Senin, 17 November 2014

Taubatnya Anak Manja



Harta yang melimpah sering kali membuat orang lupa diri, jatuh dan terperosok dalam kubangan dosa. Hanya tangisan dan penyesalan yang tertinggal saat teguran itu datang menghampiri. Berikut ini merupakan kisah keluarga yang bisa dijadikan renungan bagi kita semua.
Sebut saja Sera (23) seorang gadis manja dalam sebuah lingkungan keluarga borju di Bali. Kecelakaan pesawat beberapa tahun yang lalu telah menyebabkan kedua kakaknya meninggal dalam sebuah perjalanan dinas ke luar negeri dan merubah takdir Sera menjadi anak tunggal di dalam keluarga. Tak heran jika orangtuanya begitu memanjakannya, hampir semua permintaan Sera dipenuhi. Meski begitu Dia merasa hatinya tetap kosong.
Diusianya yang masih belia Sera sudah mengenal kehidupan malam yang glamour. Teman-teman pergaulannya tak hanya dari kalangan anak seorang pengusaha saja, Namun ada juga diantaranya beberapa dari anak seorang pejabat. Harta yang melimpah ditambah kesibukan orang tua masing-masing membuat hidupnya berjalan begitu bebas nyaris tanpa hambatan. Club malam, narkoba dan hiruk pikuk dunia malam seolah menjadi rutinitas wajib. Masya Allah !!!
Tak terasa dengan seiring berjalannya waktu Sera telah memasuki bangku universitas dan menjadi mahasiswa jurusan managemen ekonomi disebuah universitas swasta di Bali. Alih-alih akan mendapatkan kedewasaan, Sera semakin parah dan tak terkendali. Terlebih karena tidak adanya figur di dalam keluarga yang dapat menjadi panutan untuk menyadarkannya. “Sera, akhir-akhir ini papa dan mama sering mendapat laporan buruk soal kamu diluar sana, jaga sikapmu dan jangan bikin malu orang tua “ bentak Rudi. “ Apa papa masih peduli dengan keadaan Sera? Selama ini papa hanya sibuk sama pekerjaan papa, mama juga” bela Sera sambil terisak. “Sera butuh orang yang bisa membimbing Sera pah, bukan materi” tambahnya sambil berlalu.
Semakin hari Sera semakin hanyut dengan dunianya, hingga  akhirnya teguran itu mulai datang menyapa keluarganya. Dimana rekan bisnis papanya membawa lari modal usaha yang telah ditanam hingga miliyaran rupiah. Tak kuat menghadapi kenyataan yang ada, penyakit komplikasi papanya kambuh. Meskipun sempat dirawat dirumah sakit, namun mata itu akhirnya tertutup juga untuk selamanya. Ekonomi keluarga mulai melemah, hutang melilit dimana-mana Hingga semua barang-barang mewah yang dimilikinya terpaksa disita bank untuk menutup hutang sang ayah sedangkan ibunya yang depresi berat harus diisolasi dirumah sakit jiwa karena tak kuat menghadapi guncangan batin.
“Sory ya Ser, kita sudah gak level lagi, mending loe jauh-jauh deh dari gue “ ujar salah satu teman Sera. Sudah jatuh tertimpa tangga setelah semua yang dimilikinya raib dan di D-O dari kampus, teman-teman Sera enggan menjadikannya bagian dari hidup mereka lagi. Ya, mungkin ini yang sering dikatakan orang “Teman  Dalam Suka”.
 Kini, Sera tinggal didesa bersama neneknya di pulau yang sama, dialah satu-satunya harta yang dimilikinya saat ini. Ditengah penyesalannya yang tak berujung, Sera memutuskan untuk menemui seorang Ustadz yaitu Ustadz Massar yang diketahuinya melalui tabloid Kisah Hikmah yang selalu dibaca neneknya untuk merukyah dan membimbingnya menuju jalan pertaubatan yang diridhoi Allah.
Ringkas cerita, dengan kemantapan hati Sera mengiyakan saran Ustadz Massar untuk segera merukyah diri Sera dan ibunya. “insya Allah akan saya jalani semua saran dan perintah ustadz” ujar Sera. Apa yang dinyatakan Sera bukanlah omong kosong, semua tahapan dilakukannya dengan sungguh-sungguh dan niat yang tulus. Alhamdulillah, Allah Maha Mendengar doa dan jeritan hati Sera selama ini, Selain kesembuhan yang nampak pada ibunya, dia juga berhasil merubah hidupnya menjadi pribadi yang santun dan terbebas dari belenggu dunia hitam termasuk obat-obatan terlarang. Dia pun bertekad mencari rizki yang halal untuk masa depan yang lebih baik bersama ibu dan neneknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar