawa keberkahan dan berlangsung lama, itu pulalah yang dialami oleh Fany suami Anisa. Namun berkat ketelatenan dan juga kesabaran Anisa, akhirnya suaminya dapat disadarkan akan kekeliaruannya selama ini dengan jalan rukyah. Berikut kisahnya sebagaimana dituturkan Anisa kepada kisah hikmah.
Namaku Anisa setelah lulus kuliah aku kemudian menikah dengan mas Fany teman satu kampusku namun beda fakultas di Semarang. Setelah menikah Mas Fany mengajakku tinggal di Surabaya ditempat asalnya. Sebagai seorang suami dia memperlihatkan tanggung jawabnya untuk menafkahiku dengan membuka bisnis jual beli motor bekas dengan bantuan modal dari orang tuanya. Saat itu bisnis sejenis didaerah tempat tinggal kami belum begitu banyak, sehingga usaha Mas Fany boleh dikatakan cepat berkembang dan maju. Ia kemudian berusaha melebarkan usahanya dengan membuka cabang baru di tempat lain dan Alhamdulillah juga ramai.
Mulai Bersikap Aneh
Memasuki 1 tahun usia perkawinan kami, akupun mengandung buah cinta kami, Namun saat itu mulai kurasakan adanya perubahan drastis pada sikap mas Fany. Ia yang dulunya selalu penuh perhatian dan lembut kepadaku, mulai terlihat cuek bahkan bicarapun hanya seperlunya saja serta mulai sering pulang larut malam dengan alasan sibuk dengan kerjaan.
Ketika anak kami lahirpun  ia tak menunjukkan rasa bahagia sebagaimana suami-suami lain yang sangat menanti-nantikan kehadiran buah hatinya. Perubahan-demi perubahan dalam diri suamiku senantiasa aku perhatikan. Sampai pada suatu ketika aku menemukan beberapa benda aneh seperti jimat, batu akik, keris dan masih banyak lagi yang tak kuketahui namanya dan dari mana dia mendapatkannya. Bahkan kuperhatikan dia juga jarang melakukan sholat pada saat dirumah. Setiap aku ajak untuk sholat berjamaah ada saja alasannya. “ mama sholat saja dulu, nanti papa belakangan ni lagi sibuk “ jawabnya.
Akupun juga mulai curiga dengan tingkah lakunya yang lain dari biasanya, dia melarangku membuka dan masuk di salah satu kamar dirumah kami. Katanya kamar tersebut adalah ruang kerjanya ia tak ingin diganggu kalau sedang berada didalamnya. Karena penasaran saat dia sedang keluar aku intip ada apa di dalam kamar tersebut sampai dia begitu wanti-wanti  melarang siapapun untuk memasukinya. MasyaAllah sungguh kaget aku dibuatnya ternyata didalamnya penuh dengan benda-benda yang berbau syirik seperti yang pernah kulihat di dalam tas kerjanya. Rupanya selama ini suamiku telah bersekutu dengan setan dan menjadi penganut pesugihan. Pantas saja dia sering kali kelihatan berbicara sendiri bila mau memasuki kamar itu dan senang berlama-lama  didalamnya bahkan sampai berhari-hari.
Malam itu akhirnya aku beranikan diri menanyakan kepada mas Fany tentang benda aneh didalam kamar tersebut.  Aku hampir tak percaya dengan semua ini, Suamiku  yang sepanjang dua tahun perkawinan kami tak pernah kasar dan main tangan, malam itu memukul dan menendangku. Dia marah besar dan mengatakan bahwa diriku telah lancang  dengan masuk ke kamar tersebut. Aku hanya bisa menangis dan terus mengingatkannya agar segera bertobat dan memohon ampun kepada –NYA karena telah menyekutukan-NYA. Namun sepertinya nasehatku tak dihiraukannya ia tetap saja bertindak semaunya.
Sadar Setelah Diruqyah
Sampai akhirnya Allah Swt memberinya teguran, bisnis yang dengan susah payah dirintisnya mulai tersendat hingga tak bisa lagi membayar hutang di bank. Setiap hari ada saja debcolektor yang datang kerumah mencarinya hingga mas Fany  hampir stres dibuatnya. Beruntung pamanku bersedia membantu dengan membawanya ke seorang ustdaz ahli ruqyah di Semarang. Oleh Beliau Mas Fany lalu disadarkan melalui terapi Ruqyah agar terbebas dari sifat syiriknya selama ini. Alhamdulillah setelah diruqyah mas Fany mulai sadar akan kekeliaruannya selama ini, dan dihadapan ustadz Massar dia menyatakan bertobat serta berjanji akan meninggalkan semuanya itu. Aku sangat bersyukur karena kini Mas Fany telah kembali kepada mas Fany yang dulu pengertian, penuh kelembutan dan rajin beribadah. Perlahan-lahan bisnis jual beli motornya  juga mulai ramai kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar