Kamis, 21 Agustus 2014

Bangkit dari keterpurukan




Sebut saja Johan ( 45 ) seorang Bisnismen yang memiliki omzet Miliaran rupiah perbulannya. Namun ditengah kesuksesannya saat ini ia sempat mengalami frustasi yang dalam karena gagal merebutkan kursi anggota Dewan beberapa tahun yang lalu. Berikut kisahnya sebagaimana diadaptasi dari kisah nyata. Adapun nama disamarkan demi tidak menyinggung pihak manapun. Semoga bisa diambil hikmahnya.
" Sudahlah, gak usah ikut mencalonkan diri menjadi anggota dewan, Mama dan anak-anak sudah cukup bahagia dengan keadaan kita yang sekarang" nasehat istrinya kala itu. " bukan begitu Ma, banyak hal yang bisa ayah lakukan jika menjadi wakil rakyat termasuk idialisme-idealisme ayah," bantah Johan.
 Ismi (41)( istri Johan ) yang tak bisa lagi membendung keinginan suaminya. Ternyata ia pun gagal.  Padahal hampir semua hartanya terkuras untuk biaya kampanye dan operasional partai. Rasa malu yang amat dalampun tak mampu lagi dibendungnya kepada keluarga besar yang telah mendukung dengan harta dan tenaga. Hayalan yang terlalu tinggi dan spikulasi yang salah menjadikannya jatuh ketitik terbawah hingga akhirnya Johan harus dirawat di RSJ setempat.
Beruntung Johan memiliki istri yang setia dan sabar menemaninya.  Tekad Ismi untuk keluar dari permasalahan ini memuncak setelah mendengarkan ceramah seorang Ustad dari Semarang yang tak lain adalah Ustadz Massar . " Tidak seorangpun di dunia ini yang terlepas dari ujian dan tidak semua orang lepas dari kesulitan karena dunia adalah tempatnya ujian tinggal bagaimana kita menyikapi hal itu,"  nasehat sang Ustad dalam ceramahnya.
Keesokan harinya Ismi berusaha menyempatkan diri berkunjung ke tempat praktek Ustadz Massar di Semarang dengan ditemani anaknya. " Suami Anda masih bisa sembuh, apa yang terjadi saat ini bisa menjadi hikmah agar dia terhindar dari perbuatan dosa".
“ Saya akan meruqyah suami Anda agar pikirinnya tenang kembali dan dapat menerima apa yang telah di tetapkan Yang Maha Pencipta kepadanya “. Tutur beliau kepada Ismi.
Dua bulan sudah Johan menjalani Terapi Ruqyah Jarak Jauh, berkat kesabaran dan Ketelatenan Ustadz Massar dalam menangani Johan, perlahan namun pasti kondisinya mulai  membaik. Dirinya mulai dapat menerima kenyataan pahit yang menimpanya dan berusaha untuk bangkit lagi dengan membuka usaha baru bersama Istri dan beberapa mitra setianya dulu. Ia menjual Rumah dan tanahnya untuk menutup hutang dan mengontrak sebuah rumah, biaya sekolah anak-anaknya dan mulai merintis usaha baru. Iapun memulai bisnisnya dari nol dengan membuka usaha loundry yang hanya bermodalkan dua mesin cuci. Strateginya yang kreatif serta pelayanan yang sangat memuaskan, telah membawa usahanya menjadi bisnis waralaba.
Menjadi seorang usahawan yang sukses tak lantas menjadikanya sombong dan kikir. Dia selalu menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk membantu para anak yatim di sekitar tempat tinggalnya. “Terima kasih ya Allah, Engkau telah memberikan kami nikmat Rizki yang tiada tara” ungkap Johan dalam hati disela doanya selesai sholat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar