Selagi kaya kadang orang luipa diri dan boros. Padahal, nasib orang siapa
tahu. Itulah yang menimpa keluarga Rudi. Ketika kaya dan sukses, keluarganya
bergaya hidup mewah. Ketika bangkrut dan jatuh miskin, ia pun putus asa dan
hampir bunuh diri.
Penampilan
yang sederhana tidak dapat menutupi karisma Rudi. Sebagai seorang wiraswasta
yang sukses dalam bidang usaha engineering service dan konsultan, Rudi masih
tetap rendah hati. Padahal, dengan harta yang berlimpah, Rudi dapat memenuhi
semua kebutuhan dirinya dan keluarga, bahkan lebih. Meskipun begitu, ibarat
pohon semakin tinggi, maka semakin kencang anginnya, begitu pula dengan
kehidupan Rudi.
“Pah, Ruben
ingin dibeliin mobil baru, temen-temen Ruben saja mobilnya sudah pada ganti”
pinta anak sulung Rudi.
“Mobilmu kan
masih bagus, kenapa harus ganti” nasihat Rudi. “Pokoknya ingin ganti, kalau
enggak Ruben gak mau sekolah”Ketusnya.
Melihat
realita seperti itu, Rudi hanya bisa mengelus dada. Tidak berbeda dengan putranya, istri Rudi pun
mempunyai sifat yang sama, yaitu terbiasa dengan kehidupan glamor.
“Ibu-Ibu
lihat saya punya barang baru lho, ini asli dari Australia” pamer Novita ketika
arisan.
Kenyataan
tersebut terlihat wajar, karena ketika menikah, Novita mendapatkan Rudi dalam
puncak karirnya.
“Mamah
seharusnya lebih irit, mamah kan tahu bahwa mencari uang itu sulit”nasihat Rudi.
“Ya mamah nggak mau tahu, yang penting kan
sekarang kita banyak uang”sangkal Novita.
MENDADAK BANGKRUT
Jika sudah
begitu, Rudi hanya bisa pasrah. Ibarat putaran roda, terkadang di atas dan
sebaliknya. Begitupun kehidupan Rudi, tanpa disangka Rudi melakukan kesalahan
fatal dalam menjalankan bisnis, diantaranya tidak memperhatikan secara cermat
managemen usaha, sehingga perusahaan Rudi harus kalah dengan kompetitor lain dan
menanggung hutang ratusan juta rupiah. Mulai dari itu, semakin lama usaha Rudi
semakin terpuruk, sehingga berpengaruh terhadap ekonomi keluarga, sampai
akhirnya usaha Rudi bangkrut sama sekali dan keluarganya jatuh miskin.
“Ya Allah apa
salah hamba sehingga hamba harus menanggung cobaan seperti ini ” rintih Rudi.
Musibah tersebut ternyata berdampak signifikan terhadap keluarga Rudi yang
terbiasa dengan kehidupan glamor. Ruben menjadi sakit-sakitan dan istri Rudi
harus dirujuk ke rumah sakit jiwa karena tekanan mental yang dahsyat. Dalam
keadaan sepeti itu Rudi hampir putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya.
“Rud kamu
harus tetap tabah, mungkin Allah sedang menguji kesabaranmu”nasehat
salah satu kerabat. “ saya kenal dengan Ustadz yang dapat menolong kamu” tambahnya. Tanpa menunggu
waktu lama, akhirya Rudi menemui Ustadz Massar. Seorang Ustadz ahli
ruqyah di Semarang yang biasa menangani masalah keluarga dan juga
bisnis islami. “Bapak Rudi, janganlah bapak berputus asa dari rahmat Allah,
yakinlah semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya” nasihat sang
Ustadz.
TERAPI RUQYAH
Akhirnya Rudi
mendapatkan nasihat untuk bangkit dari keterpurukan dan memulai bisnis baru
dengan bimbingan managemen langsung dari sang Ustadz. Lebih dari itu, istri Rudi
mendapatkan terapi rukyah, sampai akhirnya sedikit demi sedikit kesadarannya
kembali pulih seperti semula.
“Terima kasih Ustadz, sekarang saya akan
menjalankan bisnis ini dengan hati-hati” ucap Rudi kepada Ustadz.
“Sama-sama
bapak Rudi, saya hanya pesan supaya Bapak dan keluarga tidak lupa untuk selalu
shalat lima waktu dan memperbanyak berbuat baik” nasihat Ustadz.
Musibah yang menimpa
keluarga Rudi menjadi pelajaran berharga, sehingga Rudi dan keluarga
mendapatkan kesadaran untuk selalu mendekatan diri kepada Allah Swt. Oleh
karenanya, dari kesuksesan yang dicapainya sekarang, Rudi tidak pernah lupa
untuk bershodaqoh
dengan menjadi donator tetap di Yayasan Kita Nusantara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar