Kamis, 05 Februari 2015

Taubat Dari Perilaku Menyimpang



Lahir dengan nama Rido Suherman, anak tersebut menjadi anak lelaki satu-satunya dari pasangan Dion dan Yanti. Dengan wajah yang manis dan berkulit putih, hampir setiap orang menyangka bahwa Rido adalah anak perempuan. Meskipun begitu, Rido tetap menjadi kebanggaan kedua orangtuanya, menurut Dion hanya anak laki-lakilah yang pantas meneruskan silsilah keluarga.
“Rido, anak laki-laki kok main boneka?” Tanya sang ibu “kakak-kakak Rido pada main itu mi” jawab Rido polos. Melihat hal tersebut, kedua orang tua Rido menganggapnya biasa karena masih kecil, Akan tetapi, sampai usia lima tahun kebiasaan Rido belum juga berhenti. “Anis, Nia, Fitri, Sari, tolong jangan ajarkan Rido seperti kalian” nasihat sang ibu kepada kakak-kakak Rido. Selama ini, memang Rido selalu bermain dengan kakak-kakaknya, kebetulan keluarga Rido tinggal di perumahan, sehingga Rido sulit mendapatkan teman bermain.
Menginjak usia 13 tahun, ternyata tingkah laku Rido justru mirip perempuan (gemulai). Selama ini yang memberi perhatian penuh dan menasehatinya memang Yanti. Dion sendiri terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Pada dasarnya Yanti merasa kuatir dengan keadaan anak laki-laki satu satunya, akan tetapi dirinya tidak tahu harus bagaimana, pada usia tersebut tidak mungkin Rido diawasi terus menerus, apalagi ke empat kakaknya butuh perhatian juga.
Pada usianya ke-18 tahun, Rido malah berperilaku seperti wanita yang beranjak dewasa yaitu suka bersolek. Merasa ada yang ganjil, Dion akhirnya turun tangan memarahi Rido. Rido, kamu itu anak laki-laki jangan seperti perempuan” bentak sang ayah. “mendengar itu Rido hanya tertunduk. Kebiasan tersebut ternyata terus berlanjut dan berlanjut pula Dion dalam memarahinya. Sampai akhirnya Dion memergoki Rido mencoba mengenakan hijab di kamarnya, pada saat itulah Dion dipuncak kemarahan, hingga mengusir Rido dari rumah.
Setelah diusir dari rumah, alih-alioh menyadari kesalahanya, Rido justru bergabung dengan teman-temannya sesama transeksual dan mulai berbisnis salon. Ridopun terjerumus ke dalam dunia hitam. Sampai akhirnya dia bertemu pelanggan yang sering diajaknya curhat. “Dari cerita tante, saya merasa ada secercah keinginan tante untuk bertaubat (menjadi lelaki normal)” tanggap Heni. “Memang ada Hen, apalagi ike ini kan paling disayang sama mami dan kakak ike, jadi ike ingin pulang” tuturnya. “Tapi ike bingung cin, mereka sudah membenci ike.” Tambahnya dengan raut muka sedih. “Jangan kuatir tante, Heni tahu siapa yang dapat memberikan solusi” jawab Heni.
Keesokan harinya, Rido dan Heni menemui Ustadz Massar seorang ahli rukyah asal Semarang. “Ustadz mohon petunjuknya ya, saya ingin bertaubat dan ingin menjadi laki-laki seutuhnya” pinta Rido. “Mas Rido, yang terpenting sekarang adalah memantapkan kesadaran Mas Rido bahwa apa yang telah Anda lakukan adalah tidak benar. Untuk selanjutnya Mas Rido bisa melakukan terapi rukyah sebagai upaya memohon pertolongan Allah, supaya mas Rido diberi ketenangan batin” nasihat sang Ustadz.
Akhirnya Rido menjalani terapi rukyah dan bimbingan rohani dengan Ustadz Massar. Tidak sampai sebulan, Rido merasakan perubahan yang signifikan pada dirinya. Setelah merasa mantap, Rido memberanikan diri menemui kedua orang tuanya, tanpa disangka-sangka ternyata kedua orang tuanya telah menunggu kedatangannya. “Pi, maafin Rido ya, sekarang Rido telah bertaubat dan berubah” ungkapnya. “ Iya nak, kami sudah memaafkanmu, semoga Rido istiqomah dan terus berjalan di jalan yang lurus” nasihat Dion.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar