Jumat, 23 Mei 2014

Berkat Ruqyah selamat Dari kematian




Suparman ( nama Samaran ) Seorang pengusaha kaya raya yang punya perusahaan berskala nasional. Namun, ia tak kuasa menolak suratan takdir tergeletak tak berdaya di rumah sakit. Akibatnya, harta terkuras untuk berobat. Iapun divonis stroke dan komplikasi penyakit ganas lainnya. Alhamdulillah, setelah diruqyah, iapun pulih.
Dalam bermasyarakat, Suparman terkenal dengan kedermawanannya. Meski begitu masyarakat setempat sedikit menyayangkan akan pribadi suparman yang jauh dari kegiatan keagamaan. Suatu ketika suparman mengeluh kepada salah satu saudaranya, bahwa dirinya sedang mengalami masalah sengketa tangah dengan Rojali, pesaing bisnisnya. Ia lantas menyuruh kepada junaidi rekan bisnisnya untuk membawa perkara itu ke pengadilan. Dengan modal yang cukup banyak, akhirnya Suparman dapat memenangkan kasus. Hal itu membuat Rojali menyimpan dendam lebih besar.
Kena Santet
Karena meresa kecewa kalah dalam pengadilan, Rojali melampiaskan kekesalannya dengan mendatangi seorang dukun santet. Semenjak itulah, Suparman merasakan kejanggalan dalam dirinya. Ia merasakan panas dingin, mual-mual dan berakhir dengan stroke didiringi komplikasi penyakit ganas.
“ Ada yang aneh dengan diri Bapak, ” jelas Yani, istri Suparman kepada para penjenguk Suaminya.
“ maksudnya, anaeh bagaimana jeng? “ tanya salah satu seorang penjenguk yang juga adalah tetangganya.
“ Sakitnya Bapak sangat tiba-tiba dan terkesan ganjil, padahal sebelumnya bapak tidak pernah sakti seperti ini,” ungkapnya dengan menahan tangis.
Diruqyah
Dari penuturan istri Suparman, salah seorang pengujung yang faham akan fonomena tersebut menyarankan mereka untuk berobat dengan metode ruqyah. Merekapun setuju dengan saran dari seorang tetangga, Yani kemudian membawa suaminya untuk bertemu Ustadz Massar seorang ahli ruqyah asal Semarang. Setelah menceritakan kronologi kejadian, ustad massar langsung melakukan observasi kepada suparman. “ Suami ibu memang terkena guna-guna dari orang yang tidak menyukainya,” uangkapustad massar pada yani.
“ memang akhir-akhir ini bapak baru menyelesaikan masalah sengketa tanah,” tambah yani. Ustadz Massar dapat memahami duduk permasalahn. Beliau lalu meruqyah suparman dan rumahnya. Beliau juga menyarankan agar berdamai.
“ Ibu dan bapak harus rela, tidak boleh dendam kepada pelaku,” Pesannya.
“ Ustad Massar menyarankan kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah pak,” Kata sang istri
Dengan lirih Suparman menjawab, “ Insya Alllah bu setelah bapak sehat dan pulih benar bapak akan mulai belajar ilmu agama dan sering-sering berzikir”.
Pasca terapi ruqyah, sedikit demi sedikit kesehatan Suparman mulai membaik sampai akhirnya pulih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar