Lena, begitu dia biasa disapa adalah pemilik sanggar
senam kebugaran di daerah Ibu Kota, harus menelan pahitnya kenyatan bahwa anak
semata wayangnya telah menjadi korban pergaulan bebas.
Sebagai seorang yang
profesional, waktu Lena untuk keluarga sangatlah terbatas. Jadwal mengajar
senam di berbagai instansi pemerintah, telah menyita banyak waktu. “Mbok Juminah
tolong Andika diberi susu setiap waktu makan” pintanya kepada baby sitter
Andika, putra semata wayang Lena dan Ruli. Tanpa terasa dengan kesibukannya
yang segudang, Lena telah melupakan tugasnya sebagai seorang Ibu.
“Mah, Papah pergi dulu untuk
beberapa hari, ada tugas kantor di luar kota” pamit Ruli, “Tolong jaga rumah” tambahnya. Sebagai
bisnismen, Ruli pun hampir tidak memperhatikan perkembangan anaknya. Tanpa
terasa ternyata Andika telah beranjak remaja. “Mah, Dika minta motor” pinta
Dika. “Oke dika sayang, nanti mamah pesankan” jawab Lena.
Dengan segala fasilitas dan
kemanjaan yang di dapat, ternyata tidak dapat menggantikan kehangatan keluarga.
“Mbok Jum, Dika kemana?, kok gak pernah kelihatan?” sudah dua hari nggak pulang ke rumah,
nyonya” jawab Minah. “Lho kok saya baru tahu” timpal Lena, “Lha nyonya kan nggak pernah di rumah”
jawab Minah polos.
Dengan berjalannya waktu, Dika
telah beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan kehangatan keluarga, puncaknya Dika
terlibat pergaulan bebas dan narkoba. Sampai akhirnya apa yang ditakutkan terjadi juga, tepatnya
pada suatu malam dimana pintu rumah Lena diketuk oleh dua orang berseragam
“Selamat malam, Apa benar ini rumah Andika?“ tanya salah seorang petugas
kepolisian yang menyapa “Iya benar, memangnya ada apa dengan anak saya
pak? “ tanya Lena. “Mohon maaf, putra ibu sekarang berada di Rumah Sakit” jawab
polisi tersebut.
Bagai tersambar petir, tubuh
Lena hampir roboh, “Putra
ibu sekarang kritis karena kecelakaan mobil” jelas polisi, “
identifikasi sementara, penyebab kecelakaan karena putra ibu sedang mabuk saat
berkendara” papar polisi. Dengan perasaan yang hancur Lena segera meluncur ke
rumah sakit untuk menenggok Andika. “Ayah tolong segera pulang, Andika
kecelakaan yah” kabar Lena kepada Ruli yang sedang bertugas di Singapura.
Dari peristiwa tersebut Lena baru sadar bahwa selama ini Andika terjerumus
dalam pergaulan bebas dan obat-obat terlarang karena kesalahannya. “Ya
Allah ternyata selama ini saya telah mengejar materi semata sampai
mengorbankan Anak saya” sesalnya. Setelah Andika sembuh dan keluar dari rumah
sakit Lena berusaha mencari info tentang penyembuhan anak dari obat-obatan terlarang.
“Len, coba kamu datang ke seorang Ustadz di Semarang, mungkin beliau bisa membantu” kabar Dina, salah
satu teman Lena. Akhirnya setelah
mendapat alamat lengkap sang ustadz, tanpa menunggu
lama Lena langsung menemui Ustadz tersebut di Semarang,
yang ternyata seorang ahli ruqyah.”Ustadz mohon dapat menyembuhkan anak saya”
pinta Lena, tentunya setelah menceritakan panjang lebar kronologi kejadian.
“Dengan sangat telaten beliau memberikan bimbingan rohani dan beberapa
kali terapi ruqyah, hingga sedikit demi sedikit Andika mulai bisa hidup normal
lagi. Saya sendiri mulai mengurangi jadwal senam agar dapat mengawasi Andika
terus, lebih dari itu, sekarang saya dan juga suami selalu berusaha memberi perhatian penuh
untuk Andika”. ungkap lena.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar