Rabu, 04 Februari 2015

Demi Materi Kukorbankan Anakku




Lena,  begitu dia biasa disapa adalah pemilik sanggar senam kebugaran di daerah Ibu Kota, harus menelan pahitnya kenyatan bahwa anak semata wayangnya telah menjadi korban pergaulan bebas.
Sebagai seorang yang profesional, waktu Lena untuk keluarga sangatlah terbatas. Jadwal mengajar senam di berbagai instansi pemerintah, telah menyita banyak waktu. “Mbok Juminah tolong  Andika diberi susu setiap waktu makan” pintanya kepada baby sitter Andika, putra semata wayang Lena dan Ruli. Tanpa terasa dengan kesibukannya yang segudang, Lena telah melupakan tugasnya sebagai seorang Ibu.
“Mah, Papah pergi dulu untuk beberapa hari, ada tugas kantor di luar kota” pamit Ruli, “Tolong jaga rumah” tambahnya. Sebagai bisnismen, Ruli pun hampir tidak memperhatikan perkembangan anaknya. Tanpa terasa ternyata Andika telah beranjak remaja. “Mah, Dika minta motor” pinta Dika. “Oke dika sayang, nanti mamah pesankan” jawab Lena.
Dengan segala fasilitas dan kemanjaan yang di dapat, ternyata tidak dapat menggantikan kehangatan keluarga. “Mbok Jum, Dika kemana?, kok gak pernah kelihatan?” sudah dua hari nggak pulang ke rumah, nyonya” jawab Minah. “Lho kok saya baru tahu” timpal Lena, “Lha nyonya kan nggak pernah di rumah” jawab Minah polos.
Dengan berjalannya waktu, Dika telah beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan kehangatan keluarga, puncaknya Dika terlibat pergaulan bebas dan narkoba. Sampai akhirnya apa yang ditakutkan terjadi juga, tepatnya pada suatu malam dimana pintu rumah Lena diketuk oleh dua orang berseragam “Selamat malam, Apa benar ini rumah Andika?“ tanya salah seorang petugas kepolisian yang menyapa “Iya  benar, memangnya ada apa dengan anak saya pak? “ tanya Lena. “Mohon maaf, putra ibu sekarang berada di Rumah Sakit” jawab polisi tersebut.
Bagai tersambar petir, tubuh Lena hampir roboh, “Putra ibu sekarang kritis karena kecelakaan mobil” jelas polisi, “ identifikasi sementara, penyebab kecelakaan karena putra ibu sedang mabuk saat berkendara” papar polisi. Dengan perasaan yang hancur Lena segera meluncur ke rumah sakit untuk menenggok Andika. “Ayah tolong segera pulang, Andika kecelakaan yah” kabar Lena kepada Ruli yang sedang bertugas di Singapura.
Dari peristiwa tersebut Lena  baru sadar bahwa selama ini Andika terjerumus dalam pergaulan  bebas dan obat-obat terlarang karena kesalahannya. “Ya Allah  ternyata selama ini saya telah mengejar materi semata sampai mengorbankan Anak saya” sesalnya. Setelah Andika sembuh dan keluar dari rumah sakit Lena berusaha mencari info tentang penyembuhan anak dari obat-obatan terlarang.
“Len, coba kamu datang ke  seorang Ustadz di Semarang, mungkin beliau bisa membantu” kabar Dina, salah satu teman Lena. Akhirnya setelah mendapat alamat lengkap sang ustadz, tanpa menunggu lama Lena langsung menemui Ustadz  tersebut di Semarang, yang ternyata seorang ahli ruqyah.”Ustadz mohon dapat menyembuhkan anak saya” pinta Lena, tentunya setelah menceritakan panjang lebar kronologi kejadian. “Dengan sangat telaten beliau  memberikan bimbingan rohani dan beberapa kali terapi ruqyah, hingga sedikit demi sedikit Andika mulai bisa hidup normal lagi. Saya sendiri mulai mengurangi jadwal senam agar dapat mengawasi Andika terus, lebih dari itu,  sekarang saya dan juga suami selalu berusaha memberi perhatian penuh untuk Andika”. ungkap lena.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar