Sebut saja
Johan ( 45 ) seorang Bisnismen yang memiliki omzet Miliaran rupiah perbulannya. Namun ditengah kesuksesannya saat ini
ia sempat mengalami frustasi yang dalam karena gagal merebutkan kursi anggota Dewan beberapa tahun yang lalu. Berikut kisahnya
sebagaimana diadaptasi dari kisah nyata. Adapun nama disamarkan demi tidak
menyinggung pihak manapun. Semoga bisa diambil hikmahnya.
"
Sudahlah, gak usah ikut mencalonkan diri menjadi anggota dewan, Mama dan
anak-anak sudah cukup bahagia dengan keadaan kita yang sekarang" nasehat
istrinya kala itu. " bukan begitu Ma, banyak hal yang bisa ayah lakukan
jika menjadi wakil rakyat termasuk idialisme-idealisme ayah," bantah
Johan.
Ismi (41)( istri Johan ) yang tak bisa lagi membendung
keinginan suaminya. Ternyata ia pun gagal. Padahal hampir semua
hartanya terkuras untuk biaya kampanye dan operasional partai. Rasa malu yang
amat dalampun tak mampu lagi dibendungnya kepada keluarga besar yang telah
mendukung dengan harta dan tenaga. Hayalan yang terlalu tinggi dan spikulasi
yang salah menjadikannya jatuh ketitik terbawah hingga akhirnya Johan harus
dirawat di RSJ setempat.
Beruntung
Johan memiliki istri yang setia dan sabar menemaninya. Tekad Ismi untuk keluar dari permasalahan ini
memuncak setelah mendengarkan ceramah seorang Ustad dari Semarang yang tak lain
adalah Ustadz Massar . " Tidak seorangpun di dunia
ini yang terlepas dari ujian dan tidak semua
orang lepas dari kesulitan karena dunia adalah tempatnya ujian tinggal bagaimana
kita menyikapi hal itu," nasehat
sang Ustad dalam ceramahnya.
Keesokan
harinya Ismi berusaha menyempatkan diri berkunjung ke tempat praktek Ustadz Massar di Semarang dengan ditemani anaknya. " Suami Anda masih bisa sembuh, apa yang terjadi saat ini bisa menjadi
hikmah agar dia terhindar dari perbuatan dosa".
“ Saya akan
meruqyah suami Anda agar pikirinnya tenang kembali dan dapat menerima apa yang
telah di tetapkan Yang Maha Pencipta kepadanya “.
Tutur beliau kepada Ismi.
Dua bulan sudah Johan menjalani
Terapi Ruqyah Jarak Jauh, berkat kesabaran dan Ketelatenan Ustadz Massar dalam
menangani Johan, perlahan namun pasti kondisinya mulai membaik. Dirinya mulai dapat menerima
kenyataan pahit yang menimpanya dan berusaha untuk bangkit
lagi dengan membuka usaha baru bersama Istri dan beberapa mitra setianya dulu.
Ia menjual Rumah dan tanahnya untuk menutup hutang dan mengontrak sebuah rumah,
biaya sekolah anak-anaknya dan mulai merintis usaha baru. Iapun memulai bisnisnya dari nol dengan membuka usaha loundry yang hanya bermodalkan dua
mesin cuci. Strateginya yang kreatif serta pelayanan yang
sangat memuaskan, telah membawa usahanya
menjadi bisnis waralaba.
Menjadi
seorang usahawan yang sukses tak lantas menjadikanya sombong dan kikir. Dia selalu menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk membantu
para anak yatim di sekitar tempat tinggalnya. “Terima kasih ya Allah, Engkau telah memberikan kami nikmat Rizki yang tiada tara” ungkap Johan dalam hati disela doanya selesai sholat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar