Selasa, 16 September 2014

TAUBAT DARI MAKSIAT



Astagfirullah, akibat pergaulan bebas, pemuda ini tercebur kubangan maksiat. Dunia malam dengan sisi negatif membuatnya lupa segalanya. Nauzubillah, ia pun ambruk terkena penyakit ganas. Bersyukur ia bertobat dan menjalani terapi dan ruqyah.
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (al-Israa’: 32) peringatan tersebut ternyata tidak berlaku bagi Anton, seorang mahasiswa semester lima di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Dengan latar belakang keluarga yang broken home, Anton telah terbiasa melihat film seronoh bahkan bergaul dengan orang dewasa sejak duduk dibangku SMP. Maka tidak mengherankan apabila saat remaja Anton sudah kenal dengan dunia malam.
“Rik, pinjam uang dong” Bujuk Anton kepada Riki temannya. “gue juga lagi krisis Bro” jawab Riki jujur. “lagian loe mau apa sih pinjam uang segala, bokap loe kan tajir ?” tambahnya. “Biasa, si Indah ngajak jalan” jawabnya. “Loe itu udah waktunya tobat bro, kena virus tahu rasa lho” nasihat temannya. Meskipun telah mendapatkan berbagai nasihat dari teman maupun keluarga, Anton tetap tidak bisa meninggalkan kebiasaan buruknya.
Sakit Parah
Waktu pun terus bergulir, anton semakin ketagihan dunia malam. Bahkan perbuatanya semakin menjadi . batasan moral, agama dan hukum sudah ia langgar. Hingga suatu ketika, ia ketahuan menodai seorang wanita hingga berbadan dua.  Seolah tak sadar berbuat dosa, ia pun cuek saja.
Waktu berlalu begitu cepat, hukum karma pun berlaku. Sebaik-baiknya tupai melompat, pasti akan terjatuh pula. Selain dituntut berbagai pihak, pada akhirnya Anton juga harus menerima balasannya, oleh dokter dirinya divonis menderita penyakit kelamin.
“ini teguran dari Allah, apa kamu masih tidak mau bertobat juga?” nasihat orang tua Anton. “iya-iya Bu, Anton janji tidak akan mengulangi lagi” jawab Anton. Akan tetapi, kesadaran Anton ternyata hanyalah tobat sambal, setelah beberapa bulan Anton menjalani terapi dan sembuh, dirinya kembali lagi kedalam kubangan maksiat.
Belum Bertobat
Mengetahui hal itu, kedua orangtuanya pun ikut sedih. Berbagai cara sudah dilakukan agar anaknya sadar, namun sang anak tetap bandel.
“kamu itu kapan mau sadar nak, ibu dan ayah sudah capek melihat ulahmu” rintih kedua orang tua Anton. Bagaikan jatuh tertimpa tangga, dalam kebimbangan, ternyata Anton terkena penyakit kelamin yang lebih parah. “tolong Anton bu, sakit banget rasanya” rintih Anton.
Berbagai pengobatan kembali dijalaninya dari medis hingga non medis, namun kesembuhan itu hanyalah bersifat sementara. Lagi-lagi Anton harus merasakan sakit.
Akhirnya kabar itupun membuat riki salah satu teman akrabnya iba.saat menjengauk ia pun menyarankan agar Anton berkonsultasi dengan Ustadz Massar di Semarang.
“Loe coba aja datang ke tempat praktek Ustad Massar di Semarang, gue dulu juga pernah hampir sekarat gara-gara OD dan Alhamdulillah gue masih bisa sembuh. “ saran Riki.
 “ustadz mohon doanya untuk kesembuhan anak kami” pinta kedua orang tua Anton saat berkonsultasi. Setelah beberapa kali menjalani terapi dengan menggunakan metode herbal tib nabawi dan ruqyah diri , atas izin Allah Swt penyakit Anton berangsur sembuh dan semenjak peristiwa itu, Anton benar-benar bertaubat taubatan nashuha. “takutlah adzab Allah Swt di dunia dan akhirat” pesan Ustadz Massar yang selalu diingat Anton.
Allah Swt Telah memberikan jalan dan kesempatan untuknya dan dia berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu dengan terjerumus kedalam jurang yang sama untuk kesekian kalinya. Oleh karena itu, dia bertekad untuk terus maju dan memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar