Berkeluarga adalah menyatukan dua
jenis, jiwa, keinginan, serta hal lainnya yang berbeda dan berlainan. Oleh
karenanya tidaklah bijak apabila masing-masing memperhitungkan keuntungan
pribadi, mengedepankan egois dan tidak menghargai pasangannya. Kesatuan dalam
keluarga bagaikan ikatan tali yang kokoh, saling bertautan untuk menguatkan
bukan sebaliknya.
Adalah Indah (35) seorang karyawati swasta pada sebuah perusahaan di
Kota Makasar, sedang suaminya, Edi (37) adalah seorang guru olah raga di SMP swasta di kota yang sama. Keduanya sudah menikah hampir 10 tahun dan telah dikaruniai
seorang putri. Selama mengarungi bahtera rumah tangga, Indah adalah orang yang
paling berperan dalam mencukupi kebutuhan keluarga dan juga anak, karena gaji
suaminya sangatlah kecil sehingga tidak bisa diandalkan.
“Yah, meskipun ibu punya gaji yang lebih
besar, ibu akan tetap patuh dan taat kepada ayah selaku suami ibu” rendah
Indah. “Kok ibu bicara begitu,” ayah gak
apa-apa kok”
panik Edi. “Selama ini ibu melihat ayah tidak terlalu peduli dengan ibu, dan malah sering melampiaskannya
dengan pergi ke warnet atau nongkrong bareng temen-temen” tambah Indah. “oh Itu hanya untuk refreshing
saja biar tidak dikira sombong sama yang lain” timpal Edi sekenanya.
Indah memang tidak pernah melarang
suaminya untuk berteman dengan siapapun,
Namun Edi yang mempunyai hobi browsing dan aktif disocial network,
ternyata mulai bermain api dibelakang istrinya dengan mantan pacarnya dulu yang
kini tengah menjadi janda. Dari saling sapa lewat BBM (BlackBerry Messenger) hingga saling telpon dan sms-an.
Ringkas cerita, Cinta lama diantara keduanya kembali bersemi.
Ibarat sepintar apapun menutupi
bangkai, akhirnya pasti tercium juga. Begitulah nasib Edi. Dimana putrinya yang
masih duduk
di bangku TK terserang sakit dan mengharuskan Indah absen dari kantor untuk menemani buah hatinya. Secara kebetulan dan tanpa
sengaja Indah mendapati HP suaminya yang tertinggal dirumah berdering. Indah
yang merasa curiga dengan isi BBM yang masuk mulai membuka satu persatu history
telpon masuk dan
keluar serta isi sms dengan seksama, dan dari situlah semua rahasianya
terbongkar. “yah, Cinta itu
siapa?” Tanya
Indah penuh selidik. “Kok ngomongnya pake sayang-sayangan segala” tambahnya dengan raut muka kecewa. “aaa itu,,, itu teman sekolah ayah dulu, biasalah cuma bercanda-bercanda
gitu” sangkal
Edi. “Sungguh kami tidak ada apa-apa kok” dengan berbagai alasan Edi mengelaknya
dan menyalahkan mantannya yang selalu mengejar-ngejarnya. Kehidupan merekapun kembali normal
setelah Edi berjanji untuk membereskan semuanya.
Namun janji hanyalah sebatas kata-kata
pemanis, keharmonisan rumah tangganya kembali terusik dan hanya bertahan
sementara, lagi-lagi Edi bermain api dengan janda itu. “Ayah memang gak bisa dipercaya lagi!!” dengan berurai air mata
Indah menghadap Edi. “Percaya sama ayah bu, Ayah gak melakukan apa-apa” Edi kembali
menyangkal. “Dia aja yang selalu mengganggu ayah,tapi ayah tidak pernah nanggepi” tambahnya. “Lalu ini
apa?” dengan membanting HP Indah sangat emosional.
Dengan perasaan kalut Indah menemui
sahabatnya untuk berkeluh kesah, “Tolong aku sin, keluargaku diambang kehancuran” ungkap
Indah. “Kamu yang
sabar , itu cobaan dalam rumah tangga” tenang Sinta. “Aku ada solusi,
semoga kamu berkenan” tawar Sinta. Tanpa
berfikir panjang, Sinta mengantarkan Indah pada seorang Ustadz ahli rukyah di Semarang, sebagaimana alamat yang
tertera di Tabloid Kisah Hikmah yang sering dibacanya. Dan benar saja, beberapa
bulan setelah melaksanakan Rukyah Jarak Jauh untuk Edi suami Indah,
Rumah tangga Indah semakin harmonis , tak ada lagi telpon atau sms mesra dari
selingkuhannya. Bahkan Edi semakin sayang terhadap istri dan juga putrinya.
Belakangan Indah belajar ikhlas dan hasilnya lumayan baik walau dia belum bisa
memaafkan Edi seratus persen. Namun perlahan tapi pasti hidup Indah mulai
menjadi tenang dan rasional meniti hari-hari bersama suami dan anaknya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar