Suparman ( nama Samaran ) Seorang pengusaha kaya raya yang punya
perusahaan berskala nasional. Namun, ia tak kuasa menolak suratan takdir
tergeletak tak berdaya di rumah sakit. Akibatnya, harta terkuras untuk berobat.
Iapun divonis stroke dan komplikasi penyakit ganas lainnya. Alhamdulillah,
setelah diruqyah, iapun pulih.
Dalam bermasyarakat, Suparman
terkenal dengan kedermawanannya. Meski begitu masyarakat setempat sedikit
menyayangkan akan pribadi suparman yang jauh dari kegiatan keagamaan. Suatu
ketika suparman mengeluh kepada salah satu saudaranya, bahwa dirinya sedang
mengalami masalah sengketa tangah dengan Rojali, pesaing bisnisnya. Ia lantas
menyuruh kepada junaidi rekan bisnisnya untuk membawa perkara itu ke
pengadilan. Dengan modal yang cukup banyak, akhirnya Suparman dapat memenangkan
kasus. Hal itu membuat Rojali menyimpan dendam lebih besar.
Kena
Santet
Karena meresa kecewa kalah dalam
pengadilan, Rojali melampiaskan kekesalannya dengan mendatangi seorang dukun
santet. Semenjak itulah, Suparman merasakan kejanggalan dalam dirinya. Ia
merasakan panas dingin, mual-mual dan berakhir dengan stroke didiringi
komplikasi penyakit ganas.
“ Ada yang aneh dengan diri Bapak,
” jelas Yani, istri Suparman kepada para penjenguk Suaminya.
“ maksudnya, anaeh bagaimana jeng?
“ tanya salah satu seorang penjenguk yang juga adalah tetangganya.
“ Sakitnya Bapak sangat tiba-tiba
dan terkesan ganjil, padahal sebelumnya bapak tidak pernah sakti seperti ini,”
ungkapnya dengan menahan tangis.
Diruqyah
Dari penuturan istri Suparman,
salah seorang pengujung yang faham akan fonomena tersebut menyarankan mereka untuk
berobat dengan metode ruqyah. Merekapun setuju dengan saran dari seorang
tetangga, Yani kemudian membawa suaminya untuk bertemu Ustadz Massar seorang
ahli ruqyah asal Semarang. Setelah menceritakan kronologi kejadian, ustad
massar langsung melakukan observasi kepada suparman. “ Suami ibu memang terkena
guna-guna dari orang yang tidak menyukainya,” uangkapustad massar pada yani.
“ memang akhir-akhir ini bapak
baru menyelesaikan masalah sengketa tanah,” tambah yani. Ustadz Massar dapat
memahami duduk permasalahn. Beliau lalu meruqyah suparman dan rumahnya. Beliau
juga menyarankan agar berdamai.
“ Ibu dan bapak harus rela, tidak
boleh dendam kepada pelaku,” Pesannya.
“ Ustad Massar menyarankan kita
untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah pak,” Kata sang istri
Dengan lirih Suparman menjawab, “
Insya Alllah bu setelah bapak sehat dan pulih benar bapak akan mulai belajar
ilmu agama dan sering-sering berzikir”.
Pasca terapi ruqyah, sedikit demi
sedikit kesehatan Suparman mulai membaik sampai akhirnya pulih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar