Lahir dengan
nama Rido Suherman, anak tersebut menjadi anak lelaki satu-satunya dari
pasangan Dion dan Yanti. Dengan wajah yang manis dan berkulit putih, hampir
setiap orang menyangka bahwa Rido adalah anak perempuan. Meskipun begitu, Rido
tetap menjadi kebanggaan kedua orangtuanya, menurut Dion hanya anak
laki-lakilah yang pantas meneruskan silsilah keluarga.
“Rido, anak
laki-laki kok main boneka?” Tanya sang ibu “kakak-kakak Rido pada main itu mi” jawab Rido polos.
Melihat hal tersebut, kedua orang tua Rido menganggapnya biasa karena masih
kecil, Akan tetapi, sampai usia lima tahun kebiasaan Rido belum juga berhenti.
“Anis, Nia, Fitri, Sari, tolong jangan ajarkan Rido seperti kalian” nasihat
sang ibu kepada kakak-kakak Rido. Selama ini, memang Rido selalu bermain dengan
kakak-kakaknya, kebetulan keluarga Rido tinggal di perumahan, sehingga Rido
sulit mendapatkan teman bermain.
Menginjak
usia 13 tahun, ternyata tingkah laku Rido justru mirip perempuan (gemulai).
Selama ini yang memberi perhatian penuh dan menasehatinya memang Yanti. Dion sendiri terlalu
sibuk dengan pekerjaannya. Pada dasarnya Yanti merasa kuatir dengan keadaan anak laki-laki satu satunya, akan tetapi dirinya tidak tahu harus bagaimana, pada usia tersebut
tidak mungkin Rido diawasi terus menerus, apalagi ke empat kakaknya butuh
perhatian juga.
Pada usianya
ke-18 tahun, Rido malah berperilaku seperti wanita yang beranjak dewasa yaitu
suka bersolek. Merasa ada yang ganjil, Dion akhirnya turun tangan memarahi
Rido. “ Rido,
kamu itu anak laki-laki jangan seperti perempuan” bentak sang ayah. “mendengar
itu Rido hanya tertunduk. Kebiasan tersebut ternyata terus berlanjut dan
berlanjut pula Dion dalam memarahinya. Sampai akhirnya Dion memergoki Rido mencoba
mengenakan hijab di kamarnya, pada saat itulah Dion dipuncak kemarahan, hingga mengusir Rido dari rumah.
Setelah
diusir dari rumah, alih-alioh
menyadari kesalahanya, Rido justru bergabung dengan
teman-temannya sesama transeksual dan mulai berbisnis salon. Ridopun terjerumus ke dalam
dunia hitam. Sampai akhirnya dia bertemu pelanggan yang sering diajaknya curhat.
“Dari cerita tante, saya merasa ada secercah keinginan tante untuk bertaubat (menjadi lelaki
normal)” tanggap Heni. “Memang ada Hen, apalagi ike ini kan paling disayang
sama mami dan kakak ike, jadi ike ingin pulang” tuturnya. “Tapi ike bingung cin, mereka sudah membenci ike.” Tambahnya dengan raut
muka sedih. “Jangan kuatir tante, Heni tahu siapa yang
dapat memberikan solusi” jawab Heni.
Keesokan
harinya, Rido dan Heni menemui Ustadz Massar seorang ahli rukyah asal Semarang. “Ustadz mohon petunjuknya ya,
saya ingin bertaubat dan ingin menjadi laki-laki seutuhnya” pinta Rido. “Mas
Rido, yang terpenting sekarang adalah memantapkan kesadaran Mas Rido bahwa apa
yang telah Anda lakukan adalah tidak benar. Untuk selanjutnya Mas Rido bisa
melakukan terapi rukyah sebagai upaya memohon pertolongan Allah, supaya mas
Rido diberi ketenangan batin” nasihat sang Ustadz.
Akhirnya Rido
menjalani terapi rukyah dan bimbingan rohani dengan Ustadz Massar. Tidak sampai
sebulan, Rido merasakan perubahan yang signifikan pada dirinya. Setelah merasa
mantap, Rido memberanikan diri menemui kedua orang tuanya, tanpa
disangka-sangka ternyata kedua orang tuanya telah menunggu kedatangannya. “Pi,
maafin Rido ya, sekarang Rido telah bertaubat dan berubah” ungkapnya. “ Iya
nak, kami sudah memaafkanmu, semoga Rido istiqomah dan terus berjalan di jalan yang lurus”
nasihat Dion.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar