Sudah Lima tahun Marno warga Desa Suka
Maju Kab. Sumedang tergeletak di atas ranjang. Jasadnya tingal kulit dan
tulang. Dengan keadaan tersebut semua orang mengira bahwa umurnya tidak akan
panjang. Tanpa disangka, setelah melaksanakan terapi rukyah kesehatannya mulai
membaik, bahkan sekarang lebih energik. ”Dalam keputus asaan alhamdulillah
Allah memberikan secercah harapan” ungkapnya ketika ditanya perihal pengalaman
pahitnya disantet orang.
Persaingan Bisnis
Marno terkenal dengan
juragan beras dan mempunyai beberapa gudang di pusat pasar kota Sumedang. Tidak
mengherankan jika Marno menjadi orang terkaya di desanya. ”Yang penting kita
ulet dan tanggung jawab terhadap pekerjaan, pasti kita meraih kesuksesan” tuturnya.
Meskipun begitu Marno belum mendapatkan posisi di hati masyarakat karena
terkenal agak pelit. ”Padahal saya hanya memberikan contoh dalam berbisnis lho”
ungkapnya.
Di Desanya sendiri
sebenarnya sudah ada beberapa juragan beras, akan tetapi tidak seberuntung
Marno. ”Apapun anggapan masyarakat yang
terpenting adalah bukti siapa yang paling sukses dalam berbisnis” tutur bapak
lima orang anak ini. ”Kita harus seperti orang china apabila ingin sukses dalam
usaha” tambahnya.
Dengan model usaha Marno
yang terkesan licik membuat para saingan membencinya. Banyak yang protes dan
mendatangi rumahnya. ”Atas dukungan keluarga, saya mulai membuka hati dan
mencoba merangkul pengusaha-pengusaha saingan saya” ungkapnya. Sebenarnya Marno
sendiri merasa tidak enak dengan banyak orang yang membicarakannya.
Terlanjur Iri Hati
”Sudah resiko dalam
berbisnis, tetap saja ada yang tidak suka terhadap saya”ungkapnya. Meskipun
telah banyak berbuat baik terhadap pesaingnya, kesan buruk yang mendalam dari
salah seorang saingan tidak dapat hilang. Tanpa diketahui penyebabnya tiba-tiba
Marno diserang sakit di sekujur persendiannya. Ketika diperiksa dokter tidak
terdapat gangguan kesehatan. ” Sebenarnya saya sudah tahu siapa orang yang
berbuat seperti itu” jujurnya.
Dalam kepasrahannya,
penyakit Marno tidak kunjung sembuh. ”Saya merasa antara hidup dan mati, sudah
beberapa kali saya mendatangi pengobatan alternatif akan tetapi tidak berhasil,
terus terang saya merasa terdzolimi”. Katanya dengan bercucuran air mata.
Selama lima tahun Marno
tidak berdaya di Ranjangnya. Banyak kerabat yang menjenguk dan merasa kuatir
dengan keadaan Marno. Sampai akhirnya salah satu penjenguk menganjurkannya
untuk melakukan rukyah. ”Awalnya saya tidak mengerti apa itu rukyah, terus
terang saya bukan orang yang terlalu dekat dengan agama” katanya.
Akhirnya keluarga
memutuskan untuk membawanya ke tempat ustadz ahli rukyah dan pakar agama di Semarang. ”Setelah
beberapa kali dilakukan rukyah, perubahan mulai terasa. Sakit yang saya rasakan
mulai berkurang dari ujung kepala sampai ujung kaki, meskipun untuk sembuh
secara total lumayan membutuhkan waktu cukup lama”.
Ustadz sendiri telah
memberi tahu orang yang melakukan perbuatan nista tersebut. ”ustadz
menyarankan saya untuk memafkan pelaku yang ternyata sesuai dengan prediksi
saya”. Pengalaman pahit ini memberikan hikmah yang besar dalam mengarungi
kehidupan Marno selanjutnya.
Tempat dan kegiatanya berdasarkan ajran islam..tapi namanya kaya yayasan agama lain,ap ga pde pke nama bercirikan islam?
BalasHapusJujur sya yg awam mndengar nama yayasanya sangat asing dan di fikiran sy ini bukan yayasan islam,apalagi ad kata "KASIH"tolong buat pengurusnya klo mau syiar namanya yg islami dong
BalasHapus